/* related post */

DIY: Pokemon Stress Ball


Bulan Juni ini sejak sibuk dengan ritme Ramadhan saya belum bikinin mainan lagi buat Kristal. Iseng-iseng lihat pinterest ada yang lucu dan mudah dibikin. Stress Ball namanya. Apakah itu? Jadi, stress ball ini bisa dibilang sejenis bola yang bisa dipencet-pencet gitu. Terbuat dari balon yang diisi tepung. 


Rencana eksekusi Pokemon stress ball agak lama karena belum ketemu dengan botol bekas. Ini penting sebab untuk dapat memasukkan tepung ke dalam balon kita pakai botol plastik bekas minuman. 





Baiklah berikut ini bahan yang diperlukan untuk membuat DIY Pokemon Stress Ball.

1. Balon warna warni
2. Tepung terigu
3. Botol plastik bekas minuman
4. Spidol marker warna warni atau pulpen berwarna
5. Corong atau kertas sebagai corong 
6. Contoh muka berbagai Pokemon

Konsumtif: Gaya Hidup atau Kebutuhan?



Berbicara mengenai konsumtif maka tidak bisa terlepas dari yang namanya berbelanja. Benar apa betul? Ya, melalui belanja inilah kita mendapatkan barang yang kita konsumsi baik dengan belanja online ataupun belanja langsung.













Nah, sekarang pertanyaannya adalah seberapa sering kamu belanja online? HAHAHA.


Saya sih, Kadang. Slow, kalau sering juga gapapa kok, di sini akuh enggak nge-judge. Lol


Iya, serius kadang-kadang kalau ada baju dan diskon yang lucu di-favorite dululah.

5 Tips Memilih Warna Rumah


Rumah menjadi tempat paling nyaman untuk kita pulang. Kemana saja dan sejauh mana kita pergi dari rumah maka kita hanya akan ingin pulang kembali ke rumah. 
Setiap orang memiliki standar rumah ideal yang berbeda baik dari ukuran, lokasi dan desain. Salah satu unsur yang paling berpengaruh dalam rumah adalah warna. Pemilihan warna baik eksterior maupun interior rumah akan sangat berpengaruh pada penghuni rumah tersebut.



Tahun 2011, Kemal Yildirim dkk meneliti mengenai efek warna interior terhadap mood dan preferensi. Hasilnya dipublikasikan dalam Journal of Perceptual and Motor Skills menunjukkan bahwa warna-warna hangat menghasilkan respon partisipan yang lebih kuat, bersemangat dan tertarik. Warna-warna dingin lebih diasosiasikan dengan tidak terlalu membangkitkan semangat tetapi lebih pada keleluasaan dan ketenangan. Secara umum, warna-warna dingin dan akromatik memicu emosi yang lebih tenang dan damai (Yildirim et. Al, 2011).