April 21, 2018

 Sepanjang tahun 2018 ini ada beberapa target pencapaian yang begitu menantang bagi saya. Saya berkesempatan mempelajari hal baru. Saya merasakan semangat yang menyegarkan dan begitu berbeda kali ini. Haha… maklum ya, namanya udah lama belum belajar sesuatu yang serius. Jadi, rasanya bener-bener ghirah gitu.

 Julie's Peanut Butter  
Berhubung saya punya aktivitas baru selain nulis blog dan di luar peran keluarga, tentunya perlu alokasi waktu khusus. Kalau begitu, biasanya saya bikin rencana belajar selama sepekan. Apa saja yang mulai akan dikerjakan, sudah dikerjakan dan sudah sejauh mana dari target selesai. Ini khusus buat aktivitas baru saya, belajar tentang sekolah rumah (homeschooling) usia dini secara daring.


Alhamdulillah, kelas daring berlangsung malam hari. Jadi, setelah suami pulang saya serahkan urusan Kristal dan apapun padanya sedangkan saya fokus belajar di kelas virtual. Kelas virtualnya pun ada tugasnya lho, makanya ini bikin saya perlu usaha lebih dalam mengatur waktu sehari-hari.


Aktivitas padat? Sudah pasti. Lelah? Kadang ada, ya namanya juga manusia. Bosan? Enggak sama sekali. Ini pasti karena saya suka banget dengan rutinitas baru, bukan yang itu-itu aja, wkwk.. gaya banget ah! Iyalah, air aja kalau gak gerak jadi sarang nyamuk nan tidak berfaedah apalagi kita, manusia kalau hidup gak dinamis ya gak hidup alias mati, ye kan?


Saya ingin menjadi seorang istri dan ibu yang bukan sekedar menjalani rutinitas. Saya berharap ada sesuatu dibalik rutinitas yang diharapkan akan bermanfaat buat diri sendiri maupun orang lain. Bergabungnya saya dengan beberapa komunitas baik komunitas blogger ataupun sekolah rumah membuat saya menjadi lebih hidup. Ada hal yang mampu saya berikan sesuai dengan kemampuan saya.


Dukungan sepenuhnya datang dari suami yang selalu mengingatkan hidup jangan cuma begitu-begitu aja. Biasanya kami mengobrol mulai dari hal-hal kecil yang bikin tertawa bareng sampai juga obrolan serius di pagi hari setelah subuh.


Bercerita tentang kehidupan yang sudah dan akan dilalui keluarga memang paling asik ditemani juga camilan enak seperti Julie’s Peanut Butter Sandwich. Biskuit dengan lapisan selai kacang ini terasa berbeda di lidah. Awalnya,saya berprasangka selai kacangnya pasti terasa manis sebagaimana umumnya selai kacang. Tetapi, ini bener-bener beda ya, duh saya jadi malu atas prasangka saya.



Julie’s Peanut Butter Sandwich memiliki rasa selai yang lebih terasa gurihnya dengan manis yang pas. Rasa gurih selai berpadu dengan biskuit yang cenderung asin menjadikannya Julie’s lebih legit saat digigit.

Aih, saya suka yang begini nih..



Biasanya saya kurang terlalu doyan biskuit kacang karena aromanya yang agak menusuk hidung. Berbeda dari yang biasanya Julie’s Peanut Butter Sandwich memiliki aroma yang menyenangkan untuk dihidu, haha.. Enak banget wangi selai kacangnya sungguh menggoda. Suka deh, pokoknya. Apalagi si Kristal pas nyobain sekali eh minta nambahnya berkali-kali. Separuh bungkus biskuit habis sama dia seorang, wkwkw… doyan bener neng?

Julie’s Peanut Butter Sandwich diproduksi negara tetangga, Malaysia. Khusus pemasaran di Indonesia Julie’s telah lulus sertifikasi halal Majelis Ulama Indonesia (MUI). Semua produk biskuit dari Julie’s telah mendapat sertifikasi halal yang berlaku sampai tahun 2019.

 

Lomba Foto Julie’s Berhadiah Microwave

Bagi kamu yang seneng ngemil dan tergoda untuk mencicipi Julie’s di tiap gigitannya, cus ke Indomaret terdekat dan temukan Julie’s Peanut Butter Sandwich 90 gr. Struk belinya disimpan dulu. Terus seru-seruan foto bareng Julie’s Peanut Butter Sandwich dengan tema Buah Tangan #PenuhCintaDariJulies.



Kalau sudah foto-foto, unggah hasilnya dan ceritakan dengan siapa kamu berbagi kelezatan Julie’s Peanut Butter disertakan tagar #BuahTanganPenuhCintaDariJulies.
Kalau mau unggah ke Facebook, kamu dapat mengunggahnya di Fanpage Julie’s Peanut Butter: Julie’s Indonesia atau dapat juga ke Instagram Julies @julies.ind. Syarat dan ketentuan lomba bisa dilihat di bit.ly/BuahTanganPenuhCintaDariJulies
Lomba ini berlangsung sampai 30 April 2018. Yuk, ah cepetan ikut. Siapa sih yang gak mau hadiah segini banyak:
  • Juara 1: Mendapat 1 pcs Modena microwave senilai Rp 5.000.000 + Shopping voucher senilai Rp 1.000.000 dan paket produk
  • Juara 2: Mendapat cooking set senilai 2.000.000 + Shopping voucher Rp 1.000.000 dan paket produk
  • Hadiah hiburan untuk 10 pemenang berupa shopping voucher senilai @ Rp 250.000 dan paket produk
Aaakk… aduhai microwave, belum punya nih… saya jadi kepingin juga.. wkwk
Ayo ah, ikutan semua, saya tunggu ya… Semoga dapet rezeki yang pas..



March 12, 2018

Bibir kering bukanlah masalah baru bagi saya. Sayangnya, ini jadi masalah hidup yang enggak kelar-kelar. Kadang menyebalkan rasanya, sudah pakai produk sana-sini belum juga menghilangkan keringnya bibir saya ini.

“Itu mah dehidrasi kali”

Ah, gimana mau dehidrasi kalau seharian sudah minum berbotol-botol yang sebotolnya sekitar 800 ml coba?


Jantung saya terkesiap seketika setelah melihat e-mail yang baru masuk sore itu. Ini dia nih, e-mail yang saya tunggu-tunggu kedatangannya setelah mengisi formulir pendaftaran workshop menulis dengan cinta. Ketika itu memang saya pasrahkan hasilnya apakah terpilih atau tidak. Akan tetapi, di lubuk hati terdalam, tak dipungkiri saya kepingin banget terpilih. Alhamdulillah, Allah menjawab keinginan saya. Jadilah saya berkesempatan belajar menulis dengan cinta bersama Dini Fitria.

March 10, 2018


Seusai berolahraga sore itu, tiba-tiba saya merasakan sakit di area bawah perut. Padahal ini belum masanya sindroma pra-menstuasi. Saya pun mencoba istirahat dengan menyandarkan tubuh ke dinding. Rasa dingin dari dinding menembus pori-pori ditambah lagi baju yang saya kenakan telah dibanjiri keringat. Ah, ternyata beristirahat pun tidak mengurangi rasa sakit ini.


Akhirnya, saya mencoba untuk minum air putih lebih banyak dengan maksud menghilangkan sakit. Tidak lama setelah minum, justru saya merasa kandung kemih begitu penuh dan berkeinginan untuk buang air kecil (BAK). Alangkah sakitnya BAK yang saya rasakan, hampir membuat saya tidak ingin BAK lagi.

March 7, 2018

Judul Buku: It's Ramadan, Curious George

Penulis: Hena Khan

Ilustrasi: Mary O'Keefe Young

Tahun terbit: May 2016

Penerbit: Houghton Mifflin Harcourt (HMH) Publishing Company

Tebal: 14 halaman board book, 9 x 0.5 x 8 inchi

Level Pembaca: Usia Pra-sekolah ke atas



Apa yang terpikir jika kita mendengar Curious George? Pasti beberapa dari kita pernah melihat serial animasinya di televisi. Seekor monyet yang sangat ingin tahu dan kadang malah tidak sengaja membuat kekacauan karena tingkahnya.



Tingkah laku George ini merupakan analogi dari sifat anak-anak yang selalu penuh rasa ingin tahu dan ingin mencoba. Buku ini merupakan seri George merayakan beberapa hari besar lainnya seperti Natal, Hanukah, Halloween, St. Patrick Day dan Parade Day



Dikisahkan George memiliki seorang teman baru bernama Kareem. Kareem adalah anak lelaki dari sebuah keluarga Muslim. Nah, saat bulan Ramadan tiba Kareem belajar untuk melakukan ibadah puasa. Sebagaimana anak-anak seusianya Kareem merasa lapar ketika tiba waktunya makan siang. Padahal ia masih harus menahan rasa lapar dan hausnya hingga matahari terbenam. 


Cerita George yang menemani Kareem ini begitu hangat. Cerita mengenai Ramadan dan tradisi di bulan puasa digambarkan begitu sederhana tapi kena di hati. Saya sebagai pembaca yang membacakan putri saya cerita ini sangat dimudahkan untuk menjelaskan tentang bulan Ramadan. 


Sahur di pagi hari untuk berpuasa Ramadan dan juga melakukan sedekah kepada orang lain yang membutuhkan menjadi point yang juga utama dalam buku ini. Terdapat bagian Kareem dan George menyiapkan barang-barang untuk dibagikan pada orang yang membutuhkan. Beginilah deskripsi suasana Ramadan sesungguhnya yang memang perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak kita.


Ilustrasi yang disajikan begitu menyenangkan mata. Suasana yang digambarkan begitu sesuai, bagaimana persiapan Ramadan begitu meriah karena semua orang bergembira. Selain itu, warna yang cerah benar-benar membuat suasana Ramadan begitu hidup. Pada bagian samping buku terdapat ilustrasi apa yang dikisahkan pada halaman tersebut. 


Menjelang Idul Fitri Kareem memberikan hadiah bagi temannya, George dan lelaki topi kuning. Ini menggambarkan semangat berbagi kebahagiaan kepada siapapun tak pandang bulu. Dalam hal ini, saya sepakat bahwa bulan suci Ramadan memiliki esensi kembali kepada fitrah bahwa manusia pada fitrahnya cenderung kepada kebaikan dan menyenangi akan berbuat baik maka Ramadan ada untuk mengembalikan fitrah tersebut. 

George dan Kareem mencari hilal



Buku ini sangat cocok bagi orang tua yang ingin mengenalkan Ramadan kepada anak-anak. Garis merahnya bulan Ramadan dimanapun itu, baik di Indonesia atau dunia lainnya tetap sama yakni beribadah puasa dan melakukan lebih banyak kebaikan untuk sekitarnya. Dengan begitu, kembali ke fitrah akan dapat dicapai oleh seorang Muslim.