/* related post */

Perlukah Balita Belajar Berenang?


Jadi orangtua di zaman milenial sekarang enggak gampang ya, tapi bukannya sulit juga sih *eh alah gak ngaku aje gue ahahhaa... Terlebih dengan banjirnya informasi tentang tumbuh kembang anak dari segala lini, mulai dari buku, website, komunitas ataupun media sosial.


Sebaiknya, informasi yang diperoleh tidak ditelan mentah-mentah dan dipraktikkan dalam pengasuhan anak. Sebab, belum tentu semua informasi tersebut valid adanya. Seperti layaknya anti-vaksin, yang asal comot, eh..gimana..





Pernah melihat video bayi yang bisa berenang sendiri? Saya pernah dan itu EMESSHH banget hahaa... apalagi anak ras Kaukasoid yang bule-bule imut gitu. Memang sih ada trainer dan orang tua yang menemani anak selama di dalam air tapi kan ya tetep mereka di dalem aer dan lucu!


Kali ini, saya ingin membahas tentang berenang pada balita. Saya sendiri sudah pernah dua kali mengajak Kristal berenang di kolam. Pertama di usia satu tahun lebih dan kedua kalinya kemarin usia dua tahun tujuh bulan.


Saya mah mengajak anak berenang cuma asal ajak aja, belum pakai ilmu, haha. Apalagi nyobain aquatic swim for baby itu belum pernah sama sekali. Akhirnya, saya jadi penasaran bagaimana sih urusan renang berenang ini untuk balita?



Program belajar renang bayi ini sudah lama populer di negara Barat yah. Jadi, jangan heran di Indonesia baru mulai hits beberapa tahun belakangan. Sebab memang waktu kita masih pada bayi belum ada les renang buat bayi kan? wkwkw...


Ngomong-ngomong soal berenang cukup erat kaitannya dengan tenggelam. LAH, kok berkaitan? Iyalah, kalau situ gak bisa renang ya pasti tenggelam dong. Nah, mengutip data dari WHO secara global angka kejadian anak tenggelam berada di rentang usia 1-4 tahun dan diikuti anak usia 5-9 tahun (sumber: WHO Global report drowning, ). NAH LHO? Terus berani coba-coba ngajak anak maen aer?


Tapi tenang dulu itu angka secara global ya, diambil rerata dari negara-negara yang korban tewas akibat tenggelamnya banyak. Sayangnya, di Indonesia saya belum menemukan data validnya berapa. Akan tetapi, diberitakan oleh Liputan 6 kasus anak meninggal  karena tenggelam di kolam renang hotel pada Mei 2017  (sumber Beritanya di sini).


Terus udah tahu gitu, sebenarnya perlu gak sih ini belajar berenang buat anak balita?


Ini jawaban dari American Academy of Pediatrics (AAP),  menurut AAP program renang anak sebaiknya dimulai setelah usia 4 tahun. Hal ini dikarenakan fungsi motorik lokomosi atau kemampuan berpindah tempat sudah sangat berkembang.


Masih menurut American Academy of Pediatrics sebenarnya bayi pun tanpa latihan khusus, umumnya akan memperlihatkan gerakan renang rudimenter, seperti dog paddle saat berada dalam air. Akan tetapi, kemampuan berenang yang kompleks baru dapat dicapai ketika perkembangan motor anak mencapai tahap usia 4-5 tahun. Jadi, jika diajari berenang lebih dini, maka waktu yang diperlukan untuk menguasai gerakan ternyata lebih lama dibandingkan dengan anak yang dilatih berenang di atas usia 4 tahun.¹





Nah, jadi sebenernya belajar renang sejak bayi itu enggak perlu-perlu amat ya. Terlebih lagi untuk bayi, kondisi kolam baik kebersihan dan suhu airnya itu ada syarat khusus. Pasti kita enggak mau kan, abis berenang eh anak malah sakit entah kena diare atau infeksi lain karena kolam yang kurang bersih. Ada pengalaman teman saya, abis berenang di waterpark anaknya berusia satu tahun jadi gatal-gatal kulitnya.


Tetapi ya, boleh aja bagi yang mau mengenalkan berenang sejak bayi. Nah, balik lagi ke syarat safety, orangtua mesti mencari tempat belajar renang yang memenuhi kriteria standar. Kalau di Indonesia memang belum ada standar aturan bagi kolam khusus bayi jadi mesti baca-baca referensi dulu.


Berdasarkan rekomendasi World Aquatic Babies and Children Network, khusus anak berusia kurang dari tiga tahun saat berenang harus ditemani orangtua. Selain itu, suasana berenang bersama anak harus dibuat menyenangkan. Pelatih renang pun harus menguasai perkembangan anak, prosedur keamanan dalam air dan pertolongan pertama pada kecelakaan.²


Suhu air kolam tempat anak usia batita (bawah tiga tahun) juga harus memenuhi syarat dari World Aquatic Babies and Children Network. Suhu yang dianjurkan adalah 31-340 Celcius. 


Durasi berlatih bagi pemula juga tidak boleh lebih dari 30 menit. Khusus berlatih menahan napas, kepala anak hanya boleh berada di bawah permukaan air selama 1-3 detik, dan kurang dari 6 kali setiap latihan. Ini semua bisa dilakukan dengan guru renang professional ya. Tetapi, kalau orangtuanya guru renang sih boleh-boleh aja kok, hehe. Kalau model saya mah enggak bisa, wkwkw renang aja enggak lulus-lulus lol.


Jadi, perihal renang berenang pada balita terjawab sudah. Insya Allah informasi yang saya bagi di sini valid karena ada sumber evidennya ya. Bukan Hoax, haha... Semoga bagi ibu bapak yang ragu mengajak anak-anaknya berenang jadi tidak ragu lagi. Semoga juga yah, kolam renang khusus anak-anak yang memenuhi syarat makin banyak dan murah di Indonesia ini, hahay!


Kalau saya mah, berenang sekarang buat haha hihi anak aja dulu deh, yang belajar seriusnya nanti aja setelah empat tahun. Itu sih pilihan saya. Kalau kamu kapan mau ngajak anak belajar renang beneran? Yuk, cerita di komentar.

 









Referensi:
  1. American Academy of Pediatrics, Committee on Sports Medicine and Fitness and Committee on Injury and Poison Prevention. Swimming programs for infants and toddlers. Pediatrics. 2000;105:868-70.
  2. World Aquatic Babies & Children Network. Guidelines on Operation of Aquatic Programsfor Children Under Three Years of Age. Diunduh dari http://www.wabcswim.com /A08 Guidelines ForPrograms.html Diakses 15 September 2017.

10 comments:

  1. Makasih infonya, anakku masih nangis kl diajak renang huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa.. kembali kasih, gapapa pelan-pelan belajar nanti jadi berani :D

      Delete
  2. Wah nice info mba. Jadi ga penting2 amat ya... Bener sih masalah kebersihan air paling penting buat si bayi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups, kalau bayi di bawah setahun emang berisiko alergi jadi bener-bener mesti bersih air kolamnya

      Delete
  3. Woaaa thankies mak, sangat bermanfaat cz saya pernah liat tv, di Islandia bayi les renang dari usia 4 bulan dan kemarin anak saya pertama kali baby swim skalian spa di usia 4 bulan hihi tapi kalo les renang kayaknya tar gedean aja deh, 4th ya noted! Cz saya mikirin kebersihan kolam di Indo kayak apa hahah, jadi ya baby swim utk saat ini refreshing sambil melatih motorik nya aja dulu, les nya nanti ama papi nya aja. Btw nama anaknya bagus, Kristal i like it. Tfs bgtttt

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama mak, iya buat di bawah usia 4 tahun mah berenang buat senang-senang main air aja, lagipula cuma 30 menit kan sebentar banget gitu. Kristal yang ngasih nama ayahnya sih, alhamdulillah... :D

      Delete
  4. Enlightening. Thanks Mama Kristal! :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyoo... you're welcome ibuk Arsy... :D

      Delete
  5. aku diajarin rennag umumr 6 tahun, pokoknya cupuu banget -_- nanti pas punya anak aku pasti ajarin berennag dari dini. Makasih sharingnya mbaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, kembali kasih :D semangaaaat nanti jadi ortu ngajarin renangnya yak! hihi

      Delete

Hi! Thanks for reading! Please give your comment here..

Mohon maaf link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya