/* related post */

July 18, 2017

Library Journey: Perpustakaan Umum Daerah Jakarta Selatan

Apakah yang terbayang ketika kamu mendengar kata perpustakaan?

Sebuah tempat yang penuh dengan bukukah?

Sebuah tempat yang membosankan?

Atau sebaliknya perpustakaan merupakan tempat yang menyenangkan selain di depan layar handphone atau laptop.


Kalau bagi saya sih, sama seperti kata Mr. Borges, perpustakaan merupakan surga, sepakat bangetlah, wkwk...



Nah, pertanyaan yang cukup menggelitik juga nih, "kapan terakhir kali kamu ke perpustakaan?" 


Udah, jawab dalam hati aja kok, gapapa..


Tak bisa dipungkiri keberadaan perpustakaan dulu begitu dibutuhkan bagi pembaca buku atau sumber bacaan lainnya untuk mencari informasi. Namun, sekarang segalanya berubah sejak ada mesin pencari Google di internet. Tak perlu susah payah mencari jawaban sebab sekarang semuanya tinggal ketik dan taraaammm keluar deh jawabannya.  


Well, internet is kinda magic which truly happens. I admit it. 


July 9, 2017

How To Make Pizza in a Pan A.K.A Pizza Teflon


Perubahan peran setelah menikah ternyata cukup besar bagi saya. Ternyata sudah tiga tahun lebih saya menjalani peran sebagai istri. Oleh sebab itu, cukup terasa ada perubahan mulai dari perubahan jiwa, pikiran serta kemampuan memasak haha.


Sebelum nikahan mah boro-boro mau nyoba resep makanan baru. Lihat ada foto makanan-makanan lucu di sosmed ya cukup dilihat ada dan komentar "enak nih", dalam hati tanpa ada motivasi mempraktikkannya


Kalau sekarang, saya punya tantangan untuk mencoba minimal tigapuluh resep baru sepanjang tahun 2017. Sudah berapa yang tercapai hingga saat ini? Hahaha... Saya juga lupa, sebab tidak menghitung resep yang baru diujicoba di dapur. Wehhh.. gak terukur dong kalau gitu.. wkwkwk.


Memasak bagi saya semenjak jadi istri merupakan akivitas keseharian yang tidak ada berhentinya. Hahaha.. iyalah tiap hari saya yang masak di rumah, mulai sarapan sampai makan malam. Termasuk juga cemilan buat Kristal seperti puding atau donat. 

June 16, 2017

DIY: Pokemon Stress Ball


Bulan Juni ini sejak sibuk dengan ritme Ramadhan saya belum bikinin mainan lagi buat Kristal. Iseng-iseng lihat pinterest ada yang lucu dan mudah dibikin. Stress Ball namanya. Apakah itu? Jadi, stress ball ini bisa dibilang sejenis bola yang bisa dipencet-pencet gitu. Terbuat dari balon yang diisi tepung. 


Rencana eksekusi Pokemon stress ball agak lama karena belum ketemu dengan botol bekas. Ini penting sebab untuk dapat memasukkan tepung ke dalam balon kita pakai botol plastik bekas minuman. 





Baiklah berikut ini bahan yang diperlukan untuk membuat DIY Pokemon Stress Ball.

1. Balon warna warni
2. Tepung terigu
3. Botol plastik bekas minuman
4. Spidol marker warna warni atau pulpen berwarna
5. Corong atau kertas sebagai corong 
6. Contoh muka berbagai Pokemon

June 11, 2017

Konsumtif: Gaya Hidup atau Kebutuhan?



Berbicara mengenai konsumtif maka tidak bisa terlepas dari yang namanya berbelanja. Benar apa betul? Ya, melalui belanja inilah kita mendapatkan barang yang kita konsumsi baik dengan belanja online ataupun belanja langsung.













Nah, sekarang pertanyaannya adalah seberapa sering kamu belanja online? HAHAHA.


Saya sih, Kadang. Slow, kalau sering juga gapapa kok, di sini akuh enggak nge-judge. Lol


Iya, serius kadang-kadang kalau ada baju dan diskon yang lucu di-favorite dululah.

June 3, 2017

5 Tips Memilih Warna Rumah


Rumah menjadi tempat paling nyaman untuk kita pulang. Kemana saja dan sejauh mana kita pergi dari rumah maka kita hanya akan ingin pulang kembali ke rumah. 
Setiap orang memiliki standar rumah ideal yang berbeda baik dari ukuran, lokasi dan desain. Salah satu unsur yang paling berpengaruh dalam rumah adalah warna. Pemilihan warna baik eksterior maupun interior rumah akan sangat berpengaruh pada penghuni rumah tersebut.



Tahun 2011, Kemal Yildirim dkk meneliti mengenai efek warna interior terhadap mood dan preferensi. Hasilnya dipublikasikan dalam Journal of Perceptual and Motor Skills menunjukkan bahwa warna-warna hangat menghasilkan respon partisipan yang lebih kuat, bersemangat dan tertarik. Warna-warna dingin lebih diasosiasikan dengan tidak terlalu membangkitkan semangat tetapi lebih pada keleluasaan dan ketenangan. Secara umum, warna-warna dingin dan akromatik memicu emosi yang lebih tenang dan damai (Yildirim et. Al, 2011).