3 Alasan Penting Memasak Di Rumah

“...no one is born a great cook, one learns by doing.”

― Julia Child, My Life in France


Benar apa yang dikatakan Julia Child seorang chef asal Amerika Serikat bahwa tidak ada yang lahir dengan kemampuan masak yang hebat, semua belajar dengan melakukannya sendiri. Oleh sebab itu, anak-anak, emak-emak maupun bapak-bapak dapat belajar memasak. Ini berarti memasak merupakan keterampilan hidup dasar untuk semua orang tanpa batasan usia. 





Kenapa memasak jadi begitu penting?



Hasil survei di Inggris dari 2000 orang, menunjukkan belajar memasak menduduki peringkat kelima sebagai keterampilan hidup yang paling penting. Memasak merupakan keterampilan non teknologi yang paling utama untuk dimiliki dalam kehidupan modern saat ini. ¹  Jadi, keterampilan memasak ini sangatlah penting agar mampu bertahan di tengah mahalnya biaya hidup dan makanan di restoran #ehgimana, haha

Bagi saya, memasak adalah salah satu aktivitas yang menyenangkan. Sejak kecil saya terbiasa menemani Ibu memasak di dapur dan dari ibu pula saya belajar mengolah berbagai makanan khas Indonesia. Hal ini bahkan sampai memengaruhi saya untuk bercita-cita menjadi seorang chef, lol!

Setelah berkeluarga, saya semakin berani bereksperimen berbagai resep baru. Hasilnya kadang sukses kadang juga gagal. Tetapi kegagalan itu tidak menyurutkan kecintaan saya pada memasak. Sebab satu dari percabangan cinta seorang ibu adalah memasak makanan untuk keluarganya di rumah. Tsaahh.. heheh…

Jadi, apa sajakah alasan yang membuat memasak di rumah menjadi begitu penting? Nah, ternyata selain jadi bukti kasih sayang seorang ibu ada tiga hal lain yang menjadi alasan pentingnya memasak di rumah.



1. Lebih hemat dibandingkan dengan makan di luar




Berbelanja bahan makanan mentah lebih murah dibandingkan membeli yang sudah matang. Selain itu, dengan memasak sendiri di rumah, kita dapat makanan sesuai selera dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan membeli di restoran. 

Contohnya, jika kita ingin membeli soto ayam satu porsi maka harus mengeluarkan uang seharga Rp20.000,00. Satu porsi itu hanya untuk satu orang lho ya. Nah, tambah lagi harga per porsi dikalikan jumlah orang. Wah, ternyata jadi makin besar. Padahal dengan biaya kurang dari Rp100.000,00 kita bisa memperoleh satu panci besar soto ayam untuk disantap bersama.



2. Makanan yang dimasak lebih bersih dan sehat




Memasak di rumah adalah cara kita berbicara mengenai kesehatan. Memilih bahan makanan apa sajakah yang dibutuhkan tubuh mulai dari karbohidrat, protein, serat juga vitamin dan mineral. Kita dapat berdiskusi dengan anak tentang pentingnya makan ikan kembung karena kandungan asam lemaknya memberi nutrisi pada otak alias membuat anak-anak pintar dan juga bagaimana sayuran dapat melancarkan buang air besar. 

Memasak juga membiasakan diri menggunakan bahan makanan seperti garam dan gula dalam takaran yang pas, tidak berlebihan. Nah, dengan begitu berarti kita telah mengajak anggota keluarga terlibat dalam kebiasaan baik yang akan menguntungkan seumur hidup.




3. Memasak mendekatkan anggota keluarga




Terbayang ketika kita berkumpul bersama keluarga besar. Semua anggota keluarga memasak dan menyiapkan makanan bersama mulai dari Kakek Nenek, Ibu Ayah, Kakak Adik bahkan anak-anak pun turut ingin tahu cara memasak. Melalui kedekatan inilah resep-resep rahasia orangtua dahulu diwariskan. Walaupun kadang juga memasak bersama begini dapat membuat dapur berantakan. Akan tetapi, dapur yang berantakan kalah besar dengan cinta tanpa syarat dalam keluarga. Cinta inilah yang selalu membuat kita ingin ‘pulang’.



Jadi, tiga hal penting inilah yang membuat memasak di rumah bukan sekedar memasak atau makan ala kadarnya. Nah, kebiasaan memasak di rumah akan jadi lebih menyenangkan bila ditunjang oleh dapur yang bersih. Selain bersih, sarana memasak mulai dari kompor, wastafel dan alat masak yang berkualitas mesti cukup memadai.

Apalagi kalau dapurnya itu model-model dapur punya Hannibal Lecter di serial televisi Hannibal…
yang seperti ini nih, 


Sumber: Ligne Magazine

Sumber:

Ah, itu mah dapur impian saya banget, hahaha…
Sudah sejak pertama kali nonton saya tekadkan, “kalau nanti punya rumah gue mau bikin dapur kayak punya Hannibal inilah pokoknya...” wkwkw

Dapur dengan set lengkap kompor, kap ventilasi, wastafel serta oven adalah goals para ibu-ibu di rumah, termasuk saya. Nah, ada satu produsen kitchen appliances and bathroom sanitary yang saya rasa mampu mewujudkan goals ibu-ibu sekalian, yaitu TEKA INDONESIA.

Sumber: Instagram Teka

TEKA (PT Teka P&T International) merupakan wakil dari grup TEKA di Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari 90 tahun, Teka Appliances berkomitmen untuk mengintegrasikan peralatan listrik ke perabotan dapur. Dengan kata lain, Teka adalah spesialis-nya built-in kitchen.

Produk Teka dibuat dan didesain oleh pabrik yang berlokasi di Eropa, Amerika dan Asia. Hingga saat ini, produk Teka seperti wastafel, keran, kompor induksi, penghisap asap dapur dan mesin cuci, serta peralatan lainnya dapat diakses di www.teka.co.id.

Sumber: Instagram Teka

Setelah melihat Instagram Teka Indonesia, saya makin penasaran detail produknya. Ternyata, Teka kitchen and bathroom merupakan unit bisnis terbesar dan paling menonjol dari Teka. Bayangkan saja, satu produk stainless steel sink Teka menawarkan garansi sampai 75 tahun. Selain Teka kitchen appliances, Teka juga meluncurkan lini produk sanitasi yaitu, Teka sanitary systems. Jadi, lengkap sudah berbagai koleksi peralatan dapur dan kamar mandi impian dari Teka Appliances.

Inilah alasan Teka menekankan pentingnya memilih peralatan rumah tangga dan dapur dengan matang yang mendukung baik dari segi beragam pilihan produk, fungsi, dan estetika. Teka Indonesia memahami bahwa dapur saat ini merupakan pusat dari segala aktivitas harian keluarga.


Berbicara soal dapur pasti tidak akan jauh-jauh dari kompor. Nah, salah satu produk yang bikin saya terpana alias norak adalah Induction hob IRF 9480 TFT TABLET by Teka kitchen appliances. Jadi, pertama saya lihat ini kompor kok ya ada layar sentuhnya gitu dan ternyata benar, produk ini merupakan tablet untuk memasak! 

WOW, INI KOMPOR KOK KECE BANGET!

Induction hob IRF 9480 TFT TABLET didaulat sebagai smart induction hob. Bagaimana tidak, lha menyalakannya saja cukup sentuh bak smartphone! Terlebih lagi ada fitur khusus smart-cooking (iCooking) yang dengan memilih ikonnya kita dapat mengatur tingkat panas yang diinginkan. Khusus bagi ibu pelupa macam saya, kalau pakai ini dijamin tidak akan menggosongkan makanan lagi sebab ada fitur otomatis mati. Jadi, saat pertama menyalakan kompor dapat diatur terlebih dahulu durasi memasak.

Bagi yang penasaran dapat melihatnya di video ini.



Kalau melihat koleksi Teka kitchen and bathroom begini rasanya saya mau cepat-cepat punya, haha. Duh, Teka Appliances koleksinya bikin hati emak senang aja! *brb nabung dan bikin desain dapur, lol!

"Good kitchen equipment is expensive, but most items last a lifetime and will pay for themselves over and over again. "

―Delia Smith




Referensi: 
1. The 50 Essential Skills for Surviving Modern Life. Diakses 11 Oktober 2017 dari
http://www.zdnet.com/article/the-50-essential-skills-for-surviving-modern-life/

9 comments:

  1. Keren dan canggih ya kompornya. Gak mungkin cocok nih di rumah saya mah soalnya rumahnya juga masih panggung... Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wuehehe.. nanti bisa dipilih model lain yang lebih cocok mbak, iya keren banget kompornya kusukak!! *dan pengen haahaha

      Delete
  2. Aku Juga masak sendiri mba.. lebih puAs aja. Males juga setiap mo makan harus mbeli. Tapi dapurnya masih berantakan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. semangaat mbaak, emang masak sendiri bikin puas ya, apalagi kalo dipuji sama yang makan yak kan... Dapur berantakan yang penting tetep bersih dan rapih pas mau masak..

      Delete
  3. masak sendiri walau gak pintar , makanya kl sabtu makan diluar untuk variasi saja krn kasihan juga makan masakan aku yang kurang enak

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalao aku lagi bosen, kadang masak yg beda dari menu biasa tapi yang gampang, semacam spageti, pecel (yang bumbunya udah tinggal seduh) atau mie-mie goreng dan bihun goreng

      Delete
  4. Masak sendiri sesuai dengan selera keluarga. Sesuai budget juga sih alias hemat. Trus, saya jadi belajar memasak juga. Minimal belajar macam-macam resep sederhana biar nggak bosen.

    ReplyDelete
  5. saya ng anuu ... gak pandai masak dan kurang suka berkutat di dapur. tapi kalo kompornya macam itu kayanya bakal betah deh buat masak lagi dan lagi haha

    ReplyDelete

Hi! Thanks for reading! Please give your comment here..

Mohon maaf link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya