3 Simple Ways to Show Your Love, Mom


Tidak ada kata remeh ketika kita membuatkan camilan yang disukai anak kita..
Tidak ada kata receh saat kita membuatkan mainan dari bahan yang murah dan mudah..
Ingatlah, hal kecil bagi kita bahkan bernilai sebesar dunia di mata anak-anak kita..
Jadi, ungkapkanlah bahasa cinta dengan hal yang sederhana.. 
Mungkin terlihat remeh receh menurut kita namun sesungguhnya anak-anak bukan melihat nilainya, yang mereka lihat adalah betapa besarnya cinta kita untuk mereka..

Setelah hampir tiga tahun menjadi ibu dari seorang putri banyak hal yang membuat saya sendiri berkata WOW. Pengalaman bersama anak terlukis begitu indah layaknya pelangi di langit hati. Jika ditanya bagaimana perasaan saya setelah menjadi ibu? Ah, udah pasti jawabannya adalah awesome-lah.. Warbiyasaak pokoknya!




Ya, memang sih jadi ibu itu enggak bisa main-main atau ala kadarnya aja. Masalahnya yang kita urus dan didik itu manusia yang dititipin Allah ke kita. Baik buruknya anak-anak kita ya pasti bergantung sama cara kita mendidik.


Jadi ibu bikin tanggung jawab nambah? Oh jelas. Ini mah sudah tidak bisa dipungkiri lagi ya gaes, haha.. Anak adalah sosok manusia kecil yang baru mengenal dunia maka tanggungjawab kitalah mengenalkan dunia serta mendidiknya jadi manusia baik. Apalagi seusia Kristal in her toddlerhood year yang sungguh menguras energi emak-bapaknye...wkwkw semua yang dilihat dan didengar itu bener-bener ditiru. Bahkan jawaban saya saat melarang dia juga ditiru coba karena itu saya gak bisa ngasih anak ini main dengan anak lain tanpa pengawasan.




Jika mencintai anak kita berarti mengusahakan berbagai hal yang terbaik untuknya maka dapat dipastikan setiap usaha itu akan cukup melelahkan. Contohnya seperti menyusui sampe bergadang demi memberikan ASI ekslusif, memberi MPASI yang bergizi model 4 bintang dan juga menyediakan buku-buku bermutu yang tidaklah murah bahkan sampe dibelain ikut kreditan, ye kan? Buat apa sih itu semua? 


Tidak lain dan tidak bukan adalah untuk ananda tersayang, buah cinta terindah di dunia. 


Bener kan? Udah gak apa-apa kok, gak perlu ngeles, saya juga ngerasain kok,, hahaa *toss dulu ya! Makin besar anak emang makin besar tantangannya menurut saya lho yaa.. bukan menurut selebgram yang penuh kedamaian dalam feed-nya meskipun punya toddler. *halah ngaku iri aja kau, hah iri? ya iyeslah wkwkwk...


Di balik rumah yang "agak sulit" rapi dan selalu berserakan mainan bocah tersembunyi cinta ibu yang begitu besar, luas dan tak terbatas bagai angkasa raya. Bahwa ibu memang seorang yang tak kan ada habisnya mencintai anak-anaknya. Stok cintanya ibarat rem blong udah tak bisa dihentikan karena memang nilainya udah infinity mirip cucian tiap harinya, bener gak habis-habis.. 

Infinity of Laundry Sumber: Scarymommy Instagram


Berbicara soal cinta ibu ke anak sudah tak terbantahkan besarnya kan shaay.. Nah, kalau saya punya tiga cara mengungkapkan cinta ke anak. Tiga aktivitas ini sederhana banget dan bisa disesuaikan dengan gaya parenting manapun. Yuk, simak cara ungkapkan cinta yang simpel dan mudah.

1. Membacakan Buku Cerita

Salah satu aktivitas yang sudah saya kenalkan ke Kristal sejak usia setahunan. Bahkan membacakan buku cerita juga menjadi cara saya menyapihnya. Dalam menanamkan kebiasaan membaca ini orangtua emang kudu fulltime menyediakan waktu. Dimulai dari buku sederhana bergambar benda/ hewan pelan-pelan masuk ke model buku dengan cerita yang lebih kompleks. 




Berdasarkan penelitian Departemen Pediatri, Fakultas Kedokteran, New York University (NYU) yang dipublikasikan tahun 2017 ditemukan bahwa membacakan anak buku sejak bayi dapat meningkatkan kemampuan anak mengenal kosa kata serta kemampuan membaca sampai empat tahun kemudian, sebelum anak memulai sekolah dasar. Oleh sebab itu, Carolyn B. Cates peneliti di NYU merekomendasikan ibu-ibu untuk rutin membacakan anak-anaknya buku cerita bahkan sejak anak baru lahir. ¹



Wah, kalau udah begini ingin borong buku bocah satu Periplus yakk.. haha.. Tapi apa daya isi dompet kurang mendukung. Pengalaman saya ngajak anak ke toko buku udah betah aja liat-liat buku sambil nahan badan gak mau diajak pulang, wkwkw.. Sungguh membacakan buku cerita buat anak adalah bentuk cinta hakiki seorang ibu walaupun mata udah mau merem aja rasanya. Anak yang ngotot minta bacain buku akan membaca rasa syukur tersendiri bagi ibunya, ye kan?



2. Membuatkan Camilan Kesukaan

Ini menjadi satu kebiasaan yang saya lakukan sejak masuk masa MPASI. Berbekal kekuatan cookpad haha (laff yaa cookpad) dan bahan yang gampang jadilah kue bolu kukus, donat dan panada. Cari resep yang paling gampang deh pokoknya jadi kitanya enggak riweuh banget gitu.. Ya namanya masak kan ada aja godaan anak numpahin dan acak-acak tepung terigu, wkwk..


Kemarin saya bikin no-baked chocoballs yang gampil banget udah gitu hasilnya ya enaklah, bikin pengen nambah mulu.. Biskuit marie dihaluskan (terserah pake blender atau diulek-ulek) terus dicampurin mentega cair dan susu kental manis cokelat. Aduk semua sampai bisa diuleni berbentuk bola. Setelah itu, dilapisin meises dan jadi deh.. Walaupun kita membuat makanan kecil yang gampang ini jangan dianggap remeh ya ibu-ibu sebab hal minimalis model gini yang akan diingat oleh anak kita. Jadi, jangan lewatkan momentum ini sebagai ungkapan cinta ibu.




3. Membuatkan Mainan DIY

Tak bisa disangkal memang internet begitu berperan untuk perkembangan saya menjadi ibu. Coba iseng nyari ide bikin mainan dari bekas parutan kelapa langsung lah ada ide bikin kelapa parut warna-warni. Gimana enggak seneng coba.. hidupku indah sejak ada google ahaha..*karena apa-apa tinggal klik wkwk.. Nah, mainan yang saya maksud bikin sendiri ini kadang ada yang dibuat dari barang sisa tak terpakai dirumah atau beli lagi di toko kerajinan.




Bikin mainan emang perlu usaha tersendiri dari emak. Di sini bisa kita siasati dengan cari bahan yang gampang aja. Saya pernah bikin cat air dari bedak, stress ball dari tepung dan beberapa papercraft hewan dari printable gratis. Semua mainan yang dibikin sendiri menurut saya lebih hemat ketimbang beli ya, haha dasar emak perhitungan. Jadi, ibu-ibu jangan sungkan mengungkapkan cinta dengan bikinin mainan anak karena ini bukanlah hal receh, lho. Justru ini bisa bikin anak makin lengket sebab ibunya adalah ibu super yang sesekali bikinin mainan, berkali-kali atau tiap hari juga boleee...


Di balik seorang ibu yang penuh cinta pasti ada kecemasan saat anak terkena demam. Apalagi demam ini kan sebenarnya bukan penyakit tetapi merupakan bentuk perlawanan tubuh terhadap infeksi alias gejala penyakit aja. Walaupun hanya gejala tetepi ya kita ketar-ketir mikirin anak, "apanya yang infeksi? Dimana kenanya? Makan apaan emang ya kemarinan? Cuci tangan enggak ya?"




Kekhawatiran ini udah jelas bakal bikin ibu mikirin gimana caranya supaya demam tidak mengganggu kenyamanan anak. Apalagi Kristal itu paling enggak suka dikompres di dahi dan leher. Ini membuat saya harus memilih cara lain untuk meredakan demam. Alhamdulillah, ada Tempra Syrup yang bisa diandalkan sebagai penurun demam.

varian Tempra Sumber: Instagram Tempra

Para ibu tidak perlu khawatir kelebihan dosis atau kekurangan dosis sebab Tempra sudah dikemas dalam dosis yang tepat. Oleh sebab itu, wajar jika Tempra membagi produknya sesuai dengan usia anak. Bagi anak usia kurang dari setahun ada Tempra Drops yang memang diberikan dalam dosis kecil menggunakan pipet tetes. Selain itu, untuk anak usia 1-6 tahun Tempra memiliki varian Tempra Syrup dan ntuk anak usia 6 tahun ke atas. Tempra merupakan paracetamol sehingga sifatnya aman pada lambung. Dapat dikatakan Tempra lebih minimal efek sampingnya terhadap lambung anak. Selain itu, Tempra berbentuk sirup sehingga lebih larut dan dapat diminum tanpa perlu dikocok.


Kristal dengan segala aktivitasnya yang makin beragam mulai dari main balance bike di luar sampai bikin batik cap di rumah membuat saya harus bersiap menghadapi hari dimana dia demam tiba-tiba. Pernah suatu sore setelah main sepeda tiba-tiba aja demam. Saya segera siap dengan amunisi tindakan penurun demam untuk anak dan Tempra salah satunya.




Sebagai orangtua kita memilki kewajiban menyayangi anak-anak kita sebagaimana fitrah seorang anak yang harus dididik dengan kasih sayang. Dalam menjalankan peran sebagai ibu ternyata ada hal-hal sederhana yang membuat anak merasa dicintai. Jadi, kita hanya perlu membuka mata dan hati lebih dalam untuk menyadarinya. Selamat mengungkapkan cinta, Moms!








Sumber:
1. American Academy of Pediatrics. 2017. Early Reading Matters: Long-term Impacts of Shared Bookreading with Infants and Toddlers on Language and Literacy Outcomes. http://www.aappublications.org/news/2017/05/04/PASLiteracy050417



*Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.






4 comments:

  1. Kayak istri saya nih suka membacakan buku buat anak. Kelihatan sih anak jadi mudah mengerti kalau diajak ngobrol. Efek diajak bercerita sama ibu itu.

    ReplyDelete
  2. Aku jadi kangen bikin camilan, udah lama banget nggak bikinin ituuu.. sehat2 yaa utk buah hatinya mbaaak

    ReplyDelete
  3. Kreatif banget nih mamanya. Ibu memang pusat gravitasi anak2 ya

    ReplyDelete
  4. keren dan kreatif! Jadi ilmu juga nih buat saya kedepannya

    ReplyDelete

Hi! Thanks for reading! Please give your comment here..

Mohon maaf link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya