Sudah baca buku apa hari ini?


Buku. Sebuah kata yang mengingatkan saya betapa indahnya rak-rak di perpustakaan dan toko buku. Ya, rak-rak berisi buku-buku dari seluruh dunia. Lalu, buku juga yang menjadikan saya kenal dengan suami dan ternyata eh berjodoh, alhamdulillah.

Tanggal 23 April merupakan Hari Buku Sedunia (World Book Day) yang diperingati sejak tahun 1995 oleh UNESCO. Ya, begitu pentingnya buku dan membaca hingga UNESCO memberikan para pembaca, penulis serta penerbit untuk merayakannya.

Jika ditanya kenapa saya senang membaca buku maka saya sendiri pun tidak tahu pasti jawabannya. Dibesarkan tanpa fasilitas buku dari orang tua, Saya kecil tidaklah seberuntung Maudy Ayunda yang dibawain sekoper penuh buku oleh ayahnya. Saya hanya senang pada buku yang awalnya saya temukan di perpustakaan SD. Ternyata melihat kumpulan buku di rak perpustakaan itulah bisa jadi pencetus kecintaan saya terhadap buku.


Photo by Jason Leung on Unsplash

Kecintaan pada buku yang saya rasakan makin berkembang ketika saya belajar Bahasa Indonesia di SMP. Cuplikan-cuplikan karya sastra seperti Sitti Nurbaya, Harimau! Harimau! serta puisi-puisi sastrawan yang semuanya berada dalam buku teks sekolah inilah yang membuat saya ingin tahu bukunya, seluruh ceritanya. *anaknya kepo

Berlama-lama di Gramedia untuk menumpang baca gratis rutin saya lakoni bersama beberapa teman. Jika kebetulan ada buku yang memang terbuka bungkusnya, ya saya baca aja. Kebetulan kan, tanpa perlu beli bisa baca, haha...

Semakin dewasa saya makin senang membaca. Harry Potter? Sampai tamat saya tungguin, walaupun minjam punya teman. Fiksi, non-fiksi saya ambil dari perpustakaan. Pas SMA pun akrab banget sama pustakawan perpus sekolah saking tiap harinya main ke perpustakaan. Iya, segitunya saya sama buku, haha...

Kecintaan saya pada buku tak kunjung padam. Saya tentu ingin mewariskan dan menumbuhkan cinta membaca pada puteri saya. Bersyukur saat ini di Indonesia sudah banyak diterbitkan buku-buku anak yang begitu mengagumkan (selain isinya, juga harganya #eh curhat). Dengan begitu, saya tidak perlu jauh-jauh bawa koper ke negeri tetangga buat beli buku. Cukup klik-klik, buku datang sendiri ke rumah, ya setelah dibayar tentunya, wkwk...

Kecintaan membaca begitu berbeda dengan semangat berbelanja buku. Ribuan orang boleh memadati acara penjualan buku besar-besaran Big Bad Wolf. Sayangnya, berapa persen dari buku yang dibeli ini dibaca hingga selesai? Ataukah lebih banyak yang tersimpan rapi di rak buku?

Kesadaran masyarakat untuk membaca menurut saya sudah semakin baik. Ini terlihat dari anak-anak yang difasilitasi dengan buku-buku berkualitas oleh orangtuanya. RPTRA di Jakarta pun sudah menyediakan pojok buku untuk anak-anak membaca. Perpustakaan makin rajin menggiatkan pengunjung untuk membaca buku. Penerbit dan penulis lokal begitu bersemangat menghasilkan karya terbaiknya untuk Indonesia.

Baca juga: Main ke Perpusnas

Setelah kemarin membeli beberapa buku di Big Bad Wolf, saya berharap kelak buku-buku ini akan digemari oleh anak saya. Diusianya yang sudah lancar membaca kelak saya membayangkan kami mendiskusikan isi buku-buku ini. Mulai dari sejarah, sains, sastra baik lokal maupun dunia. Saya ingin nantinya dia mengenal para sastrawan dari segala masa. Jane Austin, The Bronte Sisters, Mochtar Lubis, Marah Rusli, Ahmad Tohari, Chairil Anwar, Ajip Rosidi, Buya Hamka, Seno Gumira Ajidarma hingga Pramoedya Ananta Toer, Sapardi Djoko Damono, J.K. Rowling serta Eka Kurniawan. Hoeee... ini mah penulis favorit saya semuanya hahahaa....

Ya tentunya semua akan dipilihkan sesuai usianya nanti yhaa...


Melihat masa depan tentang buku dan membaca begitu membuat saya bersemangat. Membayangkan saya menantang puteri saya mengidentifikasi konflik di Tetralogi Pulau Buru, nilai-nilai budaya dalam Ronggeng Dukuh Paruk, melihat dia beragumen dan mengambil simpulan yang relevan dengan nilai-nilai kehidupan, ah semoga saja saya diberi waktu untuk itu semua.

Hari buku sedunia adalah refleksi bagi semua yang berharap bahwa membaca buku menjadikan diri kita dan anak-anak manusia sebagai yang selalu belajar. Buku, baik digital maupun cetak pasti akan dinantikan oleh pembaca. Tugas selanjutnya adalah bagaimana kita membuat aktivitas membaca dan mendiskusikan isi buku mendarah daging bagi diri dan penerus kita selanjutnya.

Happy World Book Day!!! Semoga buku membuat kita cinta membaca dan membaca membuat kita mencintai buku!

“Books have immortalized great minds. Books have kept ancients secrets alive. A world which least value books, least value the real essence of wisdom and least know how to preserve what is precious!”
― Ernest Agyemang Yeboah
Saya berubah.

Kehadiran seorang anak membuat saya berubah. Saya begitu mementingkan kebutuhan anak. Saya rela memerah ASI tengah malam hanya untuk memenuhi kebutuhan anak saya.

Ketika anak saya semakin besar dengan segala tingkahnya yang lucu, saya merasa senang. Melihat perkembangnya yang mengagumkan, saya merasa bangga. Hanya saja ketika menghadapi emosinya yang sulit, saya merasa kewalahan dan lelah.

Semua orang berkata, “Memang seperti itu rasanya mengurus anak.”
Semua orang berkata, “Yah, nanti kalau sudah besar bisa kangen anak pas masih kecil.”
Semua orang berkata, “Jadi ibu ya begitu, banyak berkorbannya.”
Apa-apaan ini?

Apakah harus sesulit itu hidup setelah menjadi ibu?

*
Photo by Jon Flobrant on Unsplash

Ilustrasi di atas adalah fakta yang seringkali ditemui dalam kehidupan sehari-hari para ibu. Betapa berbedanya hidup para perempuan ini setelah menjadi ibu. Tidak sedikit yang ketika berkeluh kesah pada orang lain bukannya mendapat dukungan justru menerima ceramah. Monmaap, maksud hati ingin didengar untuk melepas penat malah disemprot.

Berubahnya prioritas setelah menjadi ibu adalah keniscayaan. Perempuan manapun akan merasakannya. Siapapun dengan latar belakang apapun. Alangkah indahnya ketika perubahan yang terjadi ini justru bisa membuat sang ibu menjadi seseorang yang lebih baik. Hasil riset yang tertuang dalam Scientific America membuktikan adanya perubahan pada sel-sel otak perempuan karena proses kehamilan, melahirkan hingga menyusui. Hal inilah yang membuat ibu begitu penuh perhatian dan berusaha sebaik-baiknya dalam merawat anaknya.¹

Sisi positifnya adalah kemampuan perempuan yang telah menjadi ibu semakin lebih baik dalam hal merawat anak. Tak dipungkiri memang, merawat anak bukan sekedar memberi makan dan menyekolahkan. Lebih dari itu, membangun generasi terbaik berawal dari anak-anak yang dididik dengan baik.

Lalu, bisakah ibu mendidik anak-anak dengan baik jika berada dalam kondisi yang kurang baik?

Sebagai ibu, terkadang kita lupa akan kebutuhan kita sendiri. We care too much for our kids but we careless about ourselves. Kitalah yang pertama memastikan kebutuhan anak terpenuhi. Padahal riset terbaru menunjukkan bahwa memperhatikan perawatan diri (self-care) dan paham saat perlu bantuan merupakan hal penting untuk memastikan kita mewariskan kebahagiaan kita pada anak, bukan tekanan.² Dengan begitu, ibu yang bahagia dengan perannya akan membuat anak-anak lebih bahagia.

Jadi, mulai sekarang para ibu jangan sampai lupa untuk merawat diri. Baik merawat kesehatan fisik, jiwa maupun sosial. Buang semua yang racun-racun haha… Lakukan aktivitas yang membuat ibu merasa hidup, bukan hanya menjadi ibu tapi menjadi dirimu sendiri yang telah menjadi ibu. Ingat ya, Self-care isn’t selfish. Merawat diri bukan berarti ingin enak sendiri tanpa memikirkan yang lain. Sebaliknya, self-care merupakan cara sederhana untuk mengingat bahwa kita merawat diri sendiri sebaik kita merawat orang-orang di sekitar.

Bingung caranya self-care?

Saya akan cerita beberapa tips self-care yang pernah saya lakukan demi menjaga keutuhan diri sebagai ibu *eeaa…

1. Siapkan waktu untuk menenangkan diri
Berkutat dengan aktivitas yang tiada henti sejak membuka mata pastinya membuat kita merasa letih. Rasa letih merupakan alarm bagi tubuh bahwa kita perlu istirahat. Lakukan relaksasi dengan bernafas dalam sambil duduk bersila sejenak selama 5 menit.

2. Mengonsumsi makanan sehat (sayur/buah) dan minum air putih
Tubuh yang segar ditunjang oleh asupan makanan dan minuman sehat. Buah dapat dijadikan sebagai camilan sehat. Kandungan serat dalam sayur dan buah bermanfaat untuk kesehatan saluran pencernaan sedangkan air putih baik untuk ginjal dan menjaga kesegaran kulit.

3. Cukup olahraga
Olahraga dapat menambah suplai hormon endrofin dalam tubuh. Hormon inilah yang memicu perasaan positif hingga tubuhterasa segar setelah berolahraga. Jadi, sediakan waktu untuk joging di sekitar rumah sekitar 30 menit. Cukup dengan berkeringat yang sehat pun membuat bahagia.

4. Melakukan perawatan tubuh
Bagaimana caranya kita bisa merawat orang lain jika kita tidak merawat diri sendiri dahulu? Terkadang hal-hal kecil untuk merawat diri terlewat begitu saja. Padahal melalui cara sederhana kita bisa menghargai tubuh. Caranya cukup dengan mandi, keramas, memakai losion hingga merawat kulit wajah yang dapat dilakukan di rumah.

Berbicara mengenai produk perawatan tubuh pasti sudah tak terhitung yang dijual di pasaran. Ini yang kadang membuat kita jadi sulit memilih. Nah, saya sering mendengar ada yang bahannya dari susu kambing. Lho, susu kambing memangnya bagus ya buat kulit?

Berdasarkan riset di IPB, susu kambing Peranakan Etawah fermentasi dengan penambahan bakteri asam laktat berfungsi sebagai pemutih kulit.³ Wah, ini salah satu bukti bahwa susu kambing dapat digunakan untuk merawat kulit. Saya pun semangat mencari produk yang mengandung susu kambing hingga akhirnya dipertemukan dengan Velvy.

Velvy merupakan produk perawatan tubuh dengan bahan dasar susu kambing. Produk Velvy diantaranya body scrub, lotion susu kambing dan sabun susu kambing. Berdiri sejak 2013, membuat Velvy memberi perhatian khusus dalam inovasi produk berbahan alami.
Keunggulan Velvy sumber: velvybeauty.com

Inilah yang membuat Velvy menghasilkan produk yang ramah lingkungan dan aman bagi konsumen. Salah satu buktinya adalah Velvy tidak menggunakan bahan kimia berbahaya seperti paraben. Nah, ini cocok banget untuk ibu hamil dan menyusui, kan? Selain itu, produk Velvy juga tidak diujicobakan pada hewan sehingga membuat Velvy pantas menyandang cruelty free product.

Sabun susu kambing Velvy mengandung Alpha Hydroxy Acids (AHA) yang membantu membersihkan sel-sel kulit mati. Dengan begitu, sel kulit diperbarui sehingga makin putih dan halus. Susu kambing juga mengandung vitamin A yang sangat tinggi. Sebagaimana diketahui vitamin A sangat berperan dalam memperbaiki jaringan kulit. Kalau sudah begini kita bisa say Bhay! pada garis halus dan kerut-kerut pada kulit.

Sabun dan losion Susu Kambing Velvy memiliki 5 varian bahan terbaik alami diantaranya:
  1. Velvy Goat’s Milk Shower Cream Licorice & Shea Butter
  2. Velvy Goat’s Milk Shower Cream Rosehip Seed Oil & Peach
  3. Velvy Goat’s Milk Shower Cream Silk & Grape Seed Oil
  4. Velvy Goat’s Milk Shower Cream Royal Jelly & Sun Flower
  5. Velvy Goat’s Milk Shower Cream Green Tea & Aloe Vera
Kandungan bahan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan perempuan yang selalu aktif mengejar anak sehari-hari, eh. Jadi, ibu bisa pilih mana yang sesuai dengan kebutuhan kulitnya. Ukuran untuk Velvy Goat’s Milk Shower Cream memiliki 5 ukuran yang dibalut dengan kemasan menarik.

Ukuran serta varian Velvy shower cream sumber: IG Velvy
Sedangkan terdapat tiga ukuran untuk Velvy Goat’s Milk Body Lotion yakni, 95 ml, 300 ml dan 600 ml. Hal yang juga penting bagi saya sabun dan losion susu kambing Velvy sudah mendapat sertifikat halal MUI. Ini menunjukkan keunggulan Velvy yang mengutamakan kebaikan di setiap produknya.

Ukuran Velvy body lotion sumber: IG Velvy

Saya pun mencoba berkesempatan sabun dan losion varian green tea dan aloe vera. Seusai mandi saya cukup kaget dengan wangi dari sabun susu kambing velvy yang begitu menempel di kulit. Bahkan setelah mengeringkan tubuh yang muncul bukannya kulit kering tapi lembap dan halus. Selanjutnya, saya memakai losion varian yang sama. Kulit pun seketika berubah jadi makin lembut, lembap dan wangi dua kali lipat sebelumnya.



Saya makin rajin dong memakai losion setiap hari. Di cuaca yang selalu panas, tentu saya selalu butuh perlindungan sinar UV. Losion susu kambing Velvy memiliki perlindungan UV dan rasanya pun tidak lengket di kulit.

Kalau sudah begini, saya tidak khawatir memilih produk yang aman untuk merawat tubuh. Bagi saya, kehadiran Velvy dengan kandungan susu kambingnya menjadi rahasia agar kulit tetap sehat dan lembut. Seletih apapun beraktivitas, tubuh menjadi segar dan lembut setelah menggunakan sabun dan losion susu kambing Velvy. Kehadiran Velvy membuat self-care saya jadi makin menyenangkan. 



“How could you take care for people when you are not caring for yourself?”

Kita tidak pernah bisa mengisi gelas dari teko yang kosong. Begitu pun menjadi ibu. Ibu tak akan bisa menuangkan cinta untuk anak-anaknya jika ia belum mengisi cinta pada diri sendiri terlebih dahulu. Self-care yang dilakukan seorang ibu adalah caranya mencintai diri sendiri. Dengan begitu, ibu akan mampu menuangkan cinta terbaik bagi anaknya.

Semua orang punya kekurangan. Terkadang, kita juga mengalami hari yang tidak menyenangkan. Ada sisa-sisa stress yang pernah kita lalui. Cukup berbuat baik pada diri sendiri dengan memaafkan kesalahan diri ketika kita tidak bisa mengurus sesuatu hingga selesai.

Setelahnya pun kita tetap bisa mengusahakan yang terbaik. Tidak apa-apa, cucian dan setrikaan masih menumpuk kalau kita sudah terlalu lelah. Hal terpenting yang perlu disadari adalah kita perlu memanusiakan diri kita. Jangan sampai kesibukan mengurus hidup manusia lain membuat kita lupa merawat diri kita.



Referensi:
  1. Kinsley, C., & Lambert, K. (2006). The Maternal Brain. Scientific American, 294(1), 72-79. Retrieved from http://www.jstor.org/stable/26061302
  2. Parental Adverse Childhood Experiences and Offspring Development at 2 Years of Age. Alonzo T. Folger, Emily A. Eismann, Nicole B. Stephenson, Robert A. Shapiro, Maurizio Macaluso, Maggie E. Brownrigg, Robert J. Gillespie. Pediatrics Apr 2018, 141 (4) e20172826; DOI: 10.1542/peds.2017-2826
  3. Hanum, Zuraida. (2016). Potensi Susu Kambing Fermentasi dengan Penambahan Daun Kari (Murraya koenigii) sebagai Pemutih Kulit. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Setiap kali ketemu timbangan rasanya ketar ketir. Pikiran was-was memikirkan,
“Berapa kilo nih sekarang?”
“Naik gak ya?”
“Duh, kalau masih kurang gimana ni? Aih, kenapa segini-gini aja, padahal makan banyak.”
Walau emang sih, kadang gak doyan makan juga. Aduh mumetnya kepala rasanya...
Begitulah perasaan para ibu setiap kali mengajak anaknya pergi ke Posyandu untuk mengukur berat dan tinggi badan.



Merasakan hal yang sama? Tosss dulu yha.... Kita sama, senasib dalam memikirkan kenapa berat badan diri eh anak kita segitu aja dan minimalis banget naiknya.

Alhamdulillah, dalam peringatan Hari Gizi Nasional kemarin saya berkesempatan hadir untuk mengupas tuntas masalah berat badan anak. Nah, sekarang saya akan berbagi rahasia mengenai berat badan anak. Semoga setelah membaca ini dapat menghempas segala rasa cemas, penasaran dan berbagai alasan di balik misteri berat anak yang kadang sulit naik.

Salah satu indikator anak sehat adalah meningkatnya berat dan tinggi badan sesuai standar minimal. Sayangnya, merujuk pada hasil Riset Kesehatan Dasar  (RISKESDAS) tahun 2018 terdapat 17.7% balita yang mengalami berat badan kurang (underweight) dan berat badan sangat kurang (severe underweight). Ini menunjukkan bahwa berat badan kurang pada anak masih menjadi masalah bersama baik bagi orang tua maupun negara.



Lantas, kenapa jadi masalah negara juga? Anak-anak dengan berat badan yang kurang berpotensi memiliki gangguan tumbuh kembang hingga nanti pada saat dewasa dapat mengalami penurunan performa kerja, kecerdasan serta masalah kesehatan lainnya. Dampak jangka panjang yang begitu berpengaruh untuk kelangsungan sumber daya manusia di Indonesia.

Inilah alasan mengapa kebutuhan nutrisi seorang anak menjadi penting untuk dipenuhi. Anak membutuhkan nutrisi untuk aktivitas (energi), tumbuh kembang (menjadi dewasa), pemulihan serta menjalankan fungsin tubuhnya. Hal ini berbeda dengan orang dewasa yang tidak akan mengalami proses tumbuh kembang lagi. Oleh sebab itu, orang tua perlu memperhatikan kebutuhan nutrisi anak.

Kebutuhan nutrisi yang seimbang ditandai dengan adanya peningkatan berat dan tinggi badan. Pemantauan berat badan, tinggi badan serta lingkar kepala dapat dilakukan orang tua minimal 8 kali dalam setahun sebagai upaya deteksi dini masalah pertumbuhan. Hasil pemeriksaan dimasukkan ke dalam grafik standar sesuai WHO. Nah, dari hasil inilah kita dapat mengetahui status gizi anak, apakah baik, kurang atau berlebih.
Selama BB anak dalam grafik antara 2 dan -2 tandanya anak bergizi baik


Anak belum bisa memilih sendiri makanan mana yang baik untuk mereka makan. Nah, disinilah tugas  orang tua menjadi penentu untuk memilih asupan yang sehat dan pola makan yang baik bagi anak. Adapun komponen gizi yang harus ada pada makanan diantaranya, karbohidrat, protein hewani dan ikan, kacang-kacangan, buah dan sayuran serta lemak dan susu. Inilah asal dari menu empat bintang pada MPASI. Jadi, sejak dimulainya MPASI hingga anak makan makanan keluarga keempat komponen zat gizi ini harus selalu ada dalam satu piring makan.

Dokter Conny Tanjung Sp.A(K) juga mengungkapkan bahwa orang tua perlu memiliki kesadaran akan masalah berat badan kurang pada anak. Segeralah mencari bantuan dari tenaga kesehatan untuk memperbaiki status gizi anak. 

dr. Conny Sp.A(K)

Saya sendiri juga mengalami betapa pusingnya kepala ketika berat badan anak tidak bertambah. Ditambah pula menghadapi banyaknya trik beralasan tidak bisa menghabiskan makanan atau tidak mau makan. Ini sudah seperti masalah nasional seluruh ibu yaitu membuat anak mau makan hingga berat badan sesuai standar. Facing the same problems? Yes, we are.

Saat diskusi bersama kemarin, Psikolog Ajeng Raviando mengungkapkan bahwa menjadi orang tua baru pastinya akan mengalami perubahan. Perubahan-perubahan ini terjadi pada emosi dan hubungan sosial. Penyesuaian emosi seperti perasaan senang, cemas dan iri timbul saat melihat kondisi orang tua atau anak lain. Ini kadang menimbulkan rasa takut tidak bisa menjadi orangtua yang baik. Perubahan hubungan sosial misalnya frustrasi atas hilangnya kebebasan pribadi dan bertambahnya tanggung jawab baru serta adanya perasaan lebih menghargai orang tua.


Ajeng Raviando

Orang tua milenial membutuhkan banyak energi untuk mengasuh anak. Penting bagi orang tua memberikan makanan bergizi bagi anak-anak. Realitanya? Bhay… Perkara makan makanan bagi anak tidak semudah itu. Ada anak yang pemilih, ada yang tidak mau mencoba makanan baru, dan segudang alasan di balik penolakan terhadap makanan. Belum lagi kebutuhan finansial yang meningkat tentunya turut menambah daftar penyebab sakit kepala.


Pertanyaan-pertanyaan mengenai berat badan cenderung dihindari orang tua agar tidak menjadi beban psikologis. Padahal penting bagi orang tua berperan aktif untuk mencari solusi yang bijak terhadap masalah berat anak. Ada peran besar orang tua dalam memberikan teladan pola makan yang sehat dan baik di rumah.


Masalah berat badan yang kurang ideal biasanya disebabkan dari luar dan dalam tubuh anak. Penyebab dari luar misalnya makanan yang kurang disukai (picky eater), pemberian makanan yang kurang lengkap gizinya serta adanya infeksi. Sedangkan penyebab dari dalam biasanya disebabkan pengaruh genetik warisan orang tua dan kesehatan tubuh anak seperti ada masalah pada gigi, mulut dan saluran cerna.

Nah, orang tua harus jeli melihat kondisi anak. Apa yang menyebabkan anak tidak berminat makan? Makanankah atau kondisi tubuh anak? Orang tua dapat melakukan tips singkat ini untuk membuat anak  bahagia dengan aktivitas makan sehingga dapat meningkatkan berat anak.

  1. Jangan menyerah mengenalkan jenis makanan baru yang mungkin harus ditawarkan 10-15 kali sampai anak mau memakannya.
  2. Makan terjadwal dengan tidak memberikan makanan manis (baik minuman berupa jus, susu atau kue-kue) sebelum waktu makan.
  3. Berikan menu yang tinggi protein, kalori dan zat besi.
  4. Mematikan segala jenis gawai (TV, Ponsel, Komputer) yang bisa mengalihkan perhatian saat jam makan.
  5. Berikan contoh kebiasaan pola makan yang baik di rumah.
  6. Berikan kalimat-kalimat positif tentang makanan agar tertanam afirmasi yang baik pada anak.

Awalnya memang tidak mudah bagi orang tua membiasakan tips di atas. Seiring pembiasaan dan penjelasan yang diberikan pada anak, lama kelamaan anak bisa menyerap dan memahami bahwa makan yang sehat adalah untuk kebaikan dirinya.

 

Peringatan Hari Gizi Nasional menyadarkan kembali kita akan pentingnya memenuhi gizi anak yang sedang tumbuh dan berkembang. Dalam mendukung kampanye kesadaran gizi dalam keluarga, Danone menyediakan platform website www.cekberatanak.co.id. Dengan begitu, orang tua diharapkan lebih mudah untuk memantau berat badan anak dari mana saja dan kapan saja. Jadi, jangan takut konsultasi ke tenaga kesehatan untuk menyelesaikan masalah berat badan anak yang kurang. Tidak lain dan tidak bukan adalah demi masa depan anak-anak kita.

Apa harapan orang tua saat telah memiliki anak-(anak)? Tentunya kita mengharap apapun yang terbaik untuk anak. Perlahan tapi pasti dengan keberadaan anak membuat kita jadi lebih sering bercermin akan kemampuan kita mendidiknya, cukup baikkah kita? mampukah kita menjaganya? jadi anak seperti apa dia nanti?

Pertanyaan-pertanyaan demikian adalah lumrah. Pengalaman dan pengetahuan yang masih minimal membuat kecemasan berlipat-lipat rasanya. Seluruh orang tua di dunia mengalami fase-fase ini. Jadi, tetap tenang ya, kita samaaa gaes!


Memang tiada yang lebih indah dari melihat anak tumbuh menjadi anak yang sehat dan berakhlak baik. Segala kebaikan anak mulai dari ketawanya yang lucu, kemauannya berusaha dan mencoba sesuatu membuat kita jadi selalu bersyukur. Tanpa sadar, sebenarnya kita kembali kepada fitrah hidup manusia yakni selalu cenderung pada kebaikan, mencintai kebenaran.

Sungguh menjadi orang tua mengingatkan kembali kita atas fitrah pada kebaikan. Kita ingin anak menjadi anak yang baik dan shalih. Hati mendadak basah ketika melihat anak berinisiatif sendiri ikut salat (walau nungging sujud duluan), melihat anak merapal doa untuk orang tua yang telah kita ajarkan, serta sejuknya jiwa ketika melihat mereka senang melakukan hal baik lainnya.
kecenderungan untuk menganggap) baik suatu kebenaran dan (menganggap) buruk segala yang batil.

Read more https://almanhaj.or.id/6970-kembalikan-hatimu-pada-fitrahnya.html
kecenderungan untuk menganggap) baik suatu kebenaran dan (menganggap) buruk segala yang batil.

Read more https://almanhaj.or.id/6970-kembalikan-hatimu-pada-fitrahnya.html
kecenderungan untuk menganggap) baik suatu kebenaran dan (menganggap) buruk segala yang batil.

Read more https://almanhaj.or.id/6970-kembalikan-hatimu-pada-fitrahnya.html
kecenderungan untuk menganggap) baik suatu kebenaran dan (menganggap) buruk segala yang batil.

Read more https://almanhaj.or.id/6970-kembalikan-hatimu-pada-fitrahnya.html

Cara terbaik menuangkan harapan-harapan kita untuk anak adalah dengan mendoakannya. Bahkan berdoa untuk keturunan sudah dicontohkan para Nabi dan orang shalih dahulu. Sebab doa termasuk dalam salah satu usaha yang baik dalam mendidik anak.

Alhamdulillah, pedoman hidup menjadi orang tua sudah tertuang dalam Al-Qur'an. Mulai dari kisah Luqman Al-Hakim, keluarga Imran hingga para Nabi yang mengharapkan kebaikan untuk keturunannya dunia akhirat. Sungguh, kita sudah punya teladan yang baik untuk menjadi orang tua jika kita menyediakan waktu memahami isi Al-Qur'an. 

Inilah beberapa doa yang dikhususkan untuk mendoakan anak-anak serta keturunan kita. Mulai dari anak, cucu, hingga seterusnya. Tentunya kita berharap keturunan kita terus berada dalam penjagaan Allah walau kita telah tiada. Insya Allah, doa-doa ini bisa menjadi bekal kebaikan dunia akhirat.


 Doa hamba-hamba Allah s.w.t.
 QS. Al Furqan: 74

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

"Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa!"

Doa Nabi Zakaria A.S
QS. Ali Imran: 38

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

"Ya Tuhanku, berrikanlah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa."

Doa Nabi Ibrahim dan puteranya
QS. AlBaqarah: 128
رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ

"Ya Tuhan kami, jadikanlah kami dua orang yang berserah diri kepada-Mu dan (jadikanlah) dari keturunan (anak cucu) kami umat yang berserah diri pada-Mu!"


QS. Ash-Shaffat: 100
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ 
"Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang yang saleh!"

QS. Ibrahim: 35
وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

"dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala!"

Ketika mencapai usia 40 tahun, Ibrahim a.s. berdoa,
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ 

"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridhai! Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri
(QS. Al-Ahqaf: 15)


QS. Ibrahim: 40

رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ

"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku."

 Photo by Annie Spratt on Unsplash

Semoga doa-doa yang kerap kita rapal menjadi penjagaan untuk anak-anak kita. Sebab tiada yang lebih menyejukkan daripada memiliki keturunan yang shalih.