/* related post */

Review Buku Anak: Buku Emosi dari Rabbit Hole



Judul Buku: Hmmm... Buku Emosi

Penulis: Devi Raissa

  Ilustrator: Guntur G

Penerbit: Rabbit Hole

Batasan usia: 1-5 tahun

Tahun Terbit: 2016

Tebal: 26 halaman boardbook






Akhirnya, tiba juga pesanan buku anak dari Rabbit Hole. Kali ini saya ingin membahas tentang buku Rabbit Hole koleksi Kristal yaitu, Buku Emosi. 






Sebagaimana promosi dari Instagram Rabbit Hole yang membuat saya begitu terpikat dengan buku emosi karena buku ini menjelaskan enam emosi dasar yang ada pada jiwa manusia. Saya sendiri baru mengetahui tentang emosi dan ekspresi dasar wajah manusia ada enam. Setelah saya cari tahu lagi di Quora *haha pecinta Quora* ada penelitian dari Ekman mengenai ekspresi wajah dari emosi. Jika ingin tahu lebih jauh dapat baca di sini





Wah, pikiran saya sudah melayang dengan ekspektasi tinggi nih. Seperti apakah bukunya? Ternyata, iya memang benar buku ini menceritakan "AKU" seorang anak perempuan dengan aktivitas sehari-harinya dalam ilustrasi penuh warna. Sudut pandang dalam buku ini adalah "AKU" pembaca sebagai tokoh utama. 


Jujur agak kaget juga buku Emosi setebal dan seberat ini. Padahal buku lainnya yang ada format sentuh rasa tidak setebal ini. Baiklah mari kita lihat isinya. Terlihat dari bagian yang saya foto ada benda yang dipakai sebagai alat sensori sentuh rasa terlalu besar sehingga membuat halaman tidak dapat menutup sempurna. Sebenarnya ide sensori ini bagus sekali, hanya saja pemilihan benda bertekstur yang terlalu tebal menjadi kekurangan dari buku ini. Meskipun demikian, saya apresiasi penulis atas usahanya yang berani. *Proook prook proook.



Tebal Buku Emosi


Pemilihan material dengan berbagai macam tekstur ini menjadi hal yang menarik. Selain memerlukan kreativitas tinggi, pemilihan ini mungkin menjadi bagian yang tersulit dalam proses pembuatan buku sebab harus menyesuaikan dengan emosi yang ada.





Bagian pertama halaman sentuh rasa emosi terkejut digambarkan dengan hati berdebar seperti dram. Material yang dipakai kain beludru merah berpola hati. Saya suka emosi kaget dengan material dan bentuknya sangat matching. Sayangnya, agak kecewa dengan penempelan material yang begitu terlihat ditempel. Bagaimana ya menjelaskannya, saya juga bingung, haha. Jadi gini, material yang ditempel di dalam buku itu rasanya terlalu tebal sehingga membuat halaman menjadi belendung (kata belendung sinonim dengan menggembung, membengkak berdasarkan KBBI di sini


Begitu kira-kira halaman sentuh rasanya masih sulit dibuat rata. Jadi, di halaman lain yang terdapat material yang diisi dalam halaman maka akan ditemukan pula halaman membelendung. Halaman emosi takut tidak terlalu belendung karena materialnya tipis, hanya bulu mata palsu seperti di bawah ini.


Saat saya ajak Kristal menyentuh bagian bulu mata, dia malah takut dan menolak menyentuh loh. Sepertinya material ini begitu menakutkan sampai-sampai anak saya yang usianya kurang dari dua tahun itu menolak menyentuh. Entah mungkin seiring bertambahnya usia dia akan mengerti dan mau menyentuh material yang dirasa menakutkan baginya. 


Halaman Bulu Mata Palsu


Nah, selanjutnya yang terisi tempelan awan dari kain wol sangat jelas terlihat pada foto ada batas bagian belendung karena isi wolnya. 

 



Lanjut lagi ke halaman sentuh lainnya yang ternyata juga ada sensori sentuh. Halaman emosi sedih ini ternyata ada air mata yang seperti ditempel stiker. Saya sendiri tidak menyadarinya karena air mata stiker ini begitu flawless, tidak terlihat karena warnanya putih dan hampir tidak teraba karena terlalu kecil. Hanya ada satu tetes air mata di masing-masing pipi kanan kiri. Coba, siapa yang akan sadar kalau ada tetes air mata itu?  


Halaman Air Mata


Halaman emosi senang menjadi penutup buku Emosi. Bagian sentuh rasa dengan material bunga palsu yang terbuat dari kain dan hiasan. Menurut saya, bunga-bunga ini masih kurang cocok menggambarkan emosi senang. Kenapa? Karena hanya mahkota bunganya saja *wkwk konsumen banyak maunya* baiknya dibuat taman bunga dengan ilustrasi batang bunga dan bagian sentuh rasa bunga palsu dari kain perca (halah, elo aja yang buat deh... *ngomong sama cermin). 





Oh iya, satu lagi bagian akhir ada juga isi cermin asli (kayaknya ya, soalnya bening banget, hahay). Halaman disampingnya dilengkapi pertanyaan bagaimana perasaanmu hari ini? Mungkin maksudnya supaya anak melihat ekspresinya sendiri di cermin gitu ya. Ya, cukup bagus idenya. Selain itu, ada juga dadu emosi berisi ilustrasi emosi yang dapat digunakan untuk bermain dengan anak. Namun, saya sendiri tidak memakainya karena Kristal malah memencet dadu itu bukan dikocok, wkwk.


Secara keseluruhan buku ini memiliki keistimewaan sebab dibuat sesuai dengan teori emosi dan ekspresi wajah dari Paul Ekman. Hal ini tentu menambah pengetahuan bagi orang tua anak juga. Penyusunan dan cerita yang ditampilkan sangat menarik dan sistematis sehingga memudahkan anak mengenal emosi, penyebab emosi dan ekspresi wajah yang sesuai. 


Saya hanya kecewa dengan tampilan halaman sentuh rasa yang berisi materialnnya terlihat membelendung. Sangat disayangkan, buku ini memiliki halaman belendung yang membuat tiap halaman tidak tertutup rapat ketika ditutup. Saya tidak tahu material karton yang dipakai, tetapi bagi saya satu halaman dari buku ini terasa sangat tebal, lebih tebal dari board book biasa. Sehingga jelas halaman tebal ini membuat buku Emosi begitu terasa berat bagi anak dua tahun. 




Saya berikan dua dari lima bintang untuk rating Buku Emosi Rabbit Hole. Jika dibuat tidak terlalu tebal dan berat halamannya mungkin bisa naik jadi tiga bintang, hehe. 


No comments:

Post a Comment

Hi! Thanks for reading! Please give your comment here..

Mohon maaf link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya