Bosscha: Wisata Astronomi nan Edukatif


Pemandangan benda-benda langit selalu menjadi obat bagi jiwa-jiwa yang haus akan ketenangan. Milyaran bintang bertaburan bak kilauan intan digulamnya malam. Pada pencipta semesta yang Maha segalanya, aku berpuja tidaklah Kau ciptakan ini dengan sia-sia. 

Langit dan segala isinya selalu membuat saya terkagum-kagum sejak kecil sampai sekarang. Mulai dari bulan berikut fase-fasenya, milyaran bintang dengan aneka bentuk rasinya sampai hujan yang bertemu cahaya hingga melahirkan pelangi. Kecintaan saya pada benda-benda langit sayangnya belum menjodohkan saya kuliah di jurusan astronomi ITB. Tapi bagaimanapun juga saya tetap menyebut diri saya si penatap langit. 




Saya selalu pengen banget punya rumah yang ada roof top-nya lalu di sana pasang teropong bintang, mudah-mudahan tercapai nanti, doakan ya gaes!

9th Anniversary Aston Marina Ancol: Dukung Produk Lokal


I pretend I'm one of the royal family when I'm in a hotel and that the hotel belongs to me - it is a palace.

- Martin Short


Apa yang dirasakan oleh Martin Short ketika memasuki sebuah hotel juga saya rasakan ketika menginjakkan kaki di lobi hotel Aston Marina Ancol. Benar bahwa hotel memang layaknya sebuah istana dimana kita diberikan pelayanan bak raja dan ratu istana. Begitu pula Aston Marina Ancol selama sembilan tahun selalu berusaha meningkatkan pelayanan yang berorientasi pada kenyamanan pelanggan.




Hari ulang tahun Aston Marina Ancol sebenarnya jatuh pada tanggal 30 Oktober 2017. Namun, untuk memeriahkan ulang tahun yang ke-9 ini Aston Marina mengadakan serangkaian acara dari tanggal 10-12 November2017. Saya sendiri menghadiri acara pembukaan 9th anniversary Aston Marina Ancol pada hari Jum'at.




Ketika saya baru tiba di lobi hotel, jajaran meja peserta bazaar sudah tertata rapi. Ada hal yang sangat menarik dari tema bazaar. Saya perhatikan bazaar ini memamerkan produk lokal asli Indonesia. Ah, ternyata memang Aston Marina Ancol mengundang usaha kecil menengah (UKM) asuhan Inacraft, kawula muda dan usaha sampingan karyawan Aston Marina sendiri. Pantaslah jika bazaar mengusung tema "I Love Local Product".

Stand Bazaar produk Lokal


Lobi hotel dan area sekitarnya berubah menjadi panggung peragaan busana Batik Gobang Jakarta karya Ethys Mayoshi. Para model tampil dengan menawan memamerkan busana batik yang didesain begitu modern. Saya yang penasaran dengan sekelompok ibu yang sedang membatik dengan canting akhirnya iseng bertanya darimana gerangan ibu-ibu ini. Ternyata, beliau-beliau ini merupakan ibu PKK Srengseng Kembangan yang menjadi penggiat batik tulis Gobang khas Betawi. Pantas saja, saya perhatikan ini motif yang digambar kok bentuknya ondel-ondel makanya saya juga baru lihat batik model begitu.




 
Mungkin melihat saya yang begitu antusias ketemu canting dan malam, saya pun ditawarkan mencoba melukis kain dengan canting.

"Duh,, saya gak bisa bu.. " jawab saya

" Eh, enggak apa-apa mbak,, namanya juga baru belajar nyobain kan" balas ibu yang menawari saya nyobain canting.

membatik bareng



Ragu-ragu tapi mau saya coba juga melukis batik dengan canting. Duh, yaa itu malam pada netes-netes sembarangan, hahaa... Jadilah si bapak Ondel saya punya dua tahi lalat di pipi. Memang sih pekerjaan model membatik pakai canting ini perlu ketelatenan dan saya rasa agak susah buat orang model saya, wkwkw...




Nah, pas saya lagi nyobain ternyata ada bapak tamu asing yang ngasih jempol tangannya ke arah seolah bilang good..mantaplah! hahaha... Batik sebagai warisan budaya khas Indonesia lagi-lagi selalu menjadi primadona yang sukses menarik perhatian wisatawan asing. Oleh sebab itulah, Aston Marina Ancol memlih batik Gobang dengan motif khas Betawinya yaitu, Ondel-ondel sebagai produk unggulan lokal yang dipamerkan di bazaar. Ya, saya aja wong lokal sangat tertarik apalagi turis luar, ye kan?

Hasil batik Gobang di kain

Aston Marina Ancol merupakan hotel yang dinaungi oleh Archipelago International. Nah, letaknya yang strategis di tengah Jakarta Utara membuatnya mudah ditempuh dari Bandara Internasional Soekarno Hatta. Coba bayangkan hanya sekitar 25 menit waktu yang dibutuhkan untuk menuju Aston dari bandara. Jadi, memang wajar sih ya turis asing memilih Aston Marina Ancol sebagai penginapannya selain nyaman juga karena dekat dari bandara dan area wisata Ancol.


Rangkaian acara 9t Anniversary Aston Marina Ancol sebenarnya masih banyak seperti cooking class, lomba menghias cupcake juga ada beauty class dan coffee clinic di hari berikutnya. Aston Marina Ancol benar-benar totalitas dalam menarik perhatian pengunjung baik tamu lokal maupun mancanegara, salah satunya dengan peringatan ulang tahun Aston Marina Ancol ke-9 tahun.


Happy Anniversary Aston Marina Ancol!!!







[Review] Marjolaine Parfum Halal





“Perfume is the key to our memories”
― Kate Lord Brown, The Perfume Garden


Perempuan mana yang enggak suka wewangian? Kayaknya enggak ada yang gak demen sama wangi, hehe. Sudah fitrah memang manusia suka akan keindahan dan wewangian termasuk salah satunya. Bahkan, surga aja ada wanginya, hhmmm...




Wewangian dalam bentuk parfum merupakan salah satu kosmetik yang penting bagi perempuan, terlebih kalau sudah menjadi istri. Berhias untuk suami adalah dianjurkan selagi dalam batas-batas yang tidak dilarang oleh syari’at, seperti mencukur alis, menyambung rambut, mentato tubuhnya dan lainnya.¹

AC Ramah Lingkungan Bagi Keluarga



Tidur menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi dengan cukup. Tidak hanya kuantitasnya, kualitas tidur juga perlu diperhatikan. Tidur yang berkualitas akan membuat tubuh sehat dan lebih segar. 


Berdasaran penelitian Onen (1994), ruangan dengan udara yang lebih sejuk dapat mendukung tubuh dalam proses alami tidur dalam (deep sleep). Suhu ruangan ideal untuk istirahat adalah antara 16-22 derajat Celcius, tergantung juga pada preferensi masing-masing, penggunaan pakaian dan selimut.

3 Alasan Penting Memasak Di Rumah

“...no one is born a great cook, one learns by doing.”

― Julia Child, My Life in France


Benar apa yang dikatakan Julia Child seorang chef asal Amerika Serikat bahwa tidak ada yang lahir dengan kemampuan masak yang hebat, semua belajar dengan melakukannya sendiri. Oleh sebab itu, anak-anak, emak-emak maupun bapak-bapak dapat belajar memasak. Ini berarti memasak merupakan keterampilan hidup dasar untuk semua orang tanpa batasan usia. 





Kenapa memasak jadi begitu penting?



Hasil survei di Inggris dari 2000 orang, menunjukkan belajar memasak menduduki peringkat kelima sebagai keterampilan hidup yang paling penting. Memasak merupakan keterampilan non teknologi yang paling utama untuk dimiliki dalam kehidupan modern saat ini. ¹  Jadi, keterampilan memasak ini sangatlah penting agar mampu bertahan di tengah mahalnya biaya hidup dan makanan di restoran #ehgimana, haha

Perempuan, Ayo Lawan Kanker Serviks!

"Laporan kejadian pagi itu membuat saya kaget setengah mati. Saya menerima laporan bahwa Ibu K pasien kanker kanker leher rahim (serviks) stadium empat telah meninggal dunia. Padahal dua hari sebelumnya, saya memberikan terapi pada Ibu K. Kondisinya masih stabil, bisa saya ajak bercanda walau Ibu K hanya membalasnya dengan senyuman."
Itu adalah sepenggal cerita dari pengalaman seorang teman saya yang bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit. Teman saya juga mengatakan, pasien kanker serviks yang dirawat di rumah sakit memang kebanyakan kondisinya sudah parah. Kondisi parah ini dalam istilah medis disebut kondisi terminal yang bermakna tidak ada harapan bagi penderita untuk sembuh. 

Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar 2013, Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI ternyata penyakit kanker serviks dan payudara merupakan penyakit kanker dengan jumlah kasus tertinggi di Indonesia pada tahun 2013, yaitu kanker serviks sebesar 0,8‰ dan kanker payudara sebesar 0,5‰.1

Angka ini bermakna terdapat delapan orang menderita kanker serviks dari sepuluhribu orang penduduk.



Selama tahun 2010-2013, kanker payudara, kanker serviks dan kanker paru merupakan tiga penyakit terbanyak di RS Kanker Dharmais, dan jumlah kasus baru serta jumlah kematian akibat kanker tersebut terus meningkat.

Keluarga Milenial: Waspadai Middle Income Trap



"Haduh, tiap bulan gaji rasanya cuma numpang lewat doang" 

"Gimana nih Yah? Masa setiap bulan keuangan krisis terus?"

"Ya habisnya, kamu suka belanja online sama makan di luar terus sih..."

"Lho, kok aku? Aku juga belanja kan buat kebutuhan kita semua kali.."

"Yha, gitu kalau enggak mau krisis moneter mesti kurangin belanjanya..."


Familiar dengan potongan ilustrasi di atas? Familiar denger cerita orang atau karena pengalaman sendiri? Hehe... 


Sebagai keluarga milenial ternyata ada hal-hal yang kadang enggak disadari bikin kondisi keuangan hampir krisis. Wah, kalau tiap bulan krisis terus bisa bahaya lho.
Bayangin aja, gaji kita naik sekian dan berhubung gaji udah naik wajar dong kebutuhan belanja sana sini juga naik. Boleh? Boleh dong kan gaji gue gitu, bukan gaji lo.. haha.


Ternyata, pemikiran ini yang kurang tepat bagi sebagian orang bergaji. Sebab peningkatan gaji harusnya meningkatkan investasi kita, bukan konsumsi! Nah, kalau terus-terusan begitu lama kelamaan keluarga milenial bisa terkena middle income trap.


Kalau kondisi neraca keuangan bulanan kamu gimana?  Positif, balans atau negatif nih? Ngapain sih kita mesti cek kesehatan keuangan kita? Jawabannya adalah untuk mengetahui kondisi keuangan kita sendiri. Idealnya, kita dapat rutin menabung minimal 10% dari penghasilan. 





Nah, lho....


Sudah punya tabungan berapa sampai saat ini?  


Eng... berapa ya.. Duh, belum dihitung lagi. Nabungnya nanti aja deh. 


Perlukah Balita Belajar Berenang?


Jadi orangtua di zaman milenial sekarang enggak gampang ya, tapi bukannya sulit juga sih *eh alah gak ngaku aje gue ahahhaa... Terlebih dengan banjirnya informasi tentang tumbuh kembang anak dari segala lini, mulai dari buku, website, komunitas ataupun media sosial.


Sebaiknya, informasi yang diperoleh tidak ditelan mentah-mentah dan dipraktikkan dalam pengasuhan anak. Sebab, belum tentu semua informasi tersebut valid adanya. Seperti layaknya anti-vaksin, yang asal comot, eh..gimana..





Pernah melihat video bayi yang bisa berenang sendiri? Saya pernah dan itu EMESSHH banget hahaa... apalagi anak ras Kaukasoid yang bule-bule imut gitu. Memang sih ada trainer dan orang tua yang menemani anak selama di dalam air tapi kan ya tetep mereka di dalem aer dan lucu!


Kali ini, saya ingin membahas tentang berenang pada balita. Saya sendiri sudah pernah dua kali mengajak Kristal berenang di kolam. Pertama di usia satu tahun lebih dan kedua kalinya kemarin usia dua tahun tujuh bulan.


Saya mah mengajak anak berenang cuma asal ajak aja, belum pakai ilmu, haha. Apalagi nyobain aquatic swim for baby itu belum pernah sama sekali. Akhirnya, saya jadi penasaran bagaimana sih urusan renang berenang ini untuk balita?

Library Journey: Perpustakaan Umum Daerah Jakarta Selatan

Apakah yang terbayang ketika kamu mendengar kata perpustakaan?

Sebuah tempat yang penuh dengan bukukah?

Sebuah tempat yang membosankan?

Atau sebaliknya perpustakaan merupakan tempat yang menyenangkan selain di depan layar handphone atau laptop.


Kalau bagi saya sih, sama seperti kata Mr. Borges, perpustakaan merupakan surga, sepakat bangetlah, wkwk...



Nah, pertanyaan yang cukup menggelitik juga nih, "kapan terakhir kali kamu ke perpustakaan?" 


Udah, jawab dalam hati aja kok, gapapa..


Tak bisa dipungkiri keberadaan perpustakaan dulu begitu dibutuhkan bagi pembaca buku atau sumber bacaan lainnya untuk mencari informasi. Namun, sekarang segalanya berubah sejak ada mesin pencari Google di internet. Tak perlu susah payah mencari jawaban sebab sekarang semuanya tinggal ketik dan taraaammm keluar deh jawabannya.  


Well, internet is kinda magic which truly happens. I admit it. 


How To Make Pizza in a Pan A.K.A Pizza Teflon


Perubahan peran setelah menikah ternyata cukup besar bagi saya. Ternyata sudah tiga tahun lebih saya menjalani peran sebagai istri. Oleh sebab itu, cukup terasa ada perubahan mulai dari perubahan jiwa, pikiran serta kemampuan memasak haha.


Sebelum nikahan mah boro-boro mau nyoba resep makanan baru. Lihat ada foto makanan-makanan lucu di sosmed ya cukup dilihat ada dan komentar "enak nih", dalam hati tanpa ada motivasi mempraktikkannya


Kalau sekarang, saya punya tantangan untuk mencoba minimal tigapuluh resep baru sepanjang tahun 2017. Sudah berapa yang tercapai hingga saat ini? Hahaha... Saya juga lupa, sebab tidak menghitung resep yang baru diujicoba di dapur. Wehhh.. gak terukur dong kalau gitu.. wkwkwk.


Memasak bagi saya semenjak jadi istri merupakan akivitas keseharian yang tidak ada berhentinya. Hahaha.. iyalah tiap hari saya yang masak di rumah, mulai sarapan sampai makan malam. Termasuk juga cemilan buat Kristal seperti puding atau donat. 

DIY: Pokemon Stress Ball


Bulan Juni ini sejak sibuk dengan ritme Ramadhan saya belum bikinin mainan lagi buat Kristal. Iseng-iseng lihat pinterest ada yang lucu dan mudah dibikin. Stress Ball namanya. Apakah itu? Jadi, stress ball ini bisa dibilang sejenis bola yang bisa dipencet-pencet gitu. Terbuat dari balon yang diisi tepung. 


Rencana eksekusi Pokemon stress ball agak lama karena belum ketemu dengan botol bekas. Ini penting sebab untuk dapat memasukkan tepung ke dalam balon kita pakai botol plastik bekas minuman. 





Baiklah berikut ini bahan yang diperlukan untuk membuat DIY Pokemon Stress Ball.

1. Balon warna warni
2. Tepung terigu
3. Botol plastik bekas minuman
4. Spidol marker warna warni atau pulpen berwarna
5. Corong atau kertas sebagai corong 
6. Contoh muka berbagai Pokemon

Konsumtif: Gaya Hidup atau Kebutuhan?



Berbicara mengenai konsumtif maka tidak bisa terlepas dari yang namanya berbelanja. Benar apa betul? Ya, melalui belanja inilah kita mendapatkan barang yang kita konsumsi baik dengan belanja online ataupun belanja langsung.













Nah, sekarang pertanyaannya adalah seberapa sering kamu belanja online? HAHAHA.


Saya sih, Kadang. Slow, kalau sering juga gapapa kok, di sini akuh enggak nge-judge. Lol


Iya, serius kadang-kadang kalau ada baju dan diskon yang lucu di-favorite dululah.

5 Tips Memilih Warna Rumah


Rumah menjadi tempat paling nyaman untuk kita pulang. Kemana saja dan sejauh mana kita pergi dari rumah maka kita hanya akan ingin pulang kembali ke rumah. 
Setiap orang memiliki standar rumah ideal yang berbeda baik dari ukuran, lokasi dan desain. Salah satu unsur yang paling berpengaruh dalam rumah adalah warna. Pemilihan warna baik eksterior maupun interior rumah akan sangat berpengaruh pada penghuni rumah tersebut.



Tahun 2011, Kemal Yildirim dkk meneliti mengenai efek warna interior terhadap mood dan preferensi. Hasilnya dipublikasikan dalam Journal of Perceptual and Motor Skills menunjukkan bahwa warna-warna hangat menghasilkan respon partisipan yang lebih kuat, bersemangat dan tertarik. Warna-warna dingin lebih diasosiasikan dengan tidak terlalu membangkitkan semangat tetapi lebih pada keleluasaan dan ketenangan. Secara umum, warna-warna dingin dan akromatik memicu emosi yang lebih tenang dan damai (Yildirim et. Al, 2011).

4 Kebiasaan Buruk yang Harus Dihindari Selama Puasa Ramadhan



Alhamdulillah, Marhaban Ya Ramadhan. Bulan suci Ramadhan hanya tinggal hitungan jari. Ibadah puasa Ramadhan menjadi kewajiban bagi setiap orang Islam yan beriman. Ya orang beriman sebagaimana firman Allah dalam Surat Al Baqarah ayat 183. Soalnya juga, banyak sih yang Islam tapi kurang iman gitu jadi ya gitulah, heheh. 😁

Baiklah, pasti yang dinanti selama Ramadhan tentunya ibadah-ibadah kita yang dilipatgandakan pahalanya. Ibadah spesial seperti shalat tarawih berjamaah, puasa dengan ritual sahur dan berbuka, tentunya menjadi ciri khas bulan suci ini. Bayangan es buah segar dengan sirup sudah ada di dalam kepala. Tidak lupa juga, beraneka cemilan dalam bentuk gorengan seperti pisang goreng, bakwan, tahu isi, risoles dan lainnya sudah pasti menjadi menu pelengkap berbuka puasa.



Ramadhan ibarat lari maraton. Panjaang dan lama kan ya bayangin aja 42 km haha, kalo enggak bener latihannya bisa kalah duluan tuh. Nah, karena itu selama ramadhan kita perlu strategi, disiplin dan fokus pada tujuan supaya menang. Selama berlatih, ternyata apa yang kita makan dan bagaimana cara kita makan berpengaruh pada perlombaan maraton ramadhan ini. Bisa jadi mudah atau makin susah, kok bisa ya? 

[Event Report] Bicara Gizi Bersama Sarihusada



Jika membicarakan gizi anak maka yang terpikir pertama kali adalah berat badan anak. Tentu berat badan anak menjadi hal penting yang memang dijadikan sebagai parameter status gizi anak. Oleh sebab itu, penting bagi orangtua untuk memantau berat badan anak secara berkala.   


Venue




Semua orang tua ingin agar anaknya memiliki masa depan yang baik. Salah satu hal yang menentukan adalah tumbuh kembang anak sesuai dengan tahap pertumbuhan pada usianya. Tumbuh kembang yang optimal di masa kecil menjadikan anak tumbuh sehat menuju masa dewasanya. Anak-anak pada masa kecilnya rentan terhadap gangguan kesehatan, salah satunya adalah berat badan kurang (underweight). Hal ini diketahui dari data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013, bahwa tingkat prevalensi underweight masayarakat Indonesia cenderung meningkat dari 18,4% pada tahun 2007 menjadi 19,6% pada 2013. 


Lika-liku Weaning With Love (WWL)



Setiap ibu yang menyusui anaknya mesti punya cita-cita ingin menyusui penuh sampai usia anak dua tahun atau bahkan lebih. Ya enggak apa-apa, toh kan yang nyusui ibunya kenapa orang lain rempong? Haha.. Menyusui itu masuk hukumnya wajib bagi ibu sebab itu merupakan pemenuhan haknya anak. Betul apa bener? Jadi, enggak masalah dengan cita-cita menyusui sampe dua tahun. Saya sendiri juga pas menyusui Kristal juga punya harapan yang sama. 


 

Begitu juga dengan kampanye berikan ASI ekslusif sampai dua tahun sejalan baik perintah Allah dan juga anjuran Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan. Sayangnya, semua yang pro ASI mengkampanyekan ibu-ibu menyusui tapi enggak ada yang mengkampanyekan cara menyapih dengan cinta ahahahaa... Mamam deh gue! Gimana ini melepas nenen dari anak? 


Menyusui sih seneng-seneng aja, etapi pas mau deket-deket waktunya menyapih pusing langsung kepala emak! Haduh, kok ya gini amat. Semua pada menyuruh kasih ASI tapi pas mau ngelepas ASI enggak ada yang bisa jelasin gimana caranya menyapih dengan cinta. Enggak ada yang bisa dijadikan petunjuk buat jadi pakem pedoman menyapih sebagaimana memberikan ASI yang ada pedomannya, teori maupun praktik. 


Sebenarnya saya sangat menyayangkan hal ini. Padahal menyapih juga kan bagian dari menyusui pokoknya sepaketlah, elo kalo menyusui pasti lo bakal nyapih kan? Gak mungkin enggak nyapih lololo... Pusing dah.




Nah, yang jadi sumber masalah adalah pilihan-pilihan cara menyapih anak dari ASI dari nenen dari Payudara emak! Itu semua kira-kira sama maksudnya. Kalo jaman saya, mamah saya ngasih yang pahit-pahit biasa sih disebut brotowali. Nah, si Broto ini dioles ke puting ibu supaya pas mimik, anak merasakan pahit lalu dia jadi berenti ((karena trauma)) *Harap DICATAT karena TRAUMA dan enggak mau mimik lagi. 

Ketika Gravitasi itu adalah Ibu


Apa yang terbayang ketika kamu melihat diri kamu menjadi seorang ibu? 

Pada saat itu yang terpikirkan oleh saya adalah gravitasi. Benar, setelah menjadi ibu seorang wanita yang dahulunya bukan apa-apa dan siapa-siapa menjadi pusat gravitasi bagi anak yang dilahirkannya. Sebagaimana matahari sebagai pusat tata surya.





Sebuah amanah yang tidak ringan tapi pastinya akan membuat kehidupan menjadi lebih bermakna. 
Tidak terbayang bahwa saya yang dahulunya seorang yang agak asal-asalan, berantakan dan kurang teliti menjadi berubah setelah punya anak. Benar, pada akhirnya mengemban tanggung jawab menjadi ibu membawa saya menjadi pribadi yang lebih baik. 


Dulu saya suka asal, sekarang saya sadar ada manusia kecil si peniru dan dia hanya akan meniru hal baik dari saya.


Dulu saya berantakan, sekarang saya lebih rapi dan bersih karena ingin anak saya sehat.

Sensory Play Idea: Kelapa Parut Pelangi




Sejak lama saya memiliki ide untuk menjadikan ampas kelapa parut mainan buat Kristal. Cari ide di pinterest dan yuhuuu ketemu deh ide ini, shredded coconut rainbow. Sebenarnya dari ibu pembuat mainan ini di Amerika Serikat sana, kelapa parut termasuk barang dengan harga cukup mahal. Iya sih, kalau kelapa kan buah tropis di sana ya gak ada kecuali diimpor. Alhamdulillah, kita tinggal di bumi tropis Indonesia jadi harganya murah dan banyak ditemui. Haha, saya bersyukur banget deh ah.

Review Buku Anak: Beny Beruang Kutub


Judul: Beny si Beruang dari Kutub Utara

Penulis: Watiek Ideo

Ilustrator: Paula Amelia

Batasan usia: Cocok untuk usia > 3 tahun

Penerbit: Bhuana Ilmu Populer

Tahun terbit: 2012

Tebal: 32 halaman paperback






Buku ini berisi 32 halaman kertas full color. Bentuk fisik buku agak tipis dan format paperback yang membuat buku ini sangat ringan. Sejak halaman sampul, pembaca akan disuguhkan ilustrasi cat air dari kedua tokoh utama dalam seri petualangan Tom dan Beth.
 


Cerita Beny Si Beruang dari Kutub Utara dibuat dalam versi dua bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hal ini membuat cerita cukup menarik untuk dibacakan oleh orang tua. Saya membacakan Kristal cerita bahasa Inggrisnya dan reaksi anak itu hanya diam lalu bengong, heheh. Mungkin karena tidak mengerti jadi begong namun saat dibacakan bahasa Indonesianya, dia mendengarkan dengan penuh perhatian sambil melihat ilustrasi cerita.
  

Ilustrasi cat air


Ilustrasi dalam format cat air ini sebenarnya sangat menarik dan cukup realis. Saya sendiri baru menemui buku anak dengan format seperti ini. Namun, entah dari format cat airnya atau komposisi warna yang cenderung gelap membuat ilustrasi terkesan suram dan kurang ceria bagi anak. 

 


Tokoh Tom dan Beth diceritakan sedang berpetualang ke kutub utara. Lalu, mereka kedinginan dan bertemu Beny Beruang. Beny Beruang menawarkan untuk menghangatkan diri di rumah iglo-nya. Konflik terlihat saat Beny Beruang menceritakan masalah jumlah ikan yang menipis serta salju yang meleleh sehingga membuat beruang kutub kesulitan mencari tempat tinggal.




Cerita Beny Beruang dapat memfasilitasi anak belajar mengenai alam berupa kutub utara serta permasalahan lingkungan di sana. Sehingga dengan membaca buku ini anak tidak hanya terhibur tetapi juga bertambah pengetahuannya. 

Cara menyajikan teks sudah sangat bagus, teks tiap halaman tidak terlalu panjang. Hal ini merupakan kelebihan buku, yaitu membuat anak mudah memahami tiap bagian ilustrasinya dengan teks singkat. 

Menurut saya, level kognisi anak usia pra sekolah-lah yang cocok membaca dan dapat memahami pesan dari cerita Beny. Jika anak yang membaca berusia kurang dari itu maka hanya menjadi cerita saja sebab level kognisi yang masih rendah.



Melalui buku anak belajar mengenal dunia sekitar. Kecintaan terhadap pengetahuan dimulai di rumah. Buku cerita Beny Beruang telah berhasil mengenalkan kutub utara tanpa harus pergi ke kutub utara.

Saya berikan rate tiga bintang dari lima bintang. 
 

[Shiva Bertanya, Islam Menjawab]: 5 Hal Penting Selama Masa Iddah

Assalamua'laykum warahmatullahi...
Alhamdulillah, pada hari Senin yang hampir injury time ini saya akan membuka seri Shiva Bertanya, Islam Menjawab. 

Pembahasan isu kali ini saya rasa cukup penting ya bagi Muslimah. Mengingat kadang ada kesalahpahaman dan salah tafsir dari isu penting ini. Nah, untuk menghapus pemikiran yang kurang tepat kita tanyakan langsung pada ahlinya Ustadzah Mardiana mengenai masa iddah perempuan.






Shiva Bertanya:

Dalam Islam ada aturan mengenai masa iddah. Bagaimanakah sebenarnya Islam mengatur hal ini? Apakah benar perempuan yang baru bercerai tidak boleh keluar rumah walau hanya berkunjung ke tetangga? Lalu, antara cerai mati dan cerai hidup adakah perbedaan?





Islam Menjawab:


Narasumber adalah Ustadzah Nurdiana




و عليكم  السلام  و  رحمة  الله  و  بركاته


Iddah (Arab: عدة;  bermakna "waktu menunggu") di dalam agama Islam adalah sebuah masa di mana seorang perempuan yang telah diceraikan oleh suaminya, baik diceraikan karena suaminya mati atau karena dicerai ketika suaminya hidup, untuk menunggu dan menahan diri dari menikahi laki-laki lain.

Wanita yang ditinggal mati suami dalam keadaan tidak hamil, masa ‘iddahnya adalah 4 bulan 10 hari, baik sesudah disetubuhi ataukah tidak. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,

Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber’iddah) empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah habis ‘iddahnya, maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” 
(QS. Al Baqarah: 234)

Wanita yang tidak memiliki masa haidh yaitu anak kecil yang belum datang bulan dan wanita yang monopause (berhenti dari haidh), maka masa ‘iddahnya adalah tiga bulan. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,
Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya.” 
(QS. Ath Tholaq: 4).


5 Hal yang perlu diperhatikan selama masa iddah

Bagaimana menjalani masa iddah?

Seperti biasa ia boleh melakukan apa saja kecuali, beberapa hal yang dilarang.

Lalu, apa saja larangan bagi wanita yang sedang dalam masa iddah?


1. Larangan  khitbah (melamar) dan menikah pada wanita cerai hidup.



Dalilnya:

”Dan janganlah kamu ber’azam (bertetap hati) untuk berakad nikah, sebelum habis iddahnya.” (QS Al-Baqarah [2] : 235). 

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa para ulama telah sepakat bahwa akad nikah tidak sah jika dilakukan dalam masa iddah. 
(Tafsir Ibnu Katsir, I/509).


2. Larangan khitbah secara terang-terangan (tashrih)namun boleh dengan sindiran (ta’ridh) untuk wanita yang cerai mati.

Hal ini tertuang dalam:
“Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu [yang ditinggal mati suaminya dalam masa iddahnya] dengan sindiran.” 
(QS Al-Baqarah [2] : 235)



3. Dilarang keluar rumah saat waktu iddah belum habis.

Sahabat yang baik, jika ada ayat larangan bagi wanita disaat iddah ini bukan tanpa sebab, hal ini karena untuk melindungi wanita yang tengah rapuh dari gangguan fitnah juga musibah atau sesuatu yang memberatkan ketika keluar rumah tanpa ada suami yang disampingnya.

Ayat ini sangat jelas tertuang dalam firman Allah SWT:
“Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat iddahnya dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka ke luar kecuali mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang…” (QS. At-Talak: 1)

Mengenai hal ini ulama sudah sepakat untuk tidak diperkenankan wanita keluar rumah, pada masa iddah. Namun, ulama Malikiyah dan Hanabillah berpendapat lain mereka boleh keluar rumah ketika benar-benar dalam keadaan darurat, uzur atau kepentingan, misalnya saat gempa bumi, musibah, ada rampok dan lain sebagainya.
Dua aliran ulama ini juga mengatakan jika wanita pada siang hari tak boleh keluar rumah, boleh pada malam hari saat ada darurat. Menurut penulis, darurat ini termasuk memenuhi kebutuhan sehari-hari jika tidak ada yang menafkahi mereka (wanita dan anak-anak), atau panggilan tugas (sebagai guru, sebagai pegawai atau dokter, perawat dan lain sebagainya).

Namun, hal ini sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu tentang biaya kehidupan mereka saat  iddah, karena wanita tidak boleh keluar rumah, juga minta pengertian pada tempat kerja jika dalam Islam, masa iddah adalah penting untuk dipatuhi.
  

4. Larangan bagi wanita dalam masa iddah untuk menggunakan wangi-wangian atau sesuatu yang berbau wangi dan segala jenisnya, baik di badan.


Dalilnya sabda Nabi SAW,”Janganlah perempuan itu menyentuh wangi-wangian.” (wa laa tamassu thiiban). 
(HR Bukhari no 5342, Muslim no 938).

Tidak boleh berhias di badan misalnya mewarnai rambut atau anggota tubuh dengan inai (khidhab), menggunakan celak dan lain sebagainya. Kecuali semua perawatan itu memang diperlukan untuk pengobatan.

Dalilnya hadis Ummu Athiyah RA,”Kami tidak menggunakan celak, tidak menggunakan wewangian, tidak menggunakan baju yang dicelup…” (HR Bukhari no 5341; Muslim no 938).

Berhias dengan baju, maksudnya memakai baju yang bagus-bagus dan berwarna-warni dengan niatan berhias, hal ini dikatakan oleh Imam Syafi’I dan madzabnya. 
(menurut Imam Syaukani, nailul Authar, halaman 1378).


5. Tidak boleh menggunakan perhiasan dan sejenisnya seperti kalung gelang juga cincin.

Dalilnya hadis Ummu Salamah RA bahwa wanita yang berkabung dilarang menggunakan perhiasan (al hulli) (HR Ahmad, 6/302; Abu Dawud no 2304, Nasa`i, 6/203).

Semoga hal ini bisa membantu para wanita dalam masa iddah untuk melewatinya dengan baik, dikuatkan dan tabahkan hatinya, dan semoga Allah memberikan kehidupan yang lebih baik setelahnya.
Wallahu a'lam.




*Kembali Ke Shiva*

Alhamdulillah, jawaban dari Ustadzah sudah cukup jelas mengenai hal penting selama masa iddah. Sebenarnya, aturan dalam Islam ini lebih cenderung untuk melarang beberapa hal yang memang tidak dilakukan seorang perempuan dalam masa iddah, baik cerai mati maupun hidup.

Semua aturan sudah tertulis dalam Alquran dengan begitu jelas perkara perceraian dan masa iddah perempuan yang berbeda. Perempuan yang belum masuk masa menopause masa iddah-nya empat bulan sepuluh hari sedangkan perempuan yang sudah menopause selama tiga bulan. Betapa beruntungnya kita sebagai Muslim memiliki tata hukum sebaik ini.

Meskipun rumah tangga kita dalam kondisi baik, alhamdulillah namun belajar mengenai hukum dan aturan rumah tangga dalam Islam juga menjadi hal penting. Oleh karena itu, saya memiliki ide untuk membahas mengenai masa iddah. Memang sih semua yang nikah tidak ada yang mau dan niat sengaja cerai. Akan tetapi, jika memang kehendak Allah dimampukan berumahtangga hingga maut memisahkan maka ilmu ini pun juga diperlukan dan penting. 

Baiklah, untuk seri Shiva bertanya, Islam menjawab kali ini saya cukupkan. Pembahasan tema-tema lain akan dilanjutkan di posting blog berikutnya. Jika ada yang mau minta tema tertentu juga boleh, silakan tinggalkan request di komentar. Yang benar sesungguhnya datang dari Allah. 
Semoga kita termasuk hambaNya yang selalu diberikan petunjuk oleh Allah SWT. aamiin.  

Materi ini disarikan dari diskusi grup Kajian Iman dan Islam.




Dipersembahkan oleh:

Perang Tiada Akhir: Perang Ibu

Jauh sebelum saya menjadi ibu, ada ekspektasi-ekspektasi yang hendak diwujudkan dengan kalimat "jika nanti saya punya anak saya mau... *blablabla isi sendiri hal-hal nan indah membahagiakan* Sepertinya menenangkan jiwa gitu ya, berbagai rencana indah begitu sempurna dipetakan oleh otak kita.


Setelah jadi ibu ternyata, dunia tidak seramah dulu, hahaha.. Seketika ibu-ibu menjadi penyinyir handal, komentator ahli layaknya komentator pertandingan sepak bola dan juga pematik api pertengkaran.


Bayangkan, saya lagi update status soal pentingnya memberikan ASI eksklusif bagi anak usia kurang dari enam bulan. Eh, dikomentari ibu-ibu lain begini:

"Emang semua ibu punya ASI yang cukup, gak bisa disamaratakan dong?"


"Ah, lebay, anak gue minum susu formula sehat-sehat aja tuh sampai sekarang"



Taraaammmmm.... dan peperangan dimulai.....








Inilah yang disebut Perang Ibu alias Mommy War. Isu ini bukan hanya terjadi di Indonesia saja lho, tetapi juga di seluruh dunia. Lihat, betapa powerful-nya ibu-ibu bisa membuat perang di setiap titik di dunia. 

Mengapa disebut Perang Ibu?

Sebenarnya ini berawal dari hal minimalis, biasa kok obrolan ringan seputar anak dari ibu-ibu biasa. Akan tetapi, ketika ada salah satu pihak atau kedua pihak tersebut menganggap way of parenting-nya lebih baik/ lebih benar/ superior daripada cara ibu lain merawat anaknya maka tersulutlah api peperangan tersebut.


Apa saja yang ada dalam Perang Ibu?

Isu yang memang tiada hentinya dibahas menyebabkan perang ini pun seolah tiada akhirnya. Isu-isu berikut ini yang menjadi penyebab perang ibu:

Memberikan ASI VS Susu Formula
Seluruh dunia pun tahu manusia adalah mamalia yang memiliki kemampuan menyusui anaknya. Iya,, anak SD kelas enam juga belajar itu kan? Tapi eh tapi, tidak semua sama kondisinya. Ada sebagian yang mampu menjadi penghasil Air Susu Ibu (ASI) dengan melimpah ruah, sampai penuh satu freezer dalam jumlah yang fantastis! Ada juga sebagian lain yang kondisinya berbeda tidak bisa menghasilkan ASI dalam jumlah memadai bagi anak serta indikasi yang pada akhirnya mengharuskan pemberian tambahan Susu Formula (Sufor).

Para ibu menjadi makin sensitif perkara ASI. Seolah tema ini menjadi pemicu perang disadari atau tidak. Ada yang bangga penuh mampu memberikan ASI bagi anaknya dan tidak lupa meghakimi mereka yang memberikan sufor adalah yang tidak sayang anak, tidak peduli kesehatan anak dan lainnya. Padahal belum tentu juga yang dihakimi seperti itu. Di sisi satunya lagi, ibu sufor dengan bangga mengatakan dirinya memiliki dana lebih sehingga mampu membelikan sufor bermerk terkenal buat anaknya, ditambah juga penghakiman bagi ibu menyusui sebagai ibu pelit, ogah rugi menghabiskan uang untuk beli sufor.

Source: positively smitten


Melahirkan normal VS Operasi Caesar
Melahirkan itu sakit! Mau normal ataupun operasi caesar sama-sama sakit. Akan tetapi, rasa sakit itu telah dilupakan dan justru dijadikan materi penghakiman. 
Ibu yang melahirkan normal berkata, "Eh, kalau belum melahirkan normal mah, belum merasakan sakit yang beneran". Ealah, dikira sakit operasi sakit bohongan?

Hellauuw... Iya deh, semua yang melahirkan normal syuci... kami yang caesar penuh dosya yah. Padahal kan bukan begitu juga kali. Semua juga inginnya mah melahirkan nomal-normal aja tapi apa daya kehendak Allah mesti operasi, aku kudu piye? Tetep ngotot lahiran normal meski bahaya buatku dan bayiku?
Hemmm.. sorry to say, menghakimi yang lahiran caesar bukanlah cara yang baik. Bagaimanapun ibu-ibu sudah berjuang demi keselamatan diri dan anaknya ya (tolong dicatat) dan kamu tak berhak menyinyiri usaha itu.

Ada lagi yang baru-baru semacam water birth, lotus birth dan birth-birth lainnya yang saya juga belum merasakan (lha wong aku lahiran baru sekali kok, wkwkw iyalah) yang juga membuat nyiyir kepada ibu-ibu yang lahiran normal dengan rasa mulas yang luar biasa. Seolah seluruh dunia mesti mengikuti the new evidence based-nya water-home-gentle birth. Eh, ya bu enggak usah maksa-maksa banget gitulah, seolah diri kamu yang paling benar sesuai dengan evidence based kekinian. Halah, itu semua kan juga syaratnya tidak cuma satu, ada serentetan syarat yang harus terpenuhi supaya bisa sepertimu lahiran tanpa rasa sakit haha. 

Tolong ya, tidak perlu generalisasi setiap ibu beda kondisi dan pilihan mereka adalah hak mereka, tak perlu menghakimi.


Ibu Bekerja VS Ibu Rumah Tangga
Ibu bekerja disebut sebagai ibu yang tega meninggalkan anaknya demi segepok uang jajan. Mereka menitipkan anaknya dengan bantuan asisten, orang tua atau daycare. Mereka dihakimi sebagai ibu yang tidak total dalam merawat dan mendidik anak. Menyiakan waktu bersama anak dan menjadi ibu bekerja itu seolah perkara mereka yang kekurangan dana dari suami.

Padahal tidaklah demikian, ibu bekerja harus menyiapkan mental meninggalkan anak padahal jiwa rasanya ingin di rumah saja. Mereka yang bekerja pun memiliki kompetensi yang memang dibutuhkan umat. Jadi, tidaklah anggun hanya menilai ibu bekerja sebelah mata.

Adalagi cerita ibu sudah kuliah tinggi-tinggi tetapi hanya tinggal di rumah saja. Mereka ini kelompok yang paling disayang. 

Disayangkan sekolah tingginya tidak menjadikan mereka punya posisi tinggi dalam pekerjaan.

Disayangkan dulunya adalah mahasiswa cerdas dan berprestasi sekarang kerjanya menjadi perawat bayi-balita.

Disayangkan kenapa tidak bekerja lagi supaya bisa punya dana pribadi tak melulu minta suami.

Duh ya, berpikirlah lebih jernih bahwa hidup tidaklah melulu soal materi. 
Bahwa keberadaan diri menjadi yang pertama bagi anak-anaknya adalah lebih dari dunia dan seisinya. *berkaca-kaca

Selain isu di atas ya, masih banyak lagi hal-hal yang menjadi penyebab perang ibu seperti, 
  1. Pakai popok disposable VS Cloth Diaper, 
  2. Tidur Bareng Anak VS Anak Tidur sendiri
  3. Keluarga Banyak Anak VS Keluarga Anak Satu
  4. Sekolah umum VS Homeschooling

Bahkan di Amerika Serikat ada komunitas ibu CT Working Moms yang mengadakan perdamaian untuk mengakhiri perang Ibu. Foto-foto ini adalah hasil kegiatan tersebut.











 






Ketika kondisi setiap ibu berbeda menjadikan beberapa hal penting tidak bisa dipukul rata. Maka, respeklah terhadap pilihan-pilihan berbeda dalam parenting style setiap ibu.


#MemesonaItu ketika saya yang telah menjadi ibu mampu menghormati pilihan berbeda dari ibu-ibu lain.


#MemesonaItu adalah saat saya mau dan mampu berdamai bahwa adanya perbedaan bukannya memicu peperangan tetapi sebaliknya, menjadi penguat.



#MemesonaItu ketika setiap ibu mau berdamai dan mengakhiri penghakiman terhadap ibu lainnya.


#MemesonaItu terlihat saat setiap ibu memahami bahwa dirinya adalah ibu terbaik bagi anak-anaknya.


Dalam perang ibu tidak ada juara, tidak ada kemenangan karena yang ada hanya rasa jumawa.


Masing-masing merasa paling benar, paling baik, paling suci dan yang lainnya pendosa. Hhaha.. begitulah sekelumit perang ibu yang pada akhirnya tidak akan bermanfaat juga jika diteruskan.


Oleh sebab itu, marilah kita berdamai dan mengakhiri penghakiman sepihak ini. Berhenti menghakimi ibu lain yang memilih berbeda cara dalam perawatan anak-anaknya. Kita tidak pernah tahu posisi ibu lain sebab kita tidak pernah berada diposisinya sekarang ini.

Maka yuk, jadi ibu yang memesona dengan menghormati pilihan dan berdamai dengan perbedaan.




#MemesonaItu Menurut Kamu?


*Disclaimer: Artikel ini dilombakan pada Lomba Blog #MemesonaItu

Review Buku Anak: Super Balita Mandiri (Paperback)


Judul Buku: Super Balita Mandiri

Penulis: Ali Muakhir, dkk

Penerbit: Dar! Mizan

Batasan usia: Balita Pra sekolah

Tahun terbit: 2013

Tebal: 165 halaman paperback full color







Buku ini termasuk dalam kategori pembelajaran untuk anak. Buku Super Balita Mandiri berisi lima belas cerita yang bertujuan untuk menanamkan kebiasaan baik dan kemandirian tentang keterampilan hidup. Versi buku yang saya miliki adalah versi paperback, jadi jangan harap buku ini cocok untuk anak usia kurang dari satu tahun. Pasti akan langsung disobek-sobek, hehe.

Tokoh utama dalam cerita ini ada dua orang anak bernama Ali dan Nisa. Dalam satu cerita kadang Ali menjadi tokoh utama tunggal, kadang juga Nisa yang menjadi tokoh utamanya. Namun, kedua tokoh ini pun muncul bersamaan juga dalam satu cerita. Contohnya dalam cerita merapikan tempat tidur, Ali menjadi tokoh utama sedangkan dalam cerita aku bisa potong kuku sendiri, Nisa yang menjadi tokohnya serta di cerita bikin susu sendiri mereka bersama menjadi tokoh cerita. Oh ya, satu lagi tokoh hewan yang menemani kedua anak ini adalah Hupi seekor burung (saya kurang paham burung ini spesies apa).



Daftar Cerita
 
Tampilan fisik bagian dalam buku ini dikemas dengan menarik. Satu bab cerita memiliki bagian ilustrasi dan teks yang terpisah dalam dua halaman. Menurut saya, ini memudahkan anak memahami dengan jelas ilustrasi dari sebuah cerita. Selain itu, warna cerah pun mendominasi tampilan ilustrasi cerita. Hal ini membuat buku semakin menarik bagi anak.
 
 


Ilustrasi cerita dibuat dengan jelas, seperti bagian menyikat gigi, mandi dan juga memakai sepatu. Ilustrasi ini akan memudahkan anak menangkap apa yang dimaksud dalam cerita. Serperti Kristal yang saat ini suka dengan cerita aku berani tidur sendiri sehingga saat ditanya berani bobo sendiri? Kristal menjawab berani. 

 





Isi buku ini merupakan seri cerita yang dibuat sebagai alat bantu anak-anak belajar keterampilan hidup. Oleh sebab itu, menurut saya buku ini sangat cocok untuk anak usia pra sekolah, tapi boleh dikenalkan juga untuk toddler seperti usia Kristal saat ini 26 bulan.

Keterampilan hidup dasar untuk memandirikan anak memang sangat perlu ditanamkan oleh orang tua sejak pra sekolah. Sejak usia pra sekolah anak yang sudah belajar mandiri akan lebih mudah belajar tanggung jawab setelah memasuki usia sekolah.  

Oleh sebab itu, hadirnya buku ini turut membantu orang tua untuk menanamkan kebiasaan baik serta melatih kemandirian dalam hal keterampilan hidup. Cerita sehari-hari dikemas dalam bahasa yang ringan serta mudah dipahami anak-anak. Selain itu, tidak lupa adanya encourage dari tokoh orang tua (Ayah dan Ibu) dalam cerita untuk setiap usaha anaknya dalam belajar.
 

Kekurangan buku ini karena tidak ada keterangan usia pembaca yang jelas. Padahal untuk kategori buku anak, penjelasan usia pembaca itu sangat penting. Akan lebih baik jika dalam sampul terdapat keterangan pembaca usia 3-6 tahun (usia toddler sampai pra sekolah). Jika kategori usia sudah sesuai, maka material buku yang terbuat dari kertas akan sesuai juga dengan pembacanya. 


Sebagaimana yang tertuang dalam sampul belakang buku bahwa mengajarkan kemandirian anak sejak dini adalah hal penting yang menjadi PR orangtua di rumah. Sehingga menambah koleksi buku ini dalam rak buku Anda termasuk dalam hal baik yang akan menjadi investasi belajar anak.

 


Saya berikan rating 3.5 dari lima bintang untuk buku Super Balita Mandiri yang telah menemani Kristal setiap harinya.  

Lika-Liku Menyusui (2)


Sesuai janji, maka saya akan melanjutkan kisah dibalik relaktasi selama ASI eksklusif Kristal. Mantap banget, terhitung sejak diagnosis tidak menyedot hindmilk di usia dua bulan lebih maka di situ pula perjuangan saya dimulai. Sampai kapan? Sampai terkejar berat badan normal sesuai usia selama ASI eksklusif. 





Jujur ini adalah sebuah pengalaman yang sangat amat menguji mental. Gimana enggak, sejak awal niat ASIx enggak pernah terbayang bakal tersandung kasus seperti ini udah gitu saya juga kan bukan ibu bekerja yang sudah siap dengan peralatan tempur ASI perah. Botol kaca, pompa ASI dan alat-alat lainnya dadakan disiapkan. Saya pun dadakan belajar cara memerah ASI dengan teknik Marmet (perah manual pakai tangan sendiri) yang hhmmm... gak bohong deh pegelnya jemari ini ibu-ibu haha...




Sempet terpikir beli pompa ASI aja deh ya, tapi gimana juga kalau enggak cocok? Dilema lagi, sampai saya menemukan tempat penyewaan pompa ASI yang tanpa pakai uang jaminan wkwkw rejeki emang sih. 


Memerah ASI ketika anak tertidur atau sedang tidak menyusu saya lakukan lebih dari enam kali sehari di luar waktu menyusui langsung yang suka-suka atau sebutuhnya anak serta sesering mungkin (kalau pas anak pilek). Enggak usah dibayangin bu, saat itu rasanya saya mau nangis kalau melihat tetes demi tetes ASI perah yang kok rasanya enggak bertambah, kok kayaknya seret amat. Sedih, ngumpulin awal-awal pake marmet sepuluh menit dapet cuma 3 cc kali ya, boro-boro ada 10 cc apalagi full satu strip botol kaca. 


Pompa ASI yang pertama saya coba itu Unimom Mezzo Manual Breast Pump. Saya sampai bingung ini salah pompanya atau salah saya yang sudah mompa lebih dari 30 menit tapi cuma penuh menutup dasar botol. Pompa manual pun kekurangannya bisa bikin pegel juga ternyata, wkwkw.. Ujung-ujungnya saya mesti balik lagi marmet juga buat menghabiskan sisa ASI yang belum terperah.

Unimom Mezzo


Pompa berikutnya saya direkomendasikan teman yang juga pakai yaitu, Medela Harmony Manual. Pompa manual dari Medela ini lebih ringan saat diengkol dan hasilnya lumayan ada peningkatan sedikit meski tetap saya penasaran setiap habis mompa dilanjutkan dengan marmet lagi, haha.

Medela Harmony


Selanjutnya, saya mencoba Unimom Allegro Electric, nah kalau ini lumayan banget naikin hasil ASI perah. Selain itu, model elektriknya yang pakai baterai hanya dengan di-charge dan suara mesinnya gak berisik, memudahkan banget. Saya suka banget sama Allegro-lah. Sekali mompa alhamdulillah bisa nambah 30 cc per 30 menit. Memang ya, teknologi ini sangat amat membantu ibu menyusui. Saya termasuk dalam #TeamPompaElektrik dong ya kalau begitu haha. Habisnya, begitu efektif dan sangat membantu meningkatkan suplai perahan bagi ibu yang ASInya pas-pasan seperti saya ini.

Unimom Allegro



Pompa terakhir yang saya coba adalah Medela Swing Electric. Ini lebih mantap lagi ternyata ibu-ibu sekalian. Suara mesin enggak terlalu halus tapi daya hisap maksimal. Sehingga let-down refleks sangat cepat dan ASI pun lancar jaya terkumpul. Medela Swing ini berhasil memfasilitasi saya mengumpulkan lebih dari 50 cc sehari, alhamdulillah.

Medela Swing


Begitu ceritanya pertarungan dengan pompa ASI. Selanjutnya, apakah benar pekerjaan relaktasi ASI yang saya lakukan ini sungguh berhasil meningkatkan berat Kristal? Jawabannya adalah ya, benar bahwa dengan merelaktasi berat Kristal meningkat signifikan. Saat usia tiga bulan beratnya 4.4 kg sebelumnya hanya 3.8 kg ini menunjukkan peningkatan walau masih sedikit.

Bulan berikutnya, naik sampai satu kilogram menjadi 5.4 kg. Alhamdulillah, girang bangetlah saya rasanya. Tentu ini menjadi pemicu semangat saya dalam menjalani proses relaktasi. Genjot teruuusss JANGAN KASIH KENDOR hahahaa. Bulan berikutnya, usia lima bulan beratnya mencapai 6.1 kg dan semakin naik di bulan keenam menjadi 6.6 kg. Bayangkan, betapa berharganya nilai satu strip dari 100 gram serta sesuainya kenaikan dengan kenaikan berat badan minimal di Kartu Menuju Sehat (KMS).


Jadi, saya tidak peduli mau anak saya lebih kurus, kurang gemuk atau kalah gemuk dari anak ibu-ibu lain. Yang penting saya sudah berusaha dan itu hasilnya. Ingat betul saya, betapa bapernya dulu kalau nimbang badan anak, dibandingin berat anak laen kok ya, anak saya rasanya kecil amat. Tapi, sudahlah intinya beratnya lebih baik setiap bulan, alhamdulillah.





Rasa haru tidak terbendung lagi, saya merasa puas dan bersyukur dapat memberikan ASI eksklusif yang penuh perjuangan. Walau lelah, saya rasa cintalah yang menggerakkan saya untuk terus berusaha. Ini ya, rasanya cinta ibu ke anak, sungguh indah banget. Jikalau saya tidak kuat maka saya sudah pastikan Kristal diberikan susu formula saja. Akan tetapi, karena dukungan suami dan keluarga besar juga (setelah diedukasi, aha yang awalnya udah menyarankan kasih sufor) saya bisa memperjuangkan ASI eksklusif ini. Duh, apa banget udah kayak pidato ucapan terima kasih dah, wkwkw.


Dalam pikiran saya saat itu, saya enggak peduli mau capek ngumpulin ASIP tambahan, yang penting saya bisa memberikan apa yang dibutuhkan Kristal bayi saat itu yang saya tahu hanyalah ASI. Mengingatkan lagi salah satu ayat dalam surah di Al-Quran tentang perintah menyusui anak dalam Surat AlBaqarah ayat 233:

Artinya:
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Menyusui bagi saya adalah kewajiban setelah menjadi ibu. Memberikan air susu ibu yang sudah terbukti secara ilmiah sangat aman dan mengandung jutaan sel darah putih untuk meningkatkan imunitas bayi. 

Masalah saya dalam menyusui bagi yang tidak mengerti (seperti orang tua, keluarga besar) pastilah sangat dirasa menyusahkan. Ini juga menjadi konflik bagi saya. Saat saya bertekad menyusui ternyata ada masalah yang pastinya akan sangat terbantu bahkan selesai oleh susu formula membuat betapa menggodanya susu formula kala itu. Akan tetapi, sungguh saya juga berdoa supaya saya mampu memberikan ASI pada Kristal sampai dua tahun. Adapun pengalaman yang kurang menyenangkan mengenai menyusui ini saya tuliskan agar menjadi pengikat masa-masa perjuangan menyusui dan mengingatkan betapa nikmat menyusui ini harus disyukuri. Tanpa izin Allah saya mungkin gagal memberikan ASI bagi Kristal.

Alhamdulillah, saya berhasil memberikan ASI eksklusif selama enam bulan disertai juga dengan adanya peningkatan berat badan yang signifikan sesuai usia anak. Jadi, dapat disimpulkan cerita relaktasi Kristal sukses membawanya pada berat badan yang ideal sesuai grafik pertumbuhan. 




Apapun yang terjadi saat menyusui pastilah membuat seorang ibu belajar banyak. Oleh sebab itu, janganlah bingung atau takut bertanya pada ahlinya (dalam hal menyusui) seperti konselor laktasi ataupun konsultan laktasi. Cari tahu masalahnya, konsultasikan dan tetap bersemangat memberikan ASI bagi orang tua yang paham ASI-lah yang terbaik. 

When a mother gives birth, her body is not only able to provide nourishment to her baby, but is also designed to be its own personal medicine cabinet. Breast milk is the best and most natural food you can give a child, and applying it sparingly on a baby's head, eye or skin will eliminate cradle cap, acne, rashes, dryness, and even eye infections.
 (Suzy Kassem)