/* related post */

June 16, 2017

DIY: Pokemon Stress Ball


Bulan Juni ini sejak sibuk dengan ritme Ramadhan saya belum bikinin mainan lagi buat Kristal. Iseng-iseng lihat pinterest ada yang lucu dan mudah dibikin. Stress Ball namanya. Apakah itu? Jadi, stress ball ini bisa dibilang sejenis bola yang bisa dipencet-pencet gitu. Terbuat dari balon yang diisi tepung. 


Rencana eksekusi Pokemon stress ball agak lama karena belum ketemu dengan botol bekas. Ini penting sebab untuk dapat memasukkan tepung ke dalam balon kita pakai botol plastik bekas minuman. 





Baiklah berikut ini bahan yang diperlukan untuk membuat DIY Pokemon Stress Ball.

1. Balon warna warni
2. Tepung terigu
3. Botol plastik bekas minuman
4. Spidol marker warna warni atau pulpen berwarna
5. Corong atau kertas sebagai corong 
6. Contoh muka berbagai Pokemon


Bahan-bahan


Cara membuat:

1. Tuang tepung ke dalam botol dengan menggunakan corong. Saya memakai kertas yang dibentuk corong berhubung tidak punya corong di rumah. Tuang sampai sekitar seperempat botol.



2. Balon ditiup terlebih dahulu. Kenapa ditiup sampai berukuran besar? Alasannya ada supaya memudahkan saat memasukkan tepung dari botol ke dalam balon. Saya mencoba memasukkan tepung tanpa menipu balon dan hasilnya sulit. 



3. Taruh ujung balon menutupi bibir botol, ingat jangan sampai ada udara yang bocor ya.

4. Setelah dipastikan rapat barulah masukkan tepung ke dalam balon sampai habis. 

5. Setelah balon terisi tepung, balon bisa dilepas dari botol pelan-pelan. Lalu, kempiskan balon secara perlahan.

6. Balon yang sudah kempis akan berisi tepung lalu ikat ujung balon dengan kencang.

7. Balon sudah diikat dan terasa padat sehingga bisa dihias dengan menggunakan spidol atau pulpen berwarna sesuai muka Pokemon yang diinginkan.





Saya membuat wajah Pikachu, Magikarp dan Slowpoke. Pikachu ini sangat disukai Kristal sebab dia punya jaket yang ada gambar pikachunya.




Permainan stress ball ini dapat menstimulasi anak untuk belajar berimajinasi dengan tokoh Pokemon yang ada. Selain itu, anak pun akan suka memencet bola tepung karena rangsang sensori motornya terstimulasi oleh bentuk stress ball yang padat.

Permainan stress ball ini juga dapat membuat anak lebih tenang saat demam melanda. Rangsang sensorimotor anak yang memencet bola dapat mengalihkan rasa tidak nyaman akibat demam. Suhu tubuh anak yang demam terukur lebih dari 37.5℃ pada termometer tentu membuat Bunda cemas. Terlebih jika tiba-tiba saja sore hari demam padahal pagi harinya normal-normal saja. Tidak perlu khawatir lagi karena ada Tempra Syrup yang siap menemani di kala demam melanda. 

Selain itu, permainan ini sangat aman untuk anak usia toddler dua tahun ke atas. Tidak hanya toddler, anak dengan usia lebih tua juga dapat memainkannya. Orangtua pun masih cocok bermain Pokemon Stress Ball. Jadi, permainan ini cocok untuk semua yang berusia dua tahun lebih.


Orang tua pun dapat menemani anak sambil bercerita imajinasi bebas atau dapat membiarkan anak bermain sendiri sesuai imajinasinya. 


Bagaimana permainan Pokemon stress ball ini? Sangat menyenangkan, haha. Kristal saja sampai tertawa gemas saat memencet-mencet pokemonnya. Lihat saja ekpresinya ini. 

Kegembiraan memencet Pikachu

Memencet pokemon yang menggemaskan, siapa coba yang tidak suka? Hehhe..

Silakan para orang tua mencobanya di rumah. Bahan-bahannya mudah ditemukan kok hanya saja memang niat membuatnya yang perlu diperkuat. :D 

Ini saya sertakan tutorial youtube yang saya bikin sendiri yaa...




Selamat mencoba!









*Disclaimer: Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

June 11, 2017

Konsumtif: Gaya Hidup atau Kebutuhan?



Berbicara mengenai konsumtif maka tidak bisa terlepas dari yang namanya berbelanja. Benar apa betul? Ya, melalui belanja inilah kita mendapatkan barang yang kita konsumsi baik dengan belanja online ataupun belanja langsung.













Nah, sekarang pertanyaannya adalah seberapa sering kamu belanja online? HAHAHA.


Saya sih, Kadang. Slow, kalau sering juga gapapa kok, di sini akuh enggak nge-judge. Lol


Iya, serius kadang-kadang kalau ada baju dan diskon yang lucu di-favorite dululah.

June 3, 2017

5 Tips Memilih Warna Rumah


Rumah menjadi tempat paling nyaman untuk kita pulang. Kemana saja dan sejauh mana kita pergi dari rumah maka kita hanya akan ingin pulang kembali ke rumah. 
Setiap orang memiliki standar rumah ideal yang berbeda baik dari ukuran, lokasi dan desain. Salah satu unsur yang paling berpengaruh dalam rumah adalah warna. Pemilihan warna baik eksterior maupun interior rumah akan sangat berpengaruh pada penghuni rumah tersebut.



Tahun 2011, Kemal Yildirim dkk meneliti mengenai efek warna interior terhadap mood dan preferensi. Hasilnya dipublikasikan dalam Journal of Perceptual and Motor Skills menunjukkan bahwa warna-warna hangat menghasilkan respon partisipan yang lebih kuat, bersemangat dan tertarik. Warna-warna dingin lebih diasosiasikan dengan tidak terlalu membangkitkan semangat tetapi lebih pada keleluasaan dan ketenangan. Secara umum, warna-warna dingin dan akromatik memicu emosi yang lebih tenang dan damai (Yildirim et. Al, 2011).

May 25, 2017

4 Kebiasaan Buruk yang Harus Dihindari Selama Puasa Ramadhan



Alhamdulillah, Marhaban Ya Ramadhan. Bulan suci Ramadhan hanya tinggal hitungan jari. Ibadah puasa Ramadhan menjadi kewajiban bagi setiap orang Islam yan beriman. Ya orang beriman sebagaimana firman Allah dalam Surat Al Baqarah ayat 183. Soalnya juga, banyak sih yang Islam tapi kurang iman gitu jadi ya gitulah, heheh. 😁

Baiklah, pasti yang dinanti selama Ramadhan tentunya ibadah-ibadah kita yang dilipatgandakan pahalanya. Ibadah spesial seperti shalat tarawih berjamaah, puasa dengan ritual sahur dan berbuka, tentunya menjadi ciri khas bulan suci ini. Bayangan es buah segar dengan sirup sudah ada di dalam kepala. Tidak lupa juga, beraneka cemilan dalam bentuk gorengan seperti pisang goreng, bakwan, tahu isi, risoles dan lainnya sudah pasti menjadi menu pelengkap berbuka puasa.



Ramadhan ibarat lari maraton. Panjaang dan lama kan ya bayangin aja 42 km haha, kalo enggak bener latihannya bisa kalah duluan tuh. Nah, karena itu selama ramadhan kita perlu strategi, disiplin dan fokus pada tujuan supaya menang. Selama berlatih, ternyata apa yang kita makan dan bagaimana cara kita makan berpengaruh pada perlombaan maraton ramadhan ini. Bisa jadi mudah atau makin susah, kok bisa ya? 

May 22, 2017

[Event Report] Bicara Gizi Bersama Sarihusada



Jika membicarakan gizi anak maka yang terpikir pertama kali adalah berat badan anak. Tentu berat badan anak menjadi hal penting yang memang dijadikan sebagai parameter status gizi anak. Oleh sebab itu, penting bagi orangtua untuk memantau berat badan anak secara berkala.   


Venue




Semua orang tua ingin agar anaknya memiliki masa depan yang baik. Salah satu hal yang menentukan adalah tumbuh kembang anak sesuai dengan tahap pertumbuhan pada usianya. Tumbuh kembang yang optimal di masa kecil menjadikan anak tumbuh sehat menuju masa dewasanya. Anak-anak pada masa kecilnya rentan terhadap gangguan kesehatan, salah satunya adalah berat badan kurang (underweight). Hal ini diketahui dari data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013, bahwa tingkat prevalensi underweight masayarakat Indonesia cenderung meningkat dari 18,4% pada tahun 2007 menjadi 19,6% pada 2013.