Shiva's Cozy Home




Pandemi Covid-19 mengubah segalanya, aktivitas masyarakat yang dulu bebas menjadi terbatas. Belum pernah terbayang kita akan menghadapi wabah penyakit yang begitu cepat menyebar dan dapat menyerang siapa saja. Akhirnya, keputusan diambil untuk menghindari peningkatan penularan. Pemerintah melakukan pembatasan keramaian. Hal ini diharapkan menjadi salah satu penghambat penyebaran covid 19.


Sekolah, kantor dan fasilitas publik yang biasanya dipenuhi obrolan, gelak tawa dan candaan antar manusia menjadi kosong. Ini juga berpengaruh langsung pada keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat. Ayah, ibu dan anak-anak merasakan dampak pandemi ini. Anak-anak tidak bisa lagi bermain bersama kawan-kawannya di sekolah ataupun tempat publik lainnya. Orang tua juga khawatir akan tertular penyakit, baik dirinya maupun keluarganya. Perubahan aktivitas dalam waktu singkat ini dapat berdampak pada kesehatan sosial emosional anak di dalam keluarga.


Rasa cemas perlahan berkurang sebab penularan covid 19 mulai melandai. Selain itu, pemerintah juga membuka fasilitas umum dan aktivitas keramaian dengan tetap memenuhi protokol kesehatan. Dalam masa transisi, perubahan membuat kita harus beradaptasi, mulai memiliki rutinitas yang berbeda, dan lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan sosial.


Keluarga menjadi pendukung utama dalam tumbuh kembang anak. Berdasarkan, data UNICEF tahun 2021, bentuk stress yang dialami anak-anak selama pandemi seperti kekhawatiran akan tertinggal pelajaran di sekolah, kecemasan mengenai kembali masuk sekolah serta tantangan lainnya terkait dengan pembelajaran jarak jauh. Selain anak-anak orang tua rupanya juga mengalami tingkat stress dan depresi yang lebih tinggi. Ini disebabkan oleh kekhawatiran tidak terpenuhinya kebutuhan sehari-hari dan takut akan penularan penyakit. Kondisi demikian akan menghambat orang tua dalam memenuhi kebutuhan psikologis dan emosional anak.


Danone Indonesia begitu memperhatikan kondisi keluarga di Indonesia. Dalam rangka menyambut Hari Keluarga Nasional dengan semangat kebiasaan baru, yang diperingati tanggal 29 Juni 2022, Danone menyelenggarakan seminar daring bertema “Kiat Keluarga Indonesia Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi”. Para narasumber webinar merupakan ahli di bidang kesehatan keluarga. Danone Indonesia bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menghadirkan dr. Irma Ardiana, MAPS selaku Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak serta dokter spesialis tumbuh kembang anak dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH serta ibu inspiratif founder Joyful Parenting 101, Cici Desri. 


Narasumber webinar

Seminar daring siang itu dapat dihadiri oleh seluruh keluarga Indonesia. Para narasumber pun membagikan ilmu yang begitu bermanfaat bagi peserta. Menurut penulis, mungkin ini termasuk satu dari efek positif adanya pandemi covid 19 yang menjadikan jangkauan akses informasi lebih luas, berbeda dengan sebelum pandemi yang masih terbatas.


Bapak Arif Mujahidin selaku Corporate Communication Director Danone Indonesia membuka webinar dengan menyampaikan bahwa memasuki masa transisi merupakan kesempatan baik untuk mengasah dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak, terutama dalam perkembangan sosial emosionalnya. Selain itu, direktur perusahaan juga meraih penghargaan Public Relation Indonesia Awards 2022 menceritakan sebagai perusahaan yang ramah keluarga, Danone memberi dukungan kepada para orang tua berupa pemberian cuti melahirkan bagi karyawan yaitu, cuti 6 bulan bagi ibu dan 10 hari bagi ayah yang sudah berlangsung lebih dari 5 tahun. Penulis turut senang bahwa ada perusahaan yang begitu menghargai peran orang tua baru jauh sebelum adanya rancangan undang-undang yang sedang diatur DPR mengenai hak cuti melahirkan. 


Bicara Gizi di Hari Keluarga Nasional 2022 ini diharapkan menjadi sarana edukasi kesehatan yang dapat membantu masyarakat semakin paham pentingnya kolaborasi pengasuhan dalam mengembangkan aspek sosial emosional anak. 


Dimensi Ibangga

Hari Keluarga Nasional tanggal 29 Juni 2022 mengangkat tema “Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting”. Ibu dr. Irma Ardiana, MAPS merupakan Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak, BKKBN memaparkan bahwa keluarga adalah yang pertama berperan dalam pendidikan dan pengasuhan anak. Pengasuhan sangat berpengaruh pada perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak. Adanya pengasuhan bersama antara ayah dan ibu akan memberikan cinta, penerimaan, penghargaan, motivasi, dan bimbingan kepada anak-anak mereka. 


Dokter Irma juga menambahkan, dengan pola pengasuhan kolaboratif, orang tua berperan dalam mendukung kebutuhan nutrisi, kasih sayang dan akses belajar untuk membantu anak memenuhi milestone aspek perkembangan. Dengan demikian, dalam konteks percepatan penurunan stunting, pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan sangat penting untuk memastikan kebutuhan nutrisi dan psiko-sosial terpenuhi sejak janin sampai dengan anak usia 23 bulan. Selanjutnya, sepanjang masa tumbuh kembang, kebutuhan fisik, psikis, sosial dan emosional anak juga perlu diperhatikan orang tua. 


Keluarga juga memiliki fungsi untuk memenuhi ketentraman, kemandirian dan kebahagiaan setiap anggota keluarga. Fungsi ini merupakan dimensi dari indeks pembangunan keluarga (IBangga) yang memiliki 17 variabel. Semua parameter dalam IBangga menjelaskan hal penting yang perlu dilakukan suami dan istri dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Pada tahun 2021 hasil sensus keluarga menunjukkan capaian IBangga nasional dengan skor 54,01. Angka ini bermakna kondisi keluarga rata-rata dalam status berkembang. Skor ini dinilai cukup baik karena mendekati target capaian sebesar 55. Adapun dari 3 dimensi IBangga, indeks kemandirian memiliki nilai paling rendah. 


KKA online

Saat ini sudah tersedia kartu kembang anak online (KKA) yang diluncurkan BKKBN dalam bentuk aplikasi pada telepon pintar. Kehadiran KKA BKKBN diharapkan bisa memudahkan orang tua memantau pertumbuhan dan perkembangan anak di semua aspek. Pembaca bisa mengunduh aplikasi ini dan mengisi data anak sesuai usia lalu mengecek apa saja aspek yang sudah tercapai.  


Narasumber webinar selanjutnya adalah seorang dokter spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang di RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, Dr. dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), MPH, yang biasa dipanggil dokter Bernie menjelaskan tentang perkembangan otak anak sejak awal kehamilan yang terus tumbuh hingga sepanjang usia. Selain itu, dari riset ditemukan bahwa perkembangan emosi dan sosial anak berkaitan erat dengan kecerdasan otak dan sistem pencernaan yang sehat. Oleh sebab itu, penting bagi orang tua untuk memahami bahwa makanan yang dimakan anak, kecerdasan otak dan perkembangan sosial emosionalnya saling mempengaruhi. Jika anak makan makanan bergizi baik maka anak memiliki sistem pencernaan sehat. Anak yang dipenuhi kebutuhan sosial emosionalnya mempengaruhi kecerdasan otak menjadi semakin baik. Hasilnya anak akan mampu menjadi anak hebat sepanjang perkembangannya.


stimulasi anak

Selanjutnya, dokter yang juga tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memaparkan tentang cara agar anak-anak dapat beradaptasi kembali dengan normal, memiliki keterampilan sosial-emosional yang memadai, serta memiliki kemampuan berpikir yang baik. Salah satunya melalui peran orang tua dalam memantau perkembangan sosial emosional anak secara berkala serta memberikan stimulasi dan nutrisi yang tepat. Aspek sosial dan emosional sangat penting bagi anak untuk mencapai tahap kehidupan dan agar anak bisa bersaing di fase selanjutnya sejak remaja, dewasa hingga lanjut usia. 


Anak-anak mungkin akan merasa kebingungan menghadapi perubahan di masa transisi pasca pandemi. Ada tempat dan rutinitas baru saat kembali menjalani kehidupan dan interaksi sosial sehingga kemungkinan dapat menimbulkan masalah sosial-emosional. Hal ini bisa berbeda dampaknya sesuai dengan usia anak dan dukungan dari lingkungannya. Perkembangan emosi dan sosial yang terganggu dapat mempengaruhi peluang adanya masalah kesehatan di masa dewasa, misalnya gangguan kognitif, depresi, dan potensi penyakit tidak menular. Inilah alasan pentingnya bagi orangtua untuk paham dengan baik mengenai perkembangan sosial emosional anak khususnya di masa transisi pasca pandemi.


Hubungan makanan dengan otak

Ada hubungan yang saling mempengaruhi antara pertumbuhan sel saraf di otak dengan jenis makanan yang dimakan. Makanan yang sehat seperti kacang-kacangan, gandum, yang mengandung prebiotik dan probiotik sangat bagus dalam merangsang pertumbuhan dan perlindungan sel otak. Adapun jenis makanan tinggi lemak dan tinggi gula sebaliknya membuat penurunan dan peradangan pada sel otak. 


Selanjutnya, pola asuh keluarga yang demokratik sangat ideal dalam membantu perkembangan sosial emosional anak. Selain itu, cara mengajarkan sosial emosional pada anak dapat dilakukan orang tua sebagai contoh utama bagi anak, misalnya menjadi contoh makan makanan yang bergizi dan senang berolahraga; mengajak anak terlibat dalam mengambil keputusan keluarga, serta memotivasi anak untuk empati pada sebaya dan mengungkapkan perasaan mereka tanpa rasa takut. 



Cici Desrie merupakan founder Joyful Parenting 101 memiliki puteri berusia 5 tahun. Cici mengupayakan pengasuhan kolaboratif di rumah antara orang tua, dan anggota keluarga lain yang ada di rumah. Adapun kunci utama pola pengasuhan kolaboratif adalah berbagi peran antara ayah, ibu serta menumbuhkan rasa percaya, aman dan nyaman bagi anak sesuai dengan preferensi masing-masing keluarga. Selain itu, berkomunikasi dengan pihak sekolah anak dan guru juga penting agar bisa memantau perkembangan anak. 


Tips Optimalkan perkembangan Sosial emosional anak di Masa Transisi dapat dilakukan oranag tua dengan cara:

  1. Menceritakan apa yang akan ditemui anak misalnya akan bertemu anak lain seusianya. Memberikan penjelasan mengenai hal-hal yang boleh dilakukan dan tidak boleh saat bertemu orang banyak. 
  2. Merupakan hal bawaan dan kebutuhan anak untuk bersosialisasi, orang tua yakin bahwa anak mampu beradaptasi
  3. Ajak anak berbicara, berdiskusi dan berpikir apa yang akan dilakukan jika bertemu teman baru dan boleh juga mempersiapkan anak mengunjungi sekolah terlebih dahulu sebelum mulai.


Perlu peran penting dari semua pihak untuk mengoptimalkan perkembangan sosial emosional anak. Kerjasama antara ayah, ibu, guru dan lingkungan di sekitar anak mampu menjadikan anak hebat di masa yang akan datang. 
























Buku selalu menjadi benda yang membahagiakan untuk dimiliki, dibaca dan dikoleksi. Kesenangan membaca adalah anugerah yang akan membuat akal lebih cerdas dan bijak. Tanpa perlu mengalami langsung suatu peristiwa kita dapat merasakannya langsung dari berbagai cerita dalam buku. Buku-buku terbaik, karya terbaik akan memberikan jejak yang selalu diingat. 

Josh Applegate on Unsplash

Di Indonesia, mengutip laporan kompas.com bahwa Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) Republik Indonesia menemukan capaian indeks budaya membaca tahun 2019 mencapai 53,84 (kategori sedang). Perpusnas memperoleh angka ini dari survei kegemaran membaca di 102 kabupaten dan kota pada 34 provinsi. Berita ini belum cukup menggembirakan dalam angka peningkatan minat membaca. Masih banyak yang perlu diupayakan agar masyarakat cinta membaca dan tentunya dibutuhkan kerjasama serta dukungan semua pihak menjadi penggerak minat baca.

Bertepatan dengan Hari Buku Sedunia pada 23 April 2021, Danone Indonesia meluncurkan program BACA. Program ini berupa ajakan untuk mencintai kegiatan membaca sambil berbuat baik melalui sumbangan buku bacaan yang ditujukan bagi anak. Kali ini, Danone Indonesia bekerjasama dengan Tentang Anak berupaya agar anak-anak Indonesia senang membaca dan berbuat baik. Dengan begitu, literasi anak di Indonesia diharapkan terus meningkat. 



Peluncuran program ini dihadiri oleh Dokter Mesty Ariotedjo, Sp.A sebagai CEO Tentang Anak, Bapak Arif Mujahidin sebagai Corporate Communication Danone Indonesia serta Fathya Artha, M.Sc., M.Psi selaku Psikolog & Co-Founder Tigagenerasi. Acara berlangsung secara daring dan tetap menyenangkan hati untuk diikuti kala pandemi. Ketiga narasumber yang ahli di bidangnya ini membawakan informasi yang bermanfaat untuk dilakukan selama bulan Ramadan dan mudah dilakukan di rumah.


Banyaknya informasi yang memicu kerancuan di media sosial melatarbelakangi dokter Mesty untuk memberikan informasi yang tepat dan berdasarkan fakta. Akses informasi yang terbatas bagi masyarakat umum membuat beliau ingin meluruskan hal-hal yang kurang tepat berdasarkan keilmuannya sebagai dokter spesialis anak. Sejak pandemi inilah Tentang Anak diluncurkan agar dapat memberikan informasi yang benar pada khalayak mengenai tumbuh kembang anak. Niat baik ini terkoneksi dengan Danone Indonesia hingga keduanya berkolaborasi untuk aktif berperan meningkatkan minat baca pada anak.

Dokter Mesty juga memberikan tips untuk melatih anak berpuasa di bulan Ramadan. Anak-anak yang penuh rasa ingin tahu pasti ingin mencoba berpuasa. Nah, orangtua penting untuk mengetahui apa saja hal-hal yang perlu dipersiapkan. Hal terpenting adalah kondisi anak yang sehat secara fisik dan mental. Sebenarnya hukum puasa untuk anak pun tidak wajib jika untuk mengenalkan boleh, tapi tetap memperhatikan kondisi anak. Selain itu, perhatikan juga berat badan dan tinggi badan anak berdasarkan kurva pertumbuhan. Apakah titiknya sudah berada pada garis aman yang ditandai dengan garis hijau? Jika sesuai maka silakan Ayah dan Bunda mengajak anak-anak belajar berpuasa. 


Kebutuhan Nutrisi Anak Berpuasa

1. Makanan dengan gizi seimbang

Berikan anak makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Protein, lemak dan serat berfungsi untuk mempertahankan rasa kenyang. Saat sahur disarankan makan yang berkadar glikemik rendah seperti, nasi, ubi, kacang hijau, roti gandum dan apel. Sedangkan, di saat berbuka sebaliknya perlu makanan berglikemik tinggi seperti kentang, nasi, roti serta manisan buah.

2. Kebutuhan cairan yang cukup

Agar anak tidak dehidrasi maka diperlukan cairan yang cukup. Cairan yang dimaksud bisa berasal dari minuman atau makanan yang kadar airnya tinggi seperti sayur dan buah. Kebutuhan cairan anak berbeda tiap usia. Oleh sebab itu, ini harus diperhatikan oleh orangtua. Jangan biarkan anak dehidrasi jika sudah ada tanda -tanda ini:
  • Anak tampak pucat, lesu, lelah dan mata cekung
  • Buang air kecil sedikit dan warnanya kuning pekat
  • Anak tidak merespon cepat/ aktif
  • Kesadaran anak menurun 
     



Waspadai tanda di atas sebelum parah. Jika anak terlihat lemas maka silakan tawarkan air untuk minum, tidak perlu memaksakan berpuasa terus hingga Maghrib. Ingat, anak-anak hanya belajar belum diwajibkan seperti kita.

Paparan yang menarik mengenai literasi anak dibawakan oleh Psikolog TigaGenerasi Fathya Artha, M.Sc., M.Psi. Ini membuat kita sebagai orang tua lebih membuka mata mengenai pentingnya membaca sejak dini untuk anak. Jangan sampai anak merasa membaca itu menjadi sebuah paksaan sebab membaca dengan cinta itu lebih baik daripada memaksa membaca. 

Fakta mengenai proses belajar membaca dan membaca untuk belajar ada dua hal yang berdampingan. Anak perlu belajar membaca bersamaan dengan itu ia pun akan membaca untuk mendapatkan pengetahuan baru. Jadi, jangan heran kalau setelah anak bisa membaca akan timbul banyak pertanyaan dari hal yang ia baca. Misalnya, makna dari kata dalam buku yang merek belum tahu pasti akan membuat mereka bertanya pada kedua orangtuanya. Pengalaman saya sendiri adalah makin banyak pertanyaan yang membuat saya harus pandai memilih kata agar anak mudah memahami jawabannya. Wah, ternyata anak bisa membaca akan menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua.

Adapun manfaat membaca bersama anak ataupun membaca sendiri bagi anak sangat banyak. Jadi, mulai saat ini tidak ada alasan untuk tidak membaca buku bersama anak. Ingat satu hal yang juga penting bahwa anak melihat dan meniru orangtuanya maka ketika pastikan anak juga melihat orangtuanya membaca buku. Jika tidak suka membaca bagaimana? Cobalah memulai untuk mencintai membaca, insya Allah bisa. Pasti akan sangat seru nanti saat anak-anak makin besar dan bisa membaca buku-buku bagus bersama kita, mendiskusikan cerita-ceritanya, dan menebak-nebak latar belakang penulis mengarang cerita itu. 


Pilih-pilih buku bacaan juga perlu diperhatikan orangtua. Anak usia dini bisa dipilihkan buku cerita bergambar dengan kata-kalimat yang pendek dan sedikit. Anak usia sekolah bisa dipilihkan cerita lebih panjang dengan ilustrasi yang lebih sedikit. 

Dalam rangka turut merayakan Hari Buku Sedunia, Danone Indonesia mempersembahkan program BACA yang berkolaborasi dengan Tentang Anak. Tujuannya adalah untuk mengajak kita semua semakin mencintai membaca dan memberi kebaikan untuk anak-anak melalui sumbangan 1.000 buku bacaan.

Buku-buku yang disumbangkan adalah buku bertema kebaikan. Harapannya agar para pembaca berusia dini terbiasa berbuat baik seperti mengucapkan “Maaf”, “Terima Kasih”, dan “Tolong” sedangkan Danone Indonesia sendiri ikut menyumbangkan buku “Sampahku Tanggung Jawabku” dan “Isi Piringku”. Donasi Danone Indonesia diharapkan bisa menanamkan pola makan gizi seimbang dan kebiasaan hidup bersih bagi anak usia 4-6 tahun. 


Danone Indonesia dan Tentang Anak menggalang donasi 5.000 Buku Serial “Sikap Baik” untuk seluruh anak Indonesia. Target penyaluran donasi adalah panti asuhan area Jabodetabek, pasien anak, serta beberapa PAUD dan posyandu. Dengan memberi manfaat seluas-luasnya program BACA Danone Indonesia dan Tentang Anak turut mendukung peningkatan literasi anak.

Di tengah Ramadhan ini sungguh besar kebaikan dan manfaat yang akan didapat oleh semua orang. Teman-teman cukup dengan berdonasi melalui @wecare.id dan kebaikan kita akan sangat besar manfaatnya bagi anak-anak Indonesia. Mari melipatgandakan kebaikan melalui BACA!



Sumber: 




Berlindung dari jejak matahari yang meninggi, mereka menunggu. Untungnya tidak sampai lima menit, datanglah yang sudah dinanti. Wanita itu bangkit dan mendorong kereta bayi bersamanya. Tak ada kesulitan memasukkan kereta bayi ke dalam kendaraan yang hendak ditumpangi. Pintu bus yang lebar dan dekatnya jarak antara jalan dengan pijakan bus memudahkan ia membawa anak. Bepergian bersama bayi kecilnya begitu mudah, cukup dengan menggunakan transportasi umum ia bisa kemana saja.


Bus Listrik Transjakarta (sumber: IG Transjakarta)

Pemandangan transportasi publik yang demikian tentunya begitu menyejukkan kepala. Seorang ibu tidak lagi kesulitan bepergian sendiri sambil membawa anak menggunakan sarana transportasi umum. Tak ada lagi kerepotan ketika keluar atau masuk bus. Hal ini menjadi satu harapan saya sebagai seorang ibu yang kadang bepergian bersama anak. Semoga nantinya ada kesempatan merasakan keramahan sarana transportasi umum di negeri ini.

Keselamatan, keamanan dan kenyamanan dalam menggunakan sarana transpor umum ketika bepergian merupakan hal yang sangat dipertimbangkan dalam memilih jenis angkutan. Pemerintah telah menyediakan berbagai moda angkutan bagi rakyat yang sesuai kebutuhan. Di bawah naungan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) realisasi mimpi yang menghubungkan transpor tiap pulau, kota dan daerah di Indonesia diwujudkan.

Keselamatan berkendara diutamakan, keamanan perjalanan pun ditingkatkan dan kenyamanan terus diperbarui sesuai tren kebutuhan masyarakat. Ini semua adalah upaya Kemenhub meningkatkan pencapaian pembangunan sarana dan prasarana transportasi.

Tanpa tebang pilih Kemenhub menyentuh seluruh area baik darat, laut dan udara dari Sabang sampai Merauke. Selain itu, pengelolaan transpor ibu kota dan sekitarnya juga mendapat perhatian khusus. Urusan perkeretaapian pun tidak luput dari reformasi Kemenhub.

Halte Transjakarta (sumber: IG Transjakarta)

Saya sendiri cukup merasakan perubahan yang lebih baik ini. Tinggal di salah satu kota satelit yang tidak jauh dari ibu kota membuat saya harus tepat memilih sarana angkutan umum ketika bepergian ke pusat kota. Salah satu yang biasa digunakan adalah bus rapid transit (BRT) atau dikenal sebagai bus TransJakarta.

Kehadiran TransJakarta di kota satelit memberikan alternatif solusi yang aman dan nyaman bagi ibu yang bepergian bersama anaknya seperti saya. Inilah perubahan positif yang terasa cukup berhasil dicapai Kemenhub selama lima tahun terakhir. Selain itu, kehadiran sarana transpor umum massal terintegrasi juga memudahkan pengguna dalam menentukan pilihan moda transpor. Saat ini tidak perlu bingung memilih kendaraan umum, kita bahkan bisa berkeliling Jakarta hingga kota sekitarnya cukup dengan transportasi umum massal. Jadi, mau kemana saja bisa!



MRT Jakarta (sumber: IG MRTJakarta)

Stasiun MRT Fatmawati (sumber: dok. pribadi)

Pengembangan transportasi umum massal di sektor darat berupa hadirnya Mass Rapid Transit (MRT) menjadi angin segar dunia transportasi. Kemenhub terbukti mengutamakan keamanan, kenyamanan serta efisiensi dalam menyediakan layanan transpor. Saya begitu mudah berpindah moda transpor dari BRT ke MRT di stasiun transit lalu melanjutkan perjalanan lagi. Kemudahan seperti ini yang membuat pengguna merasa nyaman serta aman memakai transportasi massal.

Dalam laporan capaian lima tahun kinerja, Kemenhub memaparkan telah membangun dan mengembangkan  infrastruktur transportasi darat, laut, udara dan perkeretaapian. Indonesia adalah negara dengan kondisi geografis yang unik dan beragam. Hal ini bukanlah hambatan, justru inilah peluang yang sukses membuat Kemenhub menyejahterakan rakyat. Transportasi terhubung dengan mudah sehingga percepatan pembangunan di daerah lain pun meningkat.

Inilah program pembangunan fasilitas perhubungan darat, laut, udara serta kereta api di berbagai daerah di Indonesia yang telah dicapai Kemenhub lima tahun terakhir.


Capaian Kinerja 5 tahun Kemenhub (sumber: Kemehub RI)

Capaian ini menunjukkan kesungguhan Kemenhub dalam mengupayakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan transportasi bagi pengguna. Fasilitas angkutan umum masssal yang mudah, nyaman dan terjangkau begitu mengutamakan kesejahteraan rakyat. Meskipun begitu sebagai pengguna kita tidak lupa untuk memberikan kritik membangun bagi kemajuan negara.

Era media sosial kini membuat kita mudah menyampaikan saran dan kritik bagi negara. Segala keluhan yang dirasakan bisa disampaikan dengan mudah melalui media sosial Kemenhub serta berbagai penyedia jasa perhubungan lain. Misalnya, pengguna kereta yang pernah merasakan keterlambatan jadwal kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek hingga membuat penumpukan penumpang tidak perlu ragu menyampaikan kritiknya.

Halte Transjakarta CSW (sumber: poskotanews)

Kemacetan yang tidak terurai di rute BRT hingga waktu tunggu bus yang begitu lama menghabiskan waktu banyak hingga mengurangi efisiensinya. Selain itu, beragam sarana pendukung transportasi massal yang kurang ramah golongan rentan (ibu hamil, lansia, ibu dengan balita serta kaum difabel) harus menjadi catatan penting bagi Kemenhub bahwa pembuat kebijakan dan keputusan harus ikut menggunakan sarana yang telah dibuat dan dikelola.

Berdasarkan temuan Tempo, hanya tersedia tangga yang menghubungkan stasiun MRT dan halte Transjakarta di Bundaran HI. Ini menyebabkan penumpang hendak transit dari stasiun ke halte atau sebaliknya, harus naik tangga. Kemenhub harus melihat bagaimana jika kaum difabel menggunakan moda transpor ini? Apa saja kesulitan yang dirasakan para ibu dengan balita ketika memasuki halte BRT dengan tangga yang begitu tinggi? Bagaimana kaum lansia menaiki tangga? Terkadang untuk berjalan saja cukup sulit. Pengalaman pengguna ini dapat dijadikan Kemenhub sebagai perbaikan fitur transportasi kedepannya.

Bahwa besar harapan saya Kemenhub terus berupaya meningkatkan keselamatan, keamanan dan kenyamanan transportasi. Peningkatan layanan yang tentunya tidak terbatas hanya bagi kaum sehat namun juga bagi golongan rentan. Kemudahan akses bagi golongan rentan dapat menjadi salah satu tolak ukur suksesnya Kemenhub menghubungkan tiap jiwa di tanah Indonesia. Akses transpor selain sarana seperti petugas jaga hingga layanan konsumen yang siap sedia juga memudahkan pengguna segala usia dalam memanfaatkan pelayanan Kemenhub. Mimpi saya bisa membawa kereta bayi tanpa kesulitan di transportasi umum semoga kelak bisa terwujud.







Referensi:
  1. Laporan Kinerja 5 tahun Pembangunan dan Pengembangan Transportasi Indonesia.  Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. 2019
    2. tempo.co. Akses Integrasi MRT dan Transjakarta Tak Ramah Disabilitas   https://metro.tempo.co/read/1188943/akses-integrasi-mrt-dan-transjakarta-tak-ramah-disabilitas/ (diakses 12 November 2019)
Matahari tanpa malu memamerkan sinarnya hingga membuat mata menyipit. Tak jauh dari pintu masuk tampak kerumunan di tenda putih. Disanalah akhirnya saya mendapatkan tiket masuk Dunia Fantasi (Dufan). Entah berapa puluh purnama sudah berlalu sejak terakhir kali saya menapakkan kaki di Dufan. Sebuah tempat yang menyimpan jutaan teriakan juga tawa yang menyenangkan.



Saya memandang foto lusuh berlatar boneka-boneka. Dulu wahana inilah yang paling membuat hati senang, sedang yang lain hanya membuat perut terkocok dan air mata mengalir. Tidak banyak yang bisa dinaiki anak setinggi 120 cm saat itu. Anak-anak hanya bisa menonton orang dewasa berteriak-teriak dan tertawa riang. Rasa penasaran pun membuat para anak nekad berjanji akan kembali ke sini kalau sudah dewasa.

Ternyata tidak semua orang dewasa yang berada di Dufan cukup bernyali untuk mencoba permainan yang mengocok adrenalin. Inilah yang menyebabkan terbaginya pengunjung Dufan ke dalam dua golongan, haha. Pertama, mereka yang berani naik aneka wahana pengaduk adrenalin. Kedua, golongan yang tidak mau naik yang aneh-aneh sehingga membuat mereka menjadi penjaga tas temannya yang sedang naik.


Dufan memang menyenangkan dengan segala permainannya. Sejak dibuka pada 29 Agustus 1985 Dufan menjadi theme park pertama yang dipenuhi wisatawan se-Indonesia. Sebagaimana yang diceritakan Ticha Hestiningrum Desanti selaku Vice President Brand Promotion and Activation Dufan bahwa dengan mengunjungi Dufan semua orang dewasa bisa merasakan kebahagiaan seperti anak kecil lagi. Jadi, bisa dipastikan ketika seorang bermain di Dufan ia akan memiliki kenangan yang membuat bibirnya tersenyum lebar.


Hal ini akhirnya yang memotivasi Dufan untuk selalu menambah inovasi agar bisa dikenang hingga 10-20 tahun kemudian.
“Berawal dari keluhan pelanggan yang mengajak anak-anak namun sayang tinggi badan anaknya belum memenuhi syarat tinggi badan. Dufan membuat arena khusus wahana yang diperuntukkan bagi anak dengan tinggi minimal 100 dan 125 cm.” ungkap Vice President Dunia Fantasi, Bapak Reynon Vigor Adi Sukma. Ini membuktikan bahwa Dufan berani menerima kritik demi pelayanan yang lebih baik dan semakin ramah anak.


Di Gerbang Dunia Kartun by travelndate
Wahana baru ini berkumpul dalam satu arena bernama Dunia Kartun. Sebagaimana namanya, dunia kartun diharapkan bisa memenuhi ekspektasi anak-anak nekad yang siap diaduk dari ujung kepala hingga kaki, ehehe. Penampilan dunia kartun begitu memukau dengan bangunan yang berwarna-warni dan aneka bentuknya yang lucu-lucu serta jangan lupa terdapat juga titik-titik yang amat instagram-able untuk pepotoan.

Saya merasa berada di negeri dongeng dan menduga-duga apakah akan ada peri-peri ajaib serta kurcaci dari balik rumah-rumah gemas ini. Wow, lebih dari itu saya malah menemukan 7 tempat ajaib yang kece di sini. Tujuh wahana ajaib ini punya nama yang unik juga ada New Ontang-Anting, Karavel Kolibri, Paralayang, Turbo Drop, Zig-Zag, dan Baling-baling.


Kali ini Dufan berinovasi dengan menyediakan kursi pasangan di ontang-anting. Jadi, bagi orang tua yang ingin menemani putera-puterinya bisa memilih kursi berdua dan duduk manis menikmati ayunan 360 derajat. Perlu diwaspadai menaiki ontang-anting akan memberi sensasi terbang di langit, ehehe…


Karavel modelnya mirip lori. Kereta kecil-kecil ini bisa dinaiki berdua. Karavel berputar 360 derajat dengan kecepatan yang makin lama makin cepat lalu jalan mundur. Haduduh, anak saya aja ketagihan sampai minta naik dua kali.


Menaiki kolibri akan terasa seperti naik pesawat terbang yang berputar-putar. Selain itu, terdapat tombol untuk meninggikan pesawat sesuka hati. Nah, bagian ini bocah paling senang mencet tombol terus dan berada di atas.

Pencet terooos

Sebagaimana namanya yang mirip olahraga ekstrim, permainan paralayang juga membuat kita yang naik merasa melayang-layang tinggi melawan udara. Tidak jauh dari Paralayang kita akan dibuat kaget dengan adanya Turbo Drop alias histeria mini. Mirip dengan seniornya, turbo drop akan memberikan sensasi jatuh dari ketinggian 8 meter. Wahana ini aman untuk anak, hanya saja, saya melihat sekilas beberapa anak mengalirkan air mata saat naik ini. Yah, begitulah dek, rasa-rasanya jatuh dari ketinggian.


Melipir sedikit ke tengah ada wahana yang super menegangkan. Sumpah melihatnya aja saya ngeri, ahaha… Baling-baling ini bener-bener mirip baling-baling kipas yang dikocok, beneran deh bukan cuma berputar kanan kiri tapi juga atas bawah. Kalau ini sih, cocoknya untuk mereka para remaja dan dewasa yha…


Tak ketinggalan ada arena balap mobil sambil tabrak-tabrakan alias Zig-zag. Wahana mobil bertenaga listrik ini cocok buat keluarga yang ingin mengendarai mobil sendiri tapi tak kunjung lulus tes SIM, wkwkw…

Magical Unicorns

Unicorn memang lagi hits banget ya. Anak saya aja sampai minta topi unicorn yang kupingnya bisa gerak-gerak itu loh. Segala-galanya tentang unicorn memang menggemaskan. Mulai dari anak kecil sampai emak-emak juga senang punya barang lucu bertema makhluk ajaib ini.



A post shared by DufanAncol (@infodufan) on

Nah, daripada cuma lihat gambarnya nanti kamu bisa lihat langsung pertunjukan unicorns. Wahana ini akan berbentuk live show yang bercerita tentang unicorns dan makhluk ajaib lainnya. Anak-anak sudah pasti suka untuk nonton.

Pertunjukan Magical Unicorns bisa dinikmati pengunjung Dufan mulai tanggal 4 Oktober hingga 3 November 2019 tanpa perlu membeli tiket lagi. Jadi, jangan sampai ketinggalan wahana yang tak kalah ajaib ini!

Haunted Coaster

Saya selalu tertarik buat naik coaster. Kereta dengan rel ekstrim ini selalu membuat yang naik ketagihan. Kalau sekarang cuma ada satu coaster yang lumayan lama antrenya tapi mulai bulan Desember kamu gak perlu lama antre lagi karena ada wahana terbaru, Haunted Coaster!

Wahana Baru Dufan Haunted Coaster

Haunted coaster memiliki panjang lintasan 600 meter. Model Haunted Coaster adalah indoor coaster dengan sensasi horor yang turut memicu adrenalin. Dengan kecepatan 64 km/jam, tiga rangkaian kereta akan membawamu ke masa lalu dan bertemu dengan para manusia serigala yang bangkit kembali untuk memburumu.


Kereta berkapasitas lebih banyak penumpang ini juga memberikan sensasi turun tiba-tiba dari ketinggian 14 meter. Wah, saya makin penasaran seperti apa rasanya Haunted Coaster ini. Tunggu tanggal mainnya di bulan Desember nanti yhaa…

Nah, kalau mau menjadi yang duluan nyobain Magical Unicorns dan Haunted Coaster siap-siapin dulu tiketnya dari sekarang. Kebetulan lagi ada promo khusus bulan September ini kalau beli tiketnya online di sini kodeunikdufan


Padahal harga normal di Weekday 200rb dan 295rb untuk weekend. Kalau belinya sekarang kamu bisa dapet promo kodeunik dengan harga Weekday 145rb dan Weekend 195rb. Sedangkan bagi yang hobi banget ke Dufan sudah pasti bisa beli Annual pass di ancol.com cukup merogoh kocek sebesar 299rb kamu bisa masuk Dufan sepanjang tahun. Kapanpun, yang penting Dufannya buka ya, kalau tutup ya gak bisa masuklah yhaa~

Selamat hepi-hepi di tempat yang selalu membuat kita mengenang kebahagiaan, Dunia Fantasi yang membuat kita sejenak melupakan penat realita, ehehe...




Sudah baca buku apa hari ini?


Buku. Sebuah kata yang mengingatkan saya betapa indahnya rak-rak di perpustakaan dan toko buku. Ya, rak-rak berisi buku-buku dari seluruh dunia. Lalu, buku juga yang menjadikan saya kenal dengan suami dan ternyata eh berjodoh, alhamdulillah.

Tanggal 23 April merupakan Hari Buku Sedunia (World Book Day) yang diperingati sejak tahun 1995 oleh UNESCO. Ya, begitu pentingnya buku dan membaca hingga UNESCO memberikan para pembaca, penulis serta penerbit untuk merayakannya.

Jika ditanya kenapa saya senang membaca buku maka saya sendiri pun tidak tahu pasti jawabannya. Dibesarkan tanpa fasilitas buku dari orang tua, Saya kecil tidaklah seberuntung Maudy Ayunda yang dibawain sekoper penuh buku oleh ayahnya. Saya hanya senang pada buku yang awalnya saya temukan di perpustakaan SD. Ternyata melihat kumpulan buku di rak perpustakaan itulah bisa jadi pencetus kecintaan saya terhadap buku.


Photo by Jason Leung on Unsplash

Kecintaan pada buku yang saya rasakan makin berkembang ketika saya belajar Bahasa Indonesia di SMP. Cuplikan-cuplikan karya sastra seperti Sitti Nurbaya, Harimau! Harimau! serta puisi-puisi sastrawan yang semuanya berada dalam buku teks sekolah inilah yang membuat saya ingin tahu bukunya, seluruh ceritanya. *anaknya kepo

Berlama-lama di Gramedia untuk menumpang baca gratis rutin saya lakoni bersama beberapa teman. Jika kebetulan ada buku yang memang terbuka bungkusnya, ya saya baca aja. Kebetulan kan, tanpa perlu beli bisa baca, haha...

Semakin dewasa saya makin senang membaca. Harry Potter? Sampai tamat saya tungguin, walaupun minjam punya teman. Fiksi, non-fiksi saya ambil dari perpustakaan. Pas SMA pun akrab banget sama pustakawan perpus sekolah saking tiap harinya main ke perpustakaan. Iya, segitunya saya sama buku, haha...

Kecintaan saya pada buku tak kunjung padam. Saya tentu ingin mewariskan dan menumbuhkan cinta membaca pada puteri saya. Bersyukur saat ini di Indonesia sudah banyak diterbitkan buku-buku anak yang begitu mengagumkan (selain isinya, juga harganya #eh curhat). Dengan begitu, saya tidak perlu jauh-jauh bawa koper ke negeri tetangga buat beli buku. Cukup klik-klik, buku datang sendiri ke rumah, ya setelah dibayar tentunya, wkwk...

Kecintaan membaca begitu berbeda dengan semangat berbelanja buku. Ribuan orang boleh memadati acara penjualan buku besar-besaran Big Bad Wolf. Sayangnya, berapa persen dari buku yang dibeli ini dibaca hingga selesai? Ataukah lebih banyak yang tersimpan rapi di rak buku?

Kesadaran masyarakat untuk membaca menurut saya sudah semakin baik. Ini terlihat dari anak-anak yang difasilitasi dengan buku-buku berkualitas oleh orangtuanya. RPTRA di Jakarta pun sudah menyediakan pojok buku untuk anak-anak membaca. Perpustakaan makin rajin menggiatkan pengunjung untuk membaca buku. Penerbit dan penulis lokal begitu bersemangat menghasilkan karya terbaiknya untuk Indonesia.

Baca juga: Main ke Perpusnas

Setelah kemarin membeli beberapa buku di Big Bad Wolf, saya berharap kelak buku-buku ini akan digemari oleh anak saya. Diusianya yang sudah lancar membaca kelak saya membayangkan kami mendiskusikan isi buku-buku ini. Mulai dari sejarah, sains, sastra baik lokal maupun dunia. Saya ingin nantinya dia mengenal para sastrawan dari segala masa. Jane Austin, The Bronte Sisters, Mochtar Lubis, Marah Rusli, Ahmad Tohari, Chairil Anwar, Ajip Rosidi, Buya Hamka, Seno Gumira Ajidarma hingga Pramoedya Ananta Toer, Sapardi Djoko Damono, J.K. Rowling serta Eka Kurniawan. Hoeee... ini mah penulis favorit saya semuanya hahahaa....

Ya tentunya semua akan dipilihkan sesuai usianya nanti yhaa...


Melihat masa depan tentang buku dan membaca begitu membuat saya bersemangat. Membayangkan saya menantang puteri saya mengidentifikasi konflik di Tetralogi Pulau Buru, nilai-nilai budaya dalam Ronggeng Dukuh Paruk, melihat dia beragumen dan mengambil simpulan yang relevan dengan nilai-nilai kehidupan, ah semoga saja saya diberi waktu untuk itu semua.

Hari buku sedunia adalah refleksi bagi semua yang berharap bahwa membaca buku menjadikan diri kita dan anak-anak manusia sebagai yang selalu belajar. Buku, baik digital maupun cetak pasti akan dinantikan oleh pembaca. Tugas selanjutnya adalah bagaimana kita membuat aktivitas membaca dan mendiskusikan isi buku mendarah daging bagi diri dan penerus kita selanjutnya.

Happy World Book Day!!! Semoga buku membuat kita cinta membaca dan membaca membuat kita mencintai buku!

“Books have immortalized great minds. Books have kept ancients secrets alive. A world which least value books, least value the real essence of wisdom and least know how to preserve what is precious!”
― Ernest Agyemang Yeboah