Review Buku Anak: Suara Apa Itu?

Judul Buku: Suara apa itu?
Penulis dan ilustrator: Devi Raissa dan Guntur G.
Penerbit: Rabbit Hole
Batasan usia: 1-3 tahun
Tahun Terbit: 2016
Tebal: 18 halaman (versi paperback dan boardbook)


Tampilan versi Boardbook



Saya penasaran dengan buku anak yang diproduksi oleh anak bangsa sendiri. Jadi, bertemulah saya dengan penerbit buku anak Rabbit Hole yang dipelopori oleh seorang psikolog yaitu, Devi Raissa. Setelah melihat-lihat katalog buku Rabbit Hole saya menemukan buku Suara Apa Itu? sepertinya cocok untuk Kristal. Akhirnya, saya memesan buku ini dan satu lagi buku emosi (yang akan direview lagi). 

Saya membeli versi paperback, yang lebih tipis (ya iyalah, wkwk..) dan juga lebih ringan. Kertas sampul yang dipakai jenis doff. Jadi, tampilan luarnya memang tidak terlalu mengkilap seperti buku anak pada umumnya. Pada halaman dalam sampul ada ruang untuk menuliskan nama pemilik buku, well ini ide yang bagus menurut saya. Anak akan lebih merasakan kepemilikannya terhadap buku. 

Semua halaman ini penuh ilustrasi, dalam artian terdapat dominasi gambar terhadap kata atau kalimat. Jadi, satu halaman bergambar di halaman selanjutnya terdapat satu kalimat penjelas gambar. Desain halaman yang unik menjadi kelebihan buku ini. Satu halaman bersifat semu, sehingga dapat menjadi dua cerita berbeda karena ada potongan halaman yang masih tergabung dalam satu cerita. 






Saat membacakan buku ini untuk Kristal saya dengan semangat sekali karena anak itu pun terlihat tertarik dengan gambar pada buku. Halaman pertama saya masih terkesima, "waah... bagus juga nih ya.." Namun, sayang sekali halaman lima dan enam membuat saya kagok bercerita. Bayangkan saja,  di dalam jalan aspal, tiba-tiba muncul dua buah kapal selam yang dalam kenyataan harusnya berada di dalam laut.

Whaaatt??!! Hellauw, ini anak akuh masa aku kasih penjelasan yang jelas-jelas salah? Tidak sesuai dengan fakta dong kalau begini? *Enggak santai*



Dengan jujur, saya menyampaikan ini sebagai kritik bagi penulis.

Bahwa keberadaan KAPAL SELAM YANG BUKAN EMPEK-EMPEK itu sudah menganggu cerita.

Anak saya kebetulan masih belum mengerti banyak, tapi coba jika sudah usia tiga tahun lebih dan sudah mendapat pemahaman bahwa kapal selam di dalam air.

Lalu, dia nanya Bun, kenapa Kapal selam di situ? Bukannya di dalem air yah????!
 MAU JAWAB APA GUEH???!! *alamaaaakkk....

Kembali ke buku, jujur saya merasa kecewa dengan buku ini karena sebelum membeli saya begitu terpesona sama testimonial konsumen. Mereka bilang ini bagus, menarik gambarnya anak-anak suka de es b de es be. Ekspektasi yang begitu tinggi ini sekarang hanya menyisakan patah hati. Sungguh overrated buku Suara Apa itu? Oleh sebab itu, di sini saya akan bikin review yang jujur dan lebih objektif *suara konsumen yang kecewa berat*

Bentuk fisik buku (saya enggak tahu kalau boardbook setebal dan seberat apa) yang paperback cukup tipis. Bagi anak-anak sangat mudah dibawa sendiri karena ringan dan ukurannya yang kecil begitu pas. Ini salah satu kelebihannya, ukuran yang pas untuk anak.

Saya tidak tahu apakah ada kontrol kualitas untuk versi paperback yang ternyata sangat mudah sobek di bagian jilidan buku. Kristal belum seminggu megang itu buku udah mau lepas aja halamannya. Jadi, saya kuatkan lagi dengan solatip bening. Menurut saya, sayang sekali buku yang bagus ini memiliki jilidan yang mudah lepas. Selain itu, sampul buku bahan kertas doff sangat mudah dicoret-coret dengan pulpen. Ini juga menjadi kekurangan fisik buku mengingat anak-anak suka mencoret dimana saja ada tempat maka buku ini akan jadi sasaran empuk coret-coretan. Kristal sudah sukses menggambar benang kusut di sampul buku Suara Apa Itu?


Pada sampul belakang terdapat ringkasan isi buku, identitas penerbit dan barcode ISBN. Baiknya, ditambahkan juga keterangan batasan usia. Hal ini akan sangat membantu dan memudahkan orang dewasa yang belum tahu mengenai batasan usia pembaca buku Suara Apa Itu? Secara keseluruhan buku Suara Apa Itu? mendapatkan dua setengah bintang dari saya. Jujur, ada kekecewaan karena kapal selam itu mungkin jika kapal selam dihilangkan bisa membuat lebih baik. Satu kata untuk buku ini, overrated.












7 comments:

  1. Gara2 kapal selam. Oke, ntar kalo mau beliin buku buat anak harus selalu dibaca sampe tamat dl baru dibeli. Kadang jg ada yg isinya 'ngawur' kan?

    ReplyDelete
  2. Gara2 kapal selam. Oke, ntar kalo mau beli buku anak harus dibaca dulu baik2 sampe kelar. Kadang jg ada yg ngawur kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. cari dulu aja reviewnya mbak,, mungkin di goodreads ada banyak.. hehe./

      Delete
  3. Saya beli pakai sistem arisan jd dapat semua versi baik yg tebal atau tipis. Kl keterangan umur ada di instagram dan websitenya setau saya, tapi kalu kualitas buku yg saya dapat baik2 aja belom sampai ada yg lepas jahitannya sih mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, saya juga ada yang boardbook kalo yg model itu tidak ada yang rusak jilidannya, tapi mungkin karena versi paperback aja yang ini jadi bisa lepas2.. Kalau mbak lihat buku2 import sepertinya sudah SOP ada keterangan di sampul belakang dan menurut saya itu memudahkan

      Delete
  4. Cihuy, sejak ada batu malas, buku ini jadi jarang disentuh

    ReplyDelete

Hi! Thanks for reading! Please give your comment here..

Mohon maaf link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya