AC Ramah Lingkungan Bagi Keluarga



Tidur menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi dengan cukup. Tidak hanya kuantitasnya, kualitas tidur juga perlu diperhatikan. Tidur yang berkualitas akan membuat tubuh sehat dan lebih segar. 


Berdasaran penelitian Onen (1994), ruangan dengan udara yang lebih sejuk dapat mendukung tubuh dalam proses alami tidur dalam (deep sleep). Suhu ruangan ideal untuk istirahat adalah antara 16-22 derajat Celcius, tergantung juga pada preferensi masing-masing, penggunaan pakaian dan selimut.




Jadi, memang tidak bisa dipungkiri bahwa tinggal di negara tropis membuat kita membutuhkan pendingin ruangan/ air conditioner (AC) agar suhu lebih sejuk. Suhu udara yang sejuk membuat aktivitas dalam ruang menjadi lebih nyaman. Terlebih lagi untuk kebutuhan tidur yang ternyata membutuhkan udara yang sejuk agar lebih berkualitas. Oleh sebab itu, kita harus cerdas memilih pendingin ruangan yang tepat.



Sejujurnya, saya berpendapat kebutuhan akan AC belum begitu penting dan mendesak. Terlebih lagi pemakaian AC akan menambah beban listrik (boros listrik) yang berarti juga kurang ramah lingkungan. Setelah saya mencari tahu lagi seputar AC, ternyata ada produk AC Hemat Energi dengan inverter yaitu AC Daikin. Inverter adalah teknologi hemat energi yang menghilangkan limbah operasi di AC dengan mengendalikan kecepatan motor secara efisien. Dalam AC tipe inverter, suhu disesuaikan dengan mengubah kecepatan motor tanpa memutar motor ON dan OFF. Bila dibandingkan dengan AC tipe non-inverter, AC dengan inverter memiliki daya hilang yang lebih sedikit dan dapat menyimpan energi 30% lebih banyak.

Konsumsi Energi AC Inverter

Fungsi ON-OFF Paksa pada AC Non-Inverter

Kecepatan cenderung stabil pada AC Inverter


Berbicara mengenai ramah lingkungan, sudah menjadi rahasia umum bahwa barang elektronik penghasil dingin menghasilkan limbah lingkungan yang berujung pada terjadinya penipisan lapisan ozon. Awalnya, saya khawatir akan terjadinya kerusakan lingkungan tetapi AC Daikin ternyata memiliki teknologi refrigeran terbaru R-32. R-32 adalah refrigeran baru yang paling menarik karena R-32 mengalirkan panas secara efisien. Sehingga dapat mengurangi konsumsi listrik hingga sekitar 10% dibandingkan dengan AC yang menggunakan refrigerant R-22. Kalau begitu pantas jika AC Daikin dinobatkan sebagai AC Hemat Energi.

Perbandingan Refrigeran R-32 dengan generasi sebelumnya:
Nilai untuk 100 tahun potensi pemanasan global (GWP) dari Laporan Penilaian Keempat IPCC. Perbandingan dengan 100 tahun GWP: HFC410A, 2,090; HFC32, 675.

R-32 merupakan refrigeran yang memerlukan penanganan khusus. Nah, sampai saat ini hanya Daikin perusahaan pertama di dunia yang berhasil dalam menerapkan R-32. Teknologi yang sudah dipegang ini membuat Daikin mantap meluncurkan AC penggunaan hunian pertama di dunia menggunakan R-32. Kalau sudah ramah lingkungan begini saya jadi ingin cepat-cepat punya AC Daikin, hehe..

R-32 memiliki potensi penipisan ozon 0 (nol). Selain itu, potensi pemanasan globa (GWP) refrigeran R-32 hanya sekitar 1/3 dari refrigeran generasi sebelumnya GWP R-410A. Jadi, sangat jelas R-32 memiliki potensi pemanasan global (GWP) lebih rendah dan dampak lingkungan yang sangat rendah.

Keberadaan AC Daikin akan membuat aktivitas dan tidur saya lebih berkualitas. AC Hemat Energi dan ramah lingkungan menjadi prioritas saya dalam memilih AC ruangan. Jadi, tidak perlu bingung dan ragu lagi memilih AC, kalau AC ya Daikin.

Tinggal di Indonesia sebagai negara tropis terindah tidak akan membuat aktivitas dan tidur saya terganggu karena sudah ada AC Daikin yang menyejukkan hari-hari saya.





Referensi: 

Onen SH, Onen F, Bailly D, Parquet P. Prevention and treatment of sleep disorders through regulation of sleeping habits. Presse Med.1994

Website resmi Daikin http://www.daikin.co.id/

No comments:

Post a Comment

Hi! Thanks for reading! Please give your comment here..

Mohon maaf link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya