Shiva's Cozy Home

Berlindung dari jejak matahari yang meninggi, mereka menunggu. Untungnya tidak sampai lima menit, datanglah yang sudah dinanti. Wanita itu bangkit dan mendorong kereta bayi bersamanya. Tak ada kesulitan memasukkan kereta bayi ke dalam kendaraan yang hendak ditumpangi. Pintu bus yang lebar dan dekatnya jarak antara jalan dengan pijakan bus memudahkan ia membawa anak. Bepergian bersama bayi kecilnya begitu mudah, cukup dengan menggunakan transportasi umum ia bisa kemana saja.


Bus Listrik Transjakarta (sumber: IG Transjakarta)

Pemandangan transportasi publik yang demikian tentunya begitu menyejukkan kepala. Seorang ibu tidak lagi kesulitan bepergian sendiri sambil membawa anak menggunakan sarana transportasi umum. Tak ada lagi kerepotan ketika keluar atau masuk bus. Hal ini menjadi satu harapan saya sebagai seorang ibu yang kadang bepergian bersama anak. Semoga nantinya ada kesempatan merasakan keramahan sarana transportasi umum di negeri ini.

Keselamatan, keamanan dan kenyamanan dalam menggunakan sarana transpor umum ketika bepergian merupakan hal yang sangat dipertimbangkan dalam memilih jenis angkutan. Pemerintah telah menyediakan berbagai moda angkutan bagi rakyat yang sesuai kebutuhan. Di bawah naungan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) realisasi mimpi yang menghubungkan transpor tiap pulau, kota dan daerah di Indonesia diwujudkan.

Keselamatan berkendara diutamakan, keamanan perjalanan pun ditingkatkan dan kenyamanan terus diperbarui sesuai tren kebutuhan masyarakat. Ini semua adalah upaya Kemenhub meningkatkan pencapaian pembangunan sarana dan prasarana transportasi.

Tanpa tebang pilih Kemenhub menyentuh seluruh area baik darat, laut dan udara dari Sabang sampai Merauke. Selain itu, pengelolaan transpor ibu kota dan sekitarnya juga mendapat perhatian khusus. Urusan perkeretaapian pun tidak luput dari reformasi Kemenhub.

Halte Transjakarta (sumber: IG Transjakarta)

Saya sendiri cukup merasakan perubahan yang lebih baik ini. Tinggal di salah satu kota satelit yang tidak jauh dari ibu kota membuat saya harus tepat memilih sarana angkutan umum ketika bepergian ke pusat kota. Salah satu yang biasa digunakan adalah bus rapid transit (BRT) atau dikenal sebagai bus TransJakarta.

Kehadiran TransJakarta di kota satelit memberikan alternatif solusi yang aman dan nyaman bagi ibu yang bepergian bersama anaknya seperti saya. Inilah perubahan positif yang terasa cukup berhasil dicapai Kemenhub selama lima tahun terakhir. Selain itu, kehadiran sarana transpor umum massal terintegrasi juga memudahkan pengguna dalam menentukan pilihan moda transpor. Saat ini tidak perlu bingung memilih kendaraan umum, kita bahkan bisa berkeliling Jakarta hingga kota sekitarnya cukup dengan transportasi umum massal. Jadi, mau kemana saja bisa!



MRT Jakarta (sumber: IG MRTJakarta)

Stasiun MRT Fatmawati (sumber: dok. pribadi)

Pengembangan transportasi umum massal di sektor darat berupa hadirnya Mass Rapid Transit (MRT) menjadi angin segar dunia transportasi. Kemenhub terbukti mengutamakan keamanan, kenyamanan serta efisiensi dalam menyediakan layanan transpor. Saya begitu mudah berpindah moda transpor dari BRT ke MRT di stasiun transit lalu melanjutkan perjalanan lagi. Kemudahan seperti ini yang membuat pengguna merasa nyaman serta aman memakai transportasi massal.

Dalam laporan capaian lima tahun kinerja, Kemenhub memaparkan telah membangun dan mengembangkan  infrastruktur transportasi darat, laut, udara dan perkeretaapian. Indonesia adalah negara dengan kondisi geografis yang unik dan beragam. Hal ini bukanlah hambatan, justru inilah peluang yang sukses membuat Kemenhub menyejahterakan rakyat. Transportasi terhubung dengan mudah sehingga percepatan pembangunan di daerah lain pun meningkat.

Inilah program pembangunan fasilitas perhubungan darat, laut, udara serta kereta api di berbagai daerah di Indonesia yang telah dicapai Kemenhub lima tahun terakhir.


Capaian Kinerja 5 tahun Kemenhub (sumber: Kemehub RI)

Capaian ini menunjukkan kesungguhan Kemenhub dalam mengupayakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan transportasi bagi pengguna. Fasilitas angkutan umum masssal yang mudah, nyaman dan terjangkau begitu mengutamakan kesejahteraan rakyat. Meskipun begitu sebagai pengguna kita tidak lupa untuk memberikan kritik membangun bagi kemajuan negara.

Era media sosial kini membuat kita mudah menyampaikan saran dan kritik bagi negara. Segala keluhan yang dirasakan bisa disampaikan dengan mudah melalui media sosial Kemenhub serta berbagai penyedia jasa perhubungan lain. Misalnya, pengguna kereta yang pernah merasakan keterlambatan jadwal kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek hingga membuat penumpukan penumpang tidak perlu ragu menyampaikan kritiknya.

Halte Transjakarta CSW (sumber: poskotanews)

Kemacetan yang tidak terurai di rute BRT hingga waktu tunggu bus yang begitu lama menghabiskan waktu banyak hingga mengurangi efisiensinya. Selain itu, beragam sarana pendukung transportasi massal yang kurang ramah golongan rentan (ibu hamil, lansia, ibu dengan balita serta kaum difabel) harus menjadi catatan penting bagi Kemenhub bahwa pembuat kebijakan dan keputusan harus ikut menggunakan sarana yang telah dibuat dan dikelola.

Berdasarkan temuan Tempo, hanya tersedia tangga yang menghubungkan stasiun MRT dan halte Transjakarta di Bundaran HI. Ini menyebabkan penumpang hendak transit dari stasiun ke halte atau sebaliknya, harus naik tangga. Kemenhub harus melihat bagaimana jika kaum difabel menggunakan moda transpor ini? Apa saja kesulitan yang dirasakan para ibu dengan balita ketika memasuki halte BRT dengan tangga yang begitu tinggi? Bagaimana kaum lansia menaiki tangga? Terkadang untuk berjalan saja cukup sulit. Pengalaman pengguna ini dapat dijadikan Kemenhub sebagai perbaikan fitur transportasi kedepannya.

Bahwa besar harapan saya Kemenhub terus berupaya meningkatkan keselamatan, keamanan dan kenyamanan transportasi. Peningkatan layanan yang tentunya tidak terbatas hanya bagi kaum sehat namun juga bagi golongan rentan. Kemudahan akses bagi golongan rentan dapat menjadi salah satu tolak ukur suksesnya Kemenhub menghubungkan tiap jiwa di tanah Indonesia. Akses transpor selain sarana seperti petugas jaga hingga layanan konsumen yang siap sedia juga memudahkan pengguna segala usia dalam memanfaatkan pelayanan Kemenhub. Mimpi saya bisa membawa kereta bayi tanpa kesulitan di transportasi umum semoga kelak bisa terwujud.







Referensi:
  1. Laporan Kinerja 5 tahun Pembangunan dan Pengembangan Transportasi Indonesia.  Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. 2019
    2. tempo.co. Akses Integrasi MRT dan Transjakarta Tak Ramah Disabilitas   https://metro.tempo.co/read/1188943/akses-integrasi-mrt-dan-transjakarta-tak-ramah-disabilitas/ (diakses 12 November 2019)
Matahari tanpa malu memamerkan sinarnya hingga membuat mata menyipit. Tak jauh dari pintu masuk tampak kerumunan di tenda putih. Disanalah akhirnya saya mendapatkan tiket masuk Dunia Fantasi (Dufan). Entah berapa puluh purnama sudah berlalu sejak terakhir kali saya menapakkan kaki di Dufan. Sebuah tempat yang menyimpan jutaan teriakan juga tawa yang menyenangkan.



Saya memandang foto lusuh berlatar boneka-boneka. Dulu wahana inilah yang paling membuat hati senang, sedang yang lain hanya membuat perut terkocok dan air mata mengalir. Tidak banyak yang bisa dinaiki anak setinggi 120 cm saat itu. Anak-anak hanya bisa menonton orang dewasa berteriak-teriak dan tertawa riang. Rasa penasaran pun membuat para anak nekad berjanji akan kembali ke sini kalau sudah dewasa.

Ternyata tidak semua orang dewasa yang berada di Dufan cukup bernyali untuk mencoba permainan yang mengocok adrenalin. Inilah yang menyebabkan terbaginya pengunjung Dufan ke dalam dua golongan, haha. Pertama, mereka yang berani naik aneka wahana pengaduk adrenalin. Kedua, golongan yang tidak mau naik yang aneh-aneh sehingga membuat mereka menjadi penjaga tas temannya yang sedang naik.


Dufan memang menyenangkan dengan segala permainannya. Sejak dibuka pada 29 Agustus 1985 Dufan menjadi theme park pertama yang dipenuhi wisatawan se-Indonesia. Sebagaimana yang diceritakan Ticha Hestiningrum Desanti selaku Vice President Brand Promotion and Activation Dufan bahwa dengan mengunjungi Dufan semua orang dewasa bisa merasakan kebahagiaan seperti anak kecil lagi. Jadi, bisa dipastikan ketika seorang bermain di Dufan ia akan memiliki kenangan yang membuat bibirnya tersenyum lebar.


Hal ini akhirnya yang memotivasi Dufan untuk selalu menambah inovasi agar bisa dikenang hingga 10-20 tahun kemudian.
“Berawal dari keluhan pelanggan yang mengajak anak-anak namun sayang tinggi badan anaknya belum memenuhi syarat tinggi badan. Dufan membuat arena khusus wahana yang diperuntukkan bagi anak dengan tinggi minimal 100 dan 125 cm.” ungkap Vice President Dunia Fantasi, Bapak Reynon Vigor Adi Sukma. Ini membuktikan bahwa Dufan berani menerima kritik demi pelayanan yang lebih baik dan semakin ramah anak.


Di Gerbang Dunia Kartun by travelndate
Wahana baru ini berkumpul dalam satu arena bernama Dunia Kartun. Sebagaimana namanya, dunia kartun diharapkan bisa memenuhi ekspektasi anak-anak nekad yang siap diaduk dari ujung kepala hingga kaki, ehehe. Penampilan dunia kartun begitu memukau dengan bangunan yang berwarna-warni dan aneka bentuknya yang lucu-lucu serta jangan lupa terdapat juga titik-titik yang amat instagram-able untuk pepotoan.

Saya merasa berada di negeri dongeng dan menduga-duga apakah akan ada peri-peri ajaib serta kurcaci dari balik rumah-rumah gemas ini. Wow, lebih dari itu saya malah menemukan 7 tempat ajaib yang kece di sini. Tujuh wahana ajaib ini punya nama yang unik juga ada New Ontang-Anting, Karavel Kolibri, Paralayang, Turbo Drop, Zig-Zag, dan Baling-baling.


Kali ini Dufan berinovasi dengan menyediakan kursi pasangan di ontang-anting. Jadi, bagi orang tua yang ingin menemani putera-puterinya bisa memilih kursi berdua dan duduk manis menikmati ayunan 360 derajat. Perlu diwaspadai menaiki ontang-anting akan memberi sensasi terbang di langit, ehehe…


Karavel modelnya mirip lori. Kereta kecil-kecil ini bisa dinaiki berdua. Karavel berputar 360 derajat dengan kecepatan yang makin lama makin cepat lalu jalan mundur. Haduduh, anak saya aja ketagihan sampai minta naik dua kali.


Menaiki kolibri akan terasa seperti naik pesawat terbang yang berputar-putar. Selain itu, terdapat tombol untuk meninggikan pesawat sesuka hati. Nah, bagian ini bocah paling senang mencet tombol terus dan berada di atas.

Pencet terooos

Sebagaimana namanya yang mirip olahraga ekstrim, permainan paralayang juga membuat kita yang naik merasa melayang-layang tinggi melawan udara. Tidak jauh dari Paralayang kita akan dibuat kaget dengan adanya Turbo Drop alias histeria mini. Mirip dengan seniornya, turbo drop akan memberikan sensasi jatuh dari ketinggian 8 meter. Wahana ini aman untuk anak, hanya saja, saya melihat sekilas beberapa anak mengalirkan air mata saat naik ini. Yah, begitulah dek, rasa-rasanya jatuh dari ketinggian.


Melipir sedikit ke tengah ada wahana yang super menegangkan. Sumpah melihatnya aja saya ngeri, ahaha… Baling-baling ini bener-bener mirip baling-baling kipas yang dikocok, beneran deh bukan cuma berputar kanan kiri tapi juga atas bawah. Kalau ini sih, cocoknya untuk mereka para remaja dan dewasa yha…


Tak ketinggalan ada arena balap mobil sambil tabrak-tabrakan alias Zig-zag. Wahana mobil bertenaga listrik ini cocok buat keluarga yang ingin mengendarai mobil sendiri tapi tak kunjung lulus tes SIM, wkwkw…

Magical Unicorns

Unicorn memang lagi hits banget ya. Anak saya aja sampai minta topi unicorn yang kupingnya bisa gerak-gerak itu loh. Segala-galanya tentang unicorn memang menggemaskan. Mulai dari anak kecil sampai emak-emak juga senang punya barang lucu bertema makhluk ajaib ini.



A post shared by DufanAncol (@infodufan) on

Nah, daripada cuma lihat gambarnya nanti kamu bisa lihat langsung pertunjukan unicorns. Wahana ini akan berbentuk live show yang bercerita tentang unicorns dan makhluk ajaib lainnya. Anak-anak sudah pasti suka untuk nonton.

Pertunjukan Magical Unicorns bisa dinikmati pengunjung Dufan mulai tanggal 4 Oktober hingga 3 November 2019 tanpa perlu membeli tiket lagi. Jadi, jangan sampai ketinggalan wahana yang tak kalah ajaib ini!

Haunted Coaster

Saya selalu tertarik buat naik coaster. Kereta dengan rel ekstrim ini selalu membuat yang naik ketagihan. Kalau sekarang cuma ada satu coaster yang lumayan lama antrenya tapi mulai bulan Desember kamu gak perlu lama antre lagi karena ada wahana terbaru, Haunted Coaster!

Wahana Baru Dufan Haunted Coaster

Haunted coaster memiliki panjang lintasan 600 meter. Model Haunted Coaster adalah indoor coaster dengan sensasi horor yang turut memicu adrenalin. Dengan kecepatan 64 km/jam, tiga rangkaian kereta akan membawamu ke masa lalu dan bertemu dengan para manusia serigala yang bangkit kembali untuk memburumu.


Kereta berkapasitas lebih banyak penumpang ini juga memberikan sensasi turun tiba-tiba dari ketinggian 14 meter. Wah, saya makin penasaran seperti apa rasanya Haunted Coaster ini. Tunggu tanggal mainnya di bulan Desember nanti yhaa…

Nah, kalau mau menjadi yang duluan nyobain Magical Unicorns dan Haunted Coaster siap-siapin dulu tiketnya dari sekarang. Kebetulan lagi ada promo khusus bulan September ini kalau beli tiketnya online di sini kodeunikdufan


Padahal harga normal di Weekday 200rb dan 295rb untuk weekend. Kalau belinya sekarang kamu bisa dapet promo kodeunik dengan harga Weekday 145rb dan Weekend 195rb. Sedangkan bagi yang hobi banget ke Dufan sudah pasti bisa beli Annual pass di ancol.com cukup merogoh kocek sebesar 299rb kamu bisa masuk Dufan sepanjang tahun. Kapanpun, yang penting Dufannya buka ya, kalau tutup ya gak bisa masuklah yhaa~

Selamat hepi-hepi di tempat yang selalu membuat kita mengenang kebahagiaan, Dunia Fantasi yang membuat kita sejenak melupakan penat realita, ehehe...




Sudah baca buku apa hari ini?


Buku. Sebuah kata yang mengingatkan saya betapa indahnya rak-rak di perpustakaan dan toko buku. Ya, rak-rak berisi buku-buku dari seluruh dunia. Lalu, buku juga yang menjadikan saya kenal dengan suami dan ternyata eh berjodoh, alhamdulillah.

Tanggal 23 April merupakan Hari Buku Sedunia (World Book Day) yang diperingati sejak tahun 1995 oleh UNESCO. Ya, begitu pentingnya buku dan membaca hingga UNESCO memberikan para pembaca, penulis serta penerbit untuk merayakannya.

Jika ditanya kenapa saya senang membaca buku maka saya sendiri pun tidak tahu pasti jawabannya. Dibesarkan tanpa fasilitas buku dari orang tua, Saya kecil tidaklah seberuntung Maudy Ayunda yang dibawain sekoper penuh buku oleh ayahnya. Saya hanya senang pada buku yang awalnya saya temukan di perpustakaan SD. Ternyata melihat kumpulan buku di rak perpustakaan itulah bisa jadi pencetus kecintaan saya terhadap buku.


Photo by Jason Leung on Unsplash

Kecintaan pada buku yang saya rasakan makin berkembang ketika saya belajar Bahasa Indonesia di SMP. Cuplikan-cuplikan karya sastra seperti Sitti Nurbaya, Harimau! Harimau! serta puisi-puisi sastrawan yang semuanya berada dalam buku teks sekolah inilah yang membuat saya ingin tahu bukunya, seluruh ceritanya. *anaknya kepo

Berlama-lama di Gramedia untuk menumpang baca gratis rutin saya lakoni bersama beberapa teman. Jika kebetulan ada buku yang memang terbuka bungkusnya, ya saya baca aja. Kebetulan kan, tanpa perlu beli bisa baca, haha...

Semakin dewasa saya makin senang membaca. Harry Potter? Sampai tamat saya tungguin, walaupun minjam punya teman. Fiksi, non-fiksi saya ambil dari perpustakaan. Pas SMA pun akrab banget sama pustakawan perpus sekolah saking tiap harinya main ke perpustakaan. Iya, segitunya saya sama buku, haha...

Kecintaan saya pada buku tak kunjung padam. Saya tentu ingin mewariskan dan menumbuhkan cinta membaca pada puteri saya. Bersyukur saat ini di Indonesia sudah banyak diterbitkan buku-buku anak yang begitu mengagumkan (selain isinya, juga harganya #eh curhat). Dengan begitu, saya tidak perlu jauh-jauh bawa koper ke negeri tetangga buat beli buku. Cukup klik-klik, buku datang sendiri ke rumah, ya setelah dibayar tentunya, wkwk...

Kecintaan membaca begitu berbeda dengan semangat berbelanja buku. Ribuan orang boleh memadati acara penjualan buku besar-besaran Big Bad Wolf. Sayangnya, berapa persen dari buku yang dibeli ini dibaca hingga selesai? Ataukah lebih banyak yang tersimpan rapi di rak buku?

Kesadaran masyarakat untuk membaca menurut saya sudah semakin baik. Ini terlihat dari anak-anak yang difasilitasi dengan buku-buku berkualitas oleh orangtuanya. RPTRA di Jakarta pun sudah menyediakan pojok buku untuk anak-anak membaca. Perpustakaan makin rajin menggiatkan pengunjung untuk membaca buku. Penerbit dan penulis lokal begitu bersemangat menghasilkan karya terbaiknya untuk Indonesia.

Baca juga: Main ke Perpusnas

Setelah kemarin membeli beberapa buku di Big Bad Wolf, saya berharap kelak buku-buku ini akan digemari oleh anak saya. Diusianya yang sudah lancar membaca kelak saya membayangkan kami mendiskusikan isi buku-buku ini. Mulai dari sejarah, sains, sastra baik lokal maupun dunia. Saya ingin nantinya dia mengenal para sastrawan dari segala masa. Jane Austin, The Bronte Sisters, Mochtar Lubis, Marah Rusli, Ahmad Tohari, Chairil Anwar, Ajip Rosidi, Buya Hamka, Seno Gumira Ajidarma hingga Pramoedya Ananta Toer, Sapardi Djoko Damono, J.K. Rowling serta Eka Kurniawan. Hoeee... ini mah penulis favorit saya semuanya hahahaa....

Ya tentunya semua akan dipilihkan sesuai usianya nanti yhaa...


Melihat masa depan tentang buku dan membaca begitu membuat saya bersemangat. Membayangkan saya menantang puteri saya mengidentifikasi konflik di Tetralogi Pulau Buru, nilai-nilai budaya dalam Ronggeng Dukuh Paruk, melihat dia beragumen dan mengambil simpulan yang relevan dengan nilai-nilai kehidupan, ah semoga saja saya diberi waktu untuk itu semua.

Hari buku sedunia adalah refleksi bagi semua yang berharap bahwa membaca buku menjadikan diri kita dan anak-anak manusia sebagai yang selalu belajar. Buku, baik digital maupun cetak pasti akan dinantikan oleh pembaca. Tugas selanjutnya adalah bagaimana kita membuat aktivitas membaca dan mendiskusikan isi buku mendarah daging bagi diri dan penerus kita selanjutnya.

Happy World Book Day!!! Semoga buku membuat kita cinta membaca dan membaca membuat kita mencintai buku!

“Books have immortalized great minds. Books have kept ancients secrets alive. A world which least value books, least value the real essence of wisdom and least know how to preserve what is precious!”
― Ernest Agyemang Yeboah
Saya berubah.

Kehadiran seorang anak membuat saya berubah. Saya begitu mementingkan kebutuhan anak. Saya rela memerah ASI tengah malam hanya untuk memenuhi kebutuhan anak saya.

Ketika anak saya semakin besar dengan segala tingkahnya yang lucu, saya merasa senang. Melihat perkembangnya yang mengagumkan, saya merasa bangga. Hanya saja ketika menghadapi emosinya yang sulit, saya merasa kewalahan dan lelah.

Semua orang berkata, “Memang seperti itu rasanya mengurus anak.”
Semua orang berkata, “Yah, nanti kalau sudah besar bisa kangen anak pas masih kecil.”
Semua orang berkata, “Jadi ibu ya begitu, banyak berkorbannya.”
Apa-apaan ini?

Apakah harus sesulit itu hidup setelah menjadi ibu?

*
Photo by Jon Flobrant on Unsplash

Ilustrasi di atas adalah fakta yang seringkali ditemui dalam kehidupan sehari-hari para ibu. Betapa berbedanya hidup para perempuan ini setelah menjadi ibu. Tidak sedikit yang ketika berkeluh kesah pada orang lain bukannya mendapat dukungan justru menerima ceramah. Monmaap, maksud hati ingin didengar untuk melepas penat malah disemprot.

Berubahnya prioritas setelah menjadi ibu adalah keniscayaan. Perempuan manapun akan merasakannya. Siapapun dengan latar belakang apapun. Alangkah indahnya ketika perubahan yang terjadi ini justru bisa membuat sang ibu menjadi seseorang yang lebih baik. Hasil riset yang tertuang dalam Scientific America membuktikan adanya perubahan pada sel-sel otak perempuan karena proses kehamilan, melahirkan hingga menyusui. Hal inilah yang membuat ibu begitu penuh perhatian dan berusaha sebaik-baiknya dalam merawat anaknya.¹

Sisi positifnya adalah kemampuan perempuan yang telah menjadi ibu semakin lebih baik dalam hal merawat anak. Tak dipungkiri memang, merawat anak bukan sekedar memberi makan dan menyekolahkan. Lebih dari itu, membangun generasi terbaik berawal dari anak-anak yang dididik dengan baik.

Lalu, bisakah ibu mendidik anak-anak dengan baik jika berada dalam kondisi yang kurang baik?

Sebagai ibu, terkadang kita lupa akan kebutuhan kita sendiri. We care too much for our kids but we careless about ourselves. Kitalah yang pertama memastikan kebutuhan anak terpenuhi. Padahal riset terbaru menunjukkan bahwa memperhatikan perawatan diri (self-care) dan paham saat perlu bantuan merupakan hal penting untuk memastikan kita mewariskan kebahagiaan kita pada anak, bukan tekanan.² Dengan begitu, ibu yang bahagia dengan perannya akan membuat anak-anak lebih bahagia.

Jadi, mulai sekarang para ibu jangan sampai lupa untuk merawat diri. Baik merawat kesehatan fisik, jiwa maupun sosial. Buang semua yang racun-racun haha… Lakukan aktivitas yang membuat ibu merasa hidup, bukan hanya menjadi ibu tapi menjadi dirimu sendiri yang telah menjadi ibu. Ingat ya, Self-care isn’t selfish. Merawat diri bukan berarti ingin enak sendiri tanpa memikirkan yang lain. Sebaliknya, self-care merupakan cara sederhana untuk mengingat bahwa kita merawat diri sendiri sebaik kita merawat orang-orang di sekitar.

Bingung caranya self-care?

Saya akan cerita beberapa tips self-care yang pernah saya lakukan demi menjaga keutuhan diri sebagai ibu *eeaa…

1. Siapkan waktu untuk menenangkan diri
Berkutat dengan aktivitas yang tiada henti sejak membuka mata pastinya membuat kita merasa letih. Rasa letih merupakan alarm bagi tubuh bahwa kita perlu istirahat. Lakukan relaksasi dengan bernafas dalam sambil duduk bersila sejenak selama 5 menit.

2. Mengonsumsi makanan sehat (sayur/buah) dan minum air putih
Tubuh yang segar ditunjang oleh asupan makanan dan minuman sehat. Buah dapat dijadikan sebagai camilan sehat. Kandungan serat dalam sayur dan buah bermanfaat untuk kesehatan saluran pencernaan sedangkan air putih baik untuk ginjal dan menjaga kesegaran kulit.

3. Cukup olahraga
Olahraga dapat menambah suplai hormon endrofin dalam tubuh. Hormon inilah yang memicu perasaan positif hingga tubuhterasa segar setelah berolahraga. Jadi, sediakan waktu untuk joging di sekitar rumah sekitar 30 menit. Cukup dengan berkeringat yang sehat pun membuat bahagia.

4. Melakukan perawatan tubuh
Bagaimana caranya kita bisa merawat orang lain jika kita tidak merawat diri sendiri dahulu? Terkadang hal-hal kecil untuk merawat diri terlewat begitu saja. Padahal melalui cara sederhana kita bisa menghargai tubuh. Caranya cukup dengan mandi, keramas, memakai losion hingga merawat kulit wajah yang dapat dilakukan di rumah.

Berbicara mengenai produk perawatan tubuh pasti sudah tak terhitung yang dijual di pasaran. Ini yang kadang membuat kita jadi sulit memilih. Nah, saya sering mendengar ada yang bahannya dari susu kambing. Lho, susu kambing memangnya bagus ya buat kulit?

Berdasarkan riset di IPB, susu kambing Peranakan Etawah fermentasi dengan penambahan bakteri asam laktat berfungsi sebagai pemutih kulit.³ Wah, ini salah satu bukti bahwa susu kambing dapat digunakan untuk merawat kulit. Saya pun semangat mencari produk yang mengandung susu kambing hingga akhirnya dipertemukan dengan Velvy.

Velvy merupakan produk perawatan tubuh dengan bahan dasar susu kambing. Produk Velvy diantaranya body scrub, lotion susu kambing dan sabun susu kambing. Berdiri sejak 2013, membuat Velvy memberi perhatian khusus dalam inovasi produk berbahan alami.
Keunggulan Velvy sumber: velvybeauty.com

Inilah yang membuat Velvy menghasilkan produk yang ramah lingkungan dan aman bagi konsumen. Salah satu buktinya adalah Velvy tidak menggunakan bahan kimia berbahaya seperti paraben. Nah, ini cocok banget untuk ibu hamil dan menyusui, kan? Selain itu, produk Velvy juga tidak diujicobakan pada hewan sehingga membuat Velvy pantas menyandang cruelty free product.

Sabun susu kambing Velvy mengandung Alpha Hydroxy Acids (AHA) yang membantu membersihkan sel-sel kulit mati. Dengan begitu, sel kulit diperbarui sehingga makin putih dan halus. Susu kambing juga mengandung vitamin A yang sangat tinggi. Sebagaimana diketahui vitamin A sangat berperan dalam memperbaiki jaringan kulit. Kalau sudah begini kita bisa say Bhay! pada garis halus dan kerut-kerut pada kulit.

Sabun dan losion Susu Kambing Velvy memiliki 5 varian bahan terbaik alami diantaranya:
  1. Velvy Goat’s Milk Shower Cream Licorice & Shea Butter
  2. Velvy Goat’s Milk Shower Cream Rosehip Seed Oil & Peach
  3. Velvy Goat’s Milk Shower Cream Silk & Grape Seed Oil
  4. Velvy Goat’s Milk Shower Cream Royal Jelly & Sun Flower
  5. Velvy Goat’s Milk Shower Cream Green Tea & Aloe Vera
Kandungan bahan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan perempuan yang selalu aktif mengejar anak sehari-hari, eh. Jadi, ibu bisa pilih mana yang sesuai dengan kebutuhan kulitnya. Ukuran untuk Velvy Goat’s Milk Shower Cream memiliki 5 ukuran yang dibalut dengan kemasan menarik.

Ukuran serta varian Velvy shower cream sumber: IG Velvy
Sedangkan terdapat tiga ukuran untuk Velvy Goat’s Milk Body Lotion yakni, 95 ml, 300 ml dan 600 ml. Hal yang juga penting bagi saya sabun dan losion susu kambing Velvy sudah mendapat sertifikat halal MUI. Ini menunjukkan keunggulan Velvy yang mengutamakan kebaikan di setiap produknya.

Ukuran Velvy body lotion sumber: IG Velvy

Saya pun mencoba berkesempatan sabun dan losion varian green tea dan aloe vera. Seusai mandi saya cukup kaget dengan wangi dari sabun susu kambing velvy yang begitu menempel di kulit. Bahkan setelah mengeringkan tubuh yang muncul bukannya kulit kering tapi lembap dan halus. Selanjutnya, saya memakai losion varian yang sama. Kulit pun seketika berubah jadi makin lembut, lembap dan wangi dua kali lipat sebelumnya.



Saya makin rajin dong memakai losion setiap hari. Di cuaca yang selalu panas, tentu saya selalu butuh perlindungan sinar UV. Losion susu kambing Velvy memiliki perlindungan UV dan rasanya pun tidak lengket di kulit.

Kalau sudah begini, saya tidak khawatir memilih produk yang aman untuk merawat tubuh. Bagi saya, kehadiran Velvy dengan kandungan susu kambingnya menjadi rahasia agar kulit tetap sehat dan lembut. Seletih apapun beraktivitas, tubuh menjadi segar dan lembut setelah menggunakan sabun dan losion susu kambing Velvy. Kehadiran Velvy membuat self-care saya jadi makin menyenangkan. 



“How could you take care for people when you are not caring for yourself?”

Kita tidak pernah bisa mengisi gelas dari teko yang kosong. Begitu pun menjadi ibu. Ibu tak akan bisa menuangkan cinta untuk anak-anaknya jika ia belum mengisi cinta pada diri sendiri terlebih dahulu. Self-care yang dilakukan seorang ibu adalah caranya mencintai diri sendiri. Dengan begitu, ibu akan mampu menuangkan cinta terbaik bagi anaknya.

Semua orang punya kekurangan. Terkadang, kita juga mengalami hari yang tidak menyenangkan. Ada sisa-sisa stress yang pernah kita lalui. Cukup berbuat baik pada diri sendiri dengan memaafkan kesalahan diri ketika kita tidak bisa mengurus sesuatu hingga selesai.

Setelahnya pun kita tetap bisa mengusahakan yang terbaik. Tidak apa-apa, cucian dan setrikaan masih menumpuk kalau kita sudah terlalu lelah. Hal terpenting yang perlu disadari adalah kita perlu memanusiakan diri kita. Jangan sampai kesibukan mengurus hidup manusia lain membuat kita lupa merawat diri kita.



Referensi:
  1. Kinsley, C., & Lambert, K. (2006). The Maternal Brain. Scientific American, 294(1), 72-79. Retrieved from http://www.jstor.org/stable/26061302
  2. Parental Adverse Childhood Experiences and Offspring Development at 2 Years of Age. Alonzo T. Folger, Emily A. Eismann, Nicole B. Stephenson, Robert A. Shapiro, Maurizio Macaluso, Maggie E. Brownrigg, Robert J. Gillespie. Pediatrics Apr 2018, 141 (4) e20172826; DOI: 10.1542/peds.2017-2826
  3. Hanum, Zuraida. (2016). Potensi Susu Kambing Fermentasi dengan Penambahan Daun Kari (Murraya koenigii) sebagai Pemutih Kulit. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Setiap kali ketemu timbangan rasanya ketar ketir. Pikiran was-was memikirkan,
“Berapa kilo nih sekarang?”
“Naik gak ya?”
“Duh, kalau masih kurang gimana ni? Aih, kenapa segini-gini aja, padahal makan banyak.”
Walau emang sih, kadang gak doyan makan juga. Aduh mumetnya kepala rasanya...
Begitulah perasaan para ibu setiap kali mengajak anaknya pergi ke Posyandu untuk mengukur berat dan tinggi badan.



Merasakan hal yang sama? Tosss dulu yha.... Kita sama, senasib dalam memikirkan kenapa berat badan diri eh anak kita segitu aja dan minimalis banget naiknya.

Alhamdulillah, dalam peringatan Hari Gizi Nasional kemarin saya berkesempatan hadir untuk mengupas tuntas masalah berat badan anak. Nah, sekarang saya akan berbagi rahasia mengenai berat badan anak. Semoga setelah membaca ini dapat menghempas segala rasa cemas, penasaran dan berbagai alasan di balik misteri berat anak yang kadang sulit naik.

Salah satu indikator anak sehat adalah meningkatnya berat dan tinggi badan sesuai standar minimal. Sayangnya, merujuk pada hasil Riset Kesehatan Dasar  (RISKESDAS) tahun 2018 terdapat 17.7% balita yang mengalami berat badan kurang (underweight) dan berat badan sangat kurang (severe underweight). Ini menunjukkan bahwa berat badan kurang pada anak masih menjadi masalah bersama baik bagi orang tua maupun negara.



Lantas, kenapa jadi masalah negara juga? Anak-anak dengan berat badan yang kurang berpotensi memiliki gangguan tumbuh kembang hingga nanti pada saat dewasa dapat mengalami penurunan performa kerja, kecerdasan serta masalah kesehatan lainnya. Dampak jangka panjang yang begitu berpengaruh untuk kelangsungan sumber daya manusia di Indonesia.

Inilah alasan mengapa kebutuhan nutrisi seorang anak menjadi penting untuk dipenuhi. Anak membutuhkan nutrisi untuk aktivitas (energi), tumbuh kembang (menjadi dewasa), pemulihan serta menjalankan fungsin tubuhnya. Hal ini berbeda dengan orang dewasa yang tidak akan mengalami proses tumbuh kembang lagi. Oleh sebab itu, orang tua perlu memperhatikan kebutuhan nutrisi anak.

Kebutuhan nutrisi yang seimbang ditandai dengan adanya peningkatan berat dan tinggi badan. Pemantauan berat badan, tinggi badan serta lingkar kepala dapat dilakukan orang tua minimal 8 kali dalam setahun sebagai upaya deteksi dini masalah pertumbuhan. Hasil pemeriksaan dimasukkan ke dalam grafik standar sesuai WHO. Nah, dari hasil inilah kita dapat mengetahui status gizi anak, apakah baik, kurang atau berlebih.
Selama BB anak dalam grafik antara 2 dan -2 tandanya anak bergizi baik


Anak belum bisa memilih sendiri makanan mana yang baik untuk mereka makan. Nah, disinilah tugas  orang tua menjadi penentu untuk memilih asupan yang sehat dan pola makan yang baik bagi anak. Adapun komponen gizi yang harus ada pada makanan diantaranya, karbohidrat, protein hewani dan ikan, kacang-kacangan, buah dan sayuran serta lemak dan susu. Inilah asal dari menu empat bintang pada MPASI. Jadi, sejak dimulainya MPASI hingga anak makan makanan keluarga keempat komponen zat gizi ini harus selalu ada dalam satu piring makan.

Dokter Conny Tanjung Sp.A(K) juga mengungkapkan bahwa orang tua perlu memiliki kesadaran akan masalah berat badan kurang pada anak. Segeralah mencari bantuan dari tenaga kesehatan untuk memperbaiki status gizi anak. 

dr. Conny Sp.A(K)

Saya sendiri juga mengalami betapa pusingnya kepala ketika berat badan anak tidak bertambah. Ditambah pula menghadapi banyaknya trik beralasan tidak bisa menghabiskan makanan atau tidak mau makan. Ini sudah seperti masalah nasional seluruh ibu yaitu membuat anak mau makan hingga berat badan sesuai standar. Facing the same problems? Yes, we are.

Saat diskusi bersama kemarin, Psikolog Ajeng Raviando mengungkapkan bahwa menjadi orang tua baru pastinya akan mengalami perubahan. Perubahan-perubahan ini terjadi pada emosi dan hubungan sosial. Penyesuaian emosi seperti perasaan senang, cemas dan iri timbul saat melihat kondisi orang tua atau anak lain. Ini kadang menimbulkan rasa takut tidak bisa menjadi orangtua yang baik. Perubahan hubungan sosial misalnya frustrasi atas hilangnya kebebasan pribadi dan bertambahnya tanggung jawab baru serta adanya perasaan lebih menghargai orang tua.


Ajeng Raviando

Orang tua milenial membutuhkan banyak energi untuk mengasuh anak. Penting bagi orang tua memberikan makanan bergizi bagi anak-anak. Realitanya? Bhay… Perkara makan makanan bagi anak tidak semudah itu. Ada anak yang pemilih, ada yang tidak mau mencoba makanan baru, dan segudang alasan di balik penolakan terhadap makanan. Belum lagi kebutuhan finansial yang meningkat tentunya turut menambah daftar penyebab sakit kepala.


Pertanyaan-pertanyaan mengenai berat badan cenderung dihindari orang tua agar tidak menjadi beban psikologis. Padahal penting bagi orang tua berperan aktif untuk mencari solusi yang bijak terhadap masalah berat anak. Ada peran besar orang tua dalam memberikan teladan pola makan yang sehat dan baik di rumah.


Masalah berat badan yang kurang ideal biasanya disebabkan dari luar dan dalam tubuh anak. Penyebab dari luar misalnya makanan yang kurang disukai (picky eater), pemberian makanan yang kurang lengkap gizinya serta adanya infeksi. Sedangkan penyebab dari dalam biasanya disebabkan pengaruh genetik warisan orang tua dan kesehatan tubuh anak seperti ada masalah pada gigi, mulut dan saluran cerna.

Nah, orang tua harus jeli melihat kondisi anak. Apa yang menyebabkan anak tidak berminat makan? Makanankah atau kondisi tubuh anak? Orang tua dapat melakukan tips singkat ini untuk membuat anak  bahagia dengan aktivitas makan sehingga dapat meningkatkan berat anak.

  1. Jangan menyerah mengenalkan jenis makanan baru yang mungkin harus ditawarkan 10-15 kali sampai anak mau memakannya.
  2. Makan terjadwal dengan tidak memberikan makanan manis (baik minuman berupa jus, susu atau kue-kue) sebelum waktu makan.
  3. Berikan menu yang tinggi protein, kalori dan zat besi.
  4. Mematikan segala jenis gawai (TV, Ponsel, Komputer) yang bisa mengalihkan perhatian saat jam makan.
  5. Berikan contoh kebiasaan pola makan yang baik di rumah.
  6. Berikan kalimat-kalimat positif tentang makanan agar tertanam afirmasi yang baik pada anak.

Awalnya memang tidak mudah bagi orang tua membiasakan tips di atas. Seiring pembiasaan dan penjelasan yang diberikan pada anak, lama kelamaan anak bisa menyerap dan memahami bahwa makan yang sehat adalah untuk kebaikan dirinya.

 

Peringatan Hari Gizi Nasional menyadarkan kembali kita akan pentingnya memenuhi gizi anak yang sedang tumbuh dan berkembang. Dalam mendukung kampanye kesadaran gizi dalam keluarga, Danone menyediakan platform website www.cekberatanak.co.id. Dengan begitu, orang tua diharapkan lebih mudah untuk memantau berat badan anak dari mana saja dan kapan saja. Jadi, jangan takut konsultasi ke tenaga kesehatan untuk menyelesaikan masalah berat badan anak yang kurang. Tidak lain dan tidak bukan adalah demi masa depan anak-anak kita.