/* related post */

Resep Keluarga: Panlover Pancake

Terinspirasi dari pancake alias kue tepung alias kue empleng (bahasa betawinya) yang sering dibikin saya jadi ingin berbagi resepnya. dan bahwasanya koentji dari warna kecoklatan dan sarang dari pancake itu ada di wajan teflon anti lengket yang baik dan baking powder secukupnya,, hahaa...

Bahan:

  • 250 gram tepung terigu
  • 3 sdm gula pasir
  • 1/2 sdt baking powder
  • 2 sdm susu bubuk
  • Air secukupnya
  • garam secukupnya


*lainnya bisa ditambah satu butir telur atau 2 sdm mentega.

Cara Membuat:

  1. Campur tepung terigu, susu bubuk, baking powder aduk rata.
  2. Tambahkan air kocok terus dengan sendok sampai adonan tidak terlalu kental ataupun encer.
  3. Tambahkan garam dan telur lalu adk kembali hingga semua bahan tercampur rata.
  4. Panaskan wajan anti lengket dengan api sedang.
  5. Tuang adonan pancake secukupnya, tunggu hingga berwarna kecokelatan lalu balik. 
  6. Lakukan terus hingga adonan habis.
  7. Setelah matang dapat ditambahkan madu, selai cokelat, gula halus atau susu kental sebagai topping



Diskusi RMA: Toilet Training

Wah, inilah isu yang sedang hot di kalangan ibu dengan toddler year, termasuk saya. Saya juga agak lupa dari umur berapa bulan kristal gak pake diapers lagi kalo siang (mungkin sekitar 16 bulan), kalo malem sih masih, wkwk lelaah kalo ngompol terus tiap malem *lelaah nyucinya. Dengan segala upaya, secara bertahap masih berjuang untuk toilet training yang belum lulus-lulus jua, haha. Tetap semangat untuk para ibu!!

Resume Materi Kuliah Whatsapp Grup Rumah Main Anak 5, 6, 7
~~~~~~~~~~~~~~
*Judul materi:* Toilet Training: Kapan dan Bagaimana?
*Hari, tanggal:* Jum'at, 29 Oktober 2016
*Pemateri:* Dewi Kumalasari, M. Psi., Psi.
*Peresume:* Aprida


Salah satu hal yang kerap kali menimbulkan kegalauan di kalangan ibu-ibu beranak balita adalah toilet training. Secara definisi, toilet training adalah suatu proses untuk menyiapkan anak untuk mengurus keperluan toiletnya secara mandiri. Oleh karena itu, toilet training bisa dikatakan merupakan simbol awal dari kemandirian anak.
Biasanya,  sumber kegalauan pertama adalah *kapan sih anak bisa mulai proses toilet training?*
Proses toilet training bisa dimulai ketika anak menunjukkan keSIAPannya. Kematangan fisik dan kesiapan muncul antara usaia 18 hingga 30 bulan.
Kesiapan dan kematangan si kecil untuk memulai proses toilet training bisa dilihat dari munculnya hal-hal berikut:
  1. Keinginan untuk diapresiasi (anak senang dipuji, diberikan hadiah dsb)
  2. Keinginan untuk mandiri (bangga jika memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu yang baru secara mandiri)
  3. Meniru orang dewasa dan anak yang lebih tua
  4. Kemampuan Bahasa: mampu mengkomunikasikan kebutuhan, memahami kata-kata tentang proses terkait kegiatan toilet (BAB, BAK)
  5. Keterampilan motorik: mampu berjalan ke toilet/ potty, menaikkan dan menurunkan celana
  6. Memiliki siklus BAB yang bisa diprediksi
  7. Memiliki frekuensi BAK yang tidak terlalu sering/ bisa menahan pipis
  8. Mampu mengikuti instruksi verbal
  9. Menunjukkan minat untuk meniru anggota keluarga lain di kamar mandi
  10. Melalui kata-kata, ekspresi wajah atau perubahan dalam aktivitas, anak  memperlihatkan bahwa si kecil mau BAB atau BAK.

Karena kematangan setiap anak akan sangat mungkin berbeda antara satu anak dengan anak lain, alangkah bijak bagi si ibu untuk *memulai proses toilet training jika si kecil sudah benar-benar menunjukkan kesiapannya*. Ibu tidak perlu merasa tertekan untuk cepat-cepat memulainya karena tekanan lingkungan. Penting juga untuk *memulai proses toilet training pada kondisi yang stabil*, dalam arti jangan memulai proses toilet training dalam waktu dimana kita berada dalam tekanan, misalnya saat pindah rumah, atau kelahiran adik karena akan memicu stress baik pada anak maupun pada ibu.

Kegalauan berikutnya adalah *bagaimana sih tahapan dalam melakukan toilet training?*

Toilet training bukanlah proses yang instan. Ada beberapa langkah yang perlu untuk dilakukan sampai anak dapat mengurus keperluan toiletnya secara mandiri, antara lain:

•Perkenalkan dengan potty. Potty adalah suatu alat yang biasa digunakan sebelum anak benar-benar bisa menggunakan toilet, berbentuk semacam toilet kecil bagi anak, dengan dudukan yang sesuai dengan ukuran tubuh anak. Yang perlu diperhatikan adalah anak perlu merasa nyaman dan dalam kendali ketika si kecil memulai menggunakan potty. Training potty membuat anak duduk dengan kedua kaki kuat menjejak lantai (tidak menggantung). Jika memungkinkan, tempat duduk si kecil dapat diletakkan dekat toilet dewasa. Pastikan posisinya stabil dan ada bangku yang bisa dipanjat si kecil dan meletakkan kaki ketika duduk. Boleh juga untuk meletakkan potty di ruang keluarga atau ruang bermain di awal proses sehingga dapat dengan mudah diakses dan membuat si kecil tidak merasa terancam.

•Biarkan si kecil terbiasa dengan dudukan potty tanpa ada ekspektansi yang lain. Ijinkan anak untuk duduk di dudukan potty dengan pakaian lengkap, mungkin sembari melihat buku atau memegang mainan kecilnya. Biarkan si kecil melihat orang tua dan saudara kandungnya menggunakan toilet

•Kenali petunjuk perilaku anak yang menandai bahwa si kecil ingin buang air besar, misalnya ada anak yang berjongkok saat ia merasa ingin BAB, ada pula yang mojok, ada yang tiba-tiba diam saja dsb. Jadi kita sebagai ibu perlu untuk lebih mengenali tanda-tanda yang ditunjukkan anak. Saat si kecil menunjukkan tanda-tanda tsb kita bisa mengajaknya bicara tentang apa yang dirasakan dan mendorong si kecil untuk menyadarinya dan memberi tahu kita ketika ia merasakan hal yang sama, misalnya dengan berkata ‘kakak jongkok, mules ya? Kalo mules gitu kakak biasanya mau poop, kalo kakak ngerasain kayak gini lagi kakak bilang ke mama ya’ Puji anak ketika ia mampu mengenali dan memberi tahu kita

•Ketika si kecil sudah tampak nyaman dengan potty, ajak ia duduk di potty setelah melepas popok/celanannya yang basah. Gunakan popok/celana yang kering di toilet untuk menunjukkan fungsi dari potty. Tahapan ini biasanya dilakukan selama beberapa hari hingga satu minggu.

•Selanjutnya, ajak anak ke toilet 1-3 kali sehari, lepaskan popok si kecil dan ajak si kecil untuk duduk. Waktu yang biasanya paling baik adalah setelah makan, karena kondisi perut si kecil sedang penuh. Beberapa menit saja cukup.

•Berikan selalu pujian ketika si kecil mau duduk di potty

•Jangan paksa si kecil untuk duduk ketika si kecil menolak. Pemaksaan akan membuat si kecil merasa tidak nyaman sehingga akan mengganggu jalannya proses toilet training

•Secara bertahap, tingkatkan frekuensi duduk di potty. Arahkan waktu duduk di potty secara rutin, seperti saat pagi, setelah makan dan sebelum tidur

•Setelah proses toilet training sukses, kita bisa memberikan celana dalam pada si kecil dengan ucapan selamat, misalnya ‘wah selamat ya kakak, sudah tidak ngompol lagi jadi sudah bisa pakai celana dalam, gak pakai popok lagi’

•Namun, perlu diperhatikan bahwa adakalanya si kecil ‘kecolongan’ ngompol. Ini adalah hal yang wajar, bukan kegagalan si kecil namun bagian dari proses belajar.

Pertanyaan berikutnya yang biasanya muncul adalah, *berapa lama sih proses toilet training bisa berhasil dengan sukses?*
Waktu rata-rata yang diperlukan untuk menyelesaikan proses toilet training adalah sekitar tiga hingga 6 bulan. Namun, masih wajar jika anak masih mengompol sampai usia 5 tahun. Pada usia 6 tahun, 90% anak sudah tidak mengompol. Selama proses toilet training, banyak anak menolak untuk melanjutkan proses bahkan mungkin mengalami regresi. Ini biasanya hanya sesaat dan paling baik direspom dengan sikap ‘terus mencoba’. Jika anak menunjukkan perilaku resisten, kita perlu menghentikan proses TT untuk beberapa waktu (dalam hitungan minggu) untuk agar si kecil merasa nyaman terlebih dahulu.

Terkadang, orang tua secara tidak sadar ‘mempermalukan’ anak yang belum berhasil melewati proses toilet training, misalnya dengan berkata ‘yah kakak malu udah gede masih pipis di celana’. Akan sangat baik jika kalimat-kalimat semacam itu dihindari karena akan membuat anak merasa gagal.

Pada praktiknya, *konsistensi dan kesabaran ibu* bisa dikatakan merupakan kunci sukses dalam proses toilet training. Apalagi ketika anak kurang menunjukkan perkembangan yang berarti. Sudah berkali-kali dilatih, namun tetap ngompol, Bolak balik mengepel lantai, mencuci sprei, mengganti Kasur adalah sedikit dari realita Toilet Training yang harus dihadapi sang Ibu dengan penuh kesiapan. Nah, untuk mendukung kesiapan mental, ada baiknya *Ibu menyiapkan perangkat yang akan memudahkannya dalam proses toilet training*. Misalnya, agar dengan menggunakan sprei waterproof, training pants atau perangkat lain yang akan memudahkan ibu dalam mendampingi si kecil menjalani proses toilet trainingnya.

Selain itu, *komunikasi juga memainkan peranan penting dalam proses toilet training*. Komunikasi menjadi sarana untuk memberikan pemahaman kepada anak tentang proses yang sedang dilaluinya dan juga menjadi sarana untuk mengapresiasi setiap kemajuan yang ia tunjukkan dalam prosesnya (sekecil apapun itu). Dengan komunikasi yang intens si anak akan memahami mengapa harus BAB/BAK di WC, berkan alasan yang masuk dalam logikanya, bukan sekedar ‘kan sudah besar, jadi harus pipis/poop di WC’ tapi berikan juga alasan yang akan menguntungkan si anak, misalnya ‘jadi nyaman’, ‘celananya jadi tidak kotor’, ‘jadi tidak bau’ dsb.
Nah, demikian sharing dari saya. Semoga bisa menambah kesiapan para ibu untuk mendampingi si kecil mencapai tugas perkembangan yang mengawali kemandiriannya.


✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
*TANYA* *JAWAB*

1. Anak saya sudah 21 bulan, sudah hampir 2 bulan dilatih tidak pake pampers di siang hari, sampe sekarang masih belum bisa mengungkapkan mau pipis/ee hanya kalo udh kejadian baru ngomong pipis/ee.. bagaimana cara membuat anak mau mengungkapkan keinginan bak/bab? Padahal setiap kecelakaan dikasihtau kalau pipis atau ee di kmr mandi ya (Shiva/ Pamulang/ Kristal, 21 bln)
_Jawab_
Dear bunda shiva, utk anak yang belum mahir mengkomunikasikan keinginannya utk pipis/poop, kita sebagai orangtua yang perlu peka dg bahasa tubuh anak saat ia ingin pipis/poop. Biasanya setiap anak punya kebiasaan tertentu. Observasi dg lebih detil agar bisa tahu polanya. Jika kita sdh tau, saat anak menunjukkan sinyal ingin pup/pipis, kita bisa langsung ajak ke toilet sambil berkata 'wah kakak mau pipis/pup ya? Kita ke wc yuk, kalo pipis/pup kan di wc tempatnya' lakukan secara konsisten sampai menjadi kebiasaan bagi si anak bahwa jika ia kebelet maka ia harus ke wc. Semoga bermanfaat :)✅

2. Asslkum mba saya mau bertanya, sebelumnya alhamdulillah sudah kurleb 35hari TT si kk berlalu. setelah sebelumnya maju mundur krn kehadiran adiknya yg skrg sudah 7bulan. Syaamil sdh bs menahan BAK, kalau tdr siang sdh tdk mengompol dan kalau malam jaraaaang sekali ngompol. sampai disini sy sdh cukup puas dg capaiannya. namun untuk BAB masih blm mau duduk di toilet meskipun sdh sy belikan dudukan anak2. kalau ada tanda2 mau BAB sy ajak ke toilet dia mnolak dan sy putuskan untuk tdk memaksa. jd smpai skrg kalau BAB msh di celana. hiks. :(
oiya toilet sy toilet duduk tp kalau BAK anak sy ajarkan dg jongkoo di lantai KM krn itu lbh mudah.
kira2 tahapan BAB mandiri bgmn ya mb?.
oiya anak sy menurunkan celana sndiri sdh bisa cm selama ini selalu sy yg lepaskan. kalau memakai jg bs tp dia blm mau. kalau disuruh dan dlm prosesnya ada kendala dia marah dan ga mau pakai sndiri. apa itu dibolehkan?
(Ninda/depok/syaamil erdogan/28month/RMA6)
_Jawab_
'alaykumussalam wrb bunda ninda yang baik, wah pertanyaannya borongan ya hehehe. Utk potty training, jika anak resisten utk ke wc, ada baiknya utk meletakkan potty di tempat yang membuat si kecil nyaman seperti ruang keluarga atau kamar. Tujuannya hanya utk membuat si kecil nyaman dg potty, jika ia sudah nyaman dg potty kita bisa memindahkan potty ke toilet,  dan perlahan kita bisa mengajaknya utk poop di wc. Utk memakai dan melepas celana sendiri boleh dibantu kok, apalagi usianya masih 28 bulan. Semoga bermanfaat :)✅

3. Assalamualaikum Mb Wido, anak saya kebetulan sedang TT. Terkadang masih ngompol sedikit sebelum bilang dan untuk malam hari masih belum bisa lepas dr diapers. Pertanyaannya, bagaimana mengawali melepas diapers untuk malam hari krn tanda2 diapers kering saat pagi masih jarang sekali, pdhl sblm tidur malam selalu pipis dulu?
(Julian Firmania/tangsel/Nina/28bulan/RMA6)
_Jawab_
'alaykumussalam wrb bunda julian, utk membiasakan di kecil tdk mengompol di malam hari, kita bisa langsung mengganti pemakaian pospak dg training pants. Hal ini berguna agar si kecil terbangun karena merasa tdk nyaman saat ngompol sehingga ia belajar utk ke toilet ketika merasa ingin pipis. Jika perlu, bunda juga bisa menggunakan sprei waterproof agar tdk dipusingkan dg bekas ompol yang mengganggu sehingga tdk banyak energi yang dikeluarkan saat si kecil mengompol. Semoga bermanfaat :)✅

4. Alhamdulillah, anak saya saat ini umur 2y1m, slm dua hari ini sdh bilang kalau mau BAK dan BAB. Sama sekali tidak mengompol. Hanya saja, sepertinya dia blm terbiasa mnggunakan toilet duduk yg sdh sy pasang potty training/converter untuk anak.
Dari sekian bnyk latihan, hanya sekali pupnya bisa keluar saat di toilet duduk. Lainnya tetap berdiri. Bgmn cara mengatasinya bun?
Jazakillah khoir atas jawabannya :)
(Emillia, Mataram, Al baraka 2y1m)
_Jawab_
Dear bunda emilia yang baik, wah hebat si kecil sdh  bisa mengkomunikasikan keinginannya utk pup dan pipis. Utk penggunaan toilet duduk, apakah kaki anak menggantung? Jika iya, besar kemungkinan si kecil tdk merasa aman dg kondisi kaki yg menggantung krn ia tdk bisa mengontrol tubuhnya. Usahakan agar kaki si kecil bisa berpijak, bunda bisa gunakan bangku kecil di kanan dan kiri untuk pijakan. Dg kondisi kaki berpijak, si kecil akan merasa lebih aman dan nyaman shg ia akan merasa bahwa toilet bukan hal yang berbahaya baginya. Semoga bermanfaat :) ✅

5. Assalamu'alaikum
Bagaimana untuk bisa lepas diapers di malam hari. Kalau siang alhamdulillah sudah benas diapers. Tapi kalau malam masih susah. Tiap mau tidur sudah diajak ke kamar mandi.
Apakah ditengah malam perlu kita bangunkan untuk BAK? Atau kita gendong langsung kekamar mandi. Atau bagaimana ya baiknya.
Terimakasih
(Yuliatin Ana, tangsel, Qina 2th7bln, RMA 6)
_Jawab_
alaykumussalam wrb. Jika bunda tipe yang telaten, akan sangat baik jika anak dibangunkan utk pipis di malam hari. Usahakan untuk membangunkan anak sebelum membawanya ke kamar mandi agar anak benar2 dalam kondisi sadar saat ia pipis di wc.
tapii jika bunda bukan tipe yang telaten (seperti saya, hehe), kita bisa langsung mengganti pemakaian pospak dg training pants. Hal ini berguna agar si kecil terbangun karena merasa tdk nyaman saat ngompol sehingga ia belajar utk ke toilet ketika merasa ingin pipis. Jika perlu, bunda juga bisa menggunakan sprei waterproof agar tdk dipusingkan dg bekas ompol yang mengganggu sehingga tdk banyak energi yang dikeluarkan saat si kecil mengompol. Semoga bermanfaat :)✅

6. Assalamualaikum bunda... Mau tanya. Anak saya usia 4y masih suka ngompol d kasur. Sudah disounding sblm tidur tetap saja ngompol. Gmn solusinya ya bun? (Dian/purbalingga /syauqi4y/RMA 7)
_Jawab_
'alaykumussalam wrb bunda dian yang baik, soundingnya seperti apa bun? Usahakan gunakan kalimat positif seperti' malam ini kakak makin hebat, kalau kakak mau pipis kakak bisa bangunkan bunda, kakak pipisnya hanya di wc ya' sebisa mungkin sugesti ini terus diulang sampai anak tertidur. Ini adalah satu teknil hypnosis yang berhasil saya gunakan utk memberikan sugesti tidak mengompol saat proses TT anak saya. Hindari kalimat negatif karena biasanya otak cenderung merespon kalimat negatif dg tidak efektif, misalnya saat saya berkata 'jangan bayangkan gajah', maka hampir pasti yg mendengar akan membayangkan gajah. Semoga bermanfaat :)✅

7. Assalamualaikum bunda saya ingin bertanya, setelah proses TT berhasil dilaksanakan, mulai usia berapa anak diajari untuk membersihkan  sendiri area organ vitalnya ya? (Elis/Fathan, 3y/Bogor,RMA7)
_Jawab_
'alaykumussalam wrb bunda elis yg baik, utk membersihkan organ vital itu masalah kemampuan motorik dan pembiasaan, jadi jika tangan anak sdh bisa menjangkau anus dan kelaminnya, anak sdh bisa diajak utk membersihkannya. Dalam proses mengajarkan anak utk membersihkan organ vitalnya kita bisa melakukan dg derajat bantuan dari bantuan penuh sampai tanpa bantuan secara bertahap sesuai dg kemampuan anak. Semoga bermanfaat :)✅

8. Apakah bisa memulai toilet training, jika belum memenuhi semua point kesiapan diatas? Dan bagaimanakah tips toilet training jika setiap sabtu atau minggu anak diajak jalan-jalan oleh orang tuanya? (Syifa Rahmi, Jusuf Alfarabi -19m),jakarta,RMA7
_Jawab_
Dear bunda syifa yang baik.. Akan sangat baik jika proses toilet training dimulai saat anak memang benar-benar sudah siap utk menjalaninya. Hal ini utk meminimalisir stres baik dari anak maupun ibu karena proses TT yang mungkin perlu waktu lama (karena kondisi anak belum siap). Namun jika dirasa sang ibu sudah benar-benar siap dg proses yang demikian, silakan saja selama tidak dilakukan dalam proses yang senyaman mungkin bagi anak. Semoga bermanfaat 



Web: rumahmainanak.com
IG @rumahmainanak
FP FB : Rumah Main Anak

Diskusi RMA: Menyapih anak dengan cinta

Saya merasa beruntung untuk bisa diskusi yang bahasannya menyapih dengan cinta. Kristal masuk umur 20 bulan jadi harus mulai disounding bahwa setelah umur dua tahun tidak perlu lagi menyusu. Berikut ini hasil diskusinya, semoga manfaat!


*Resume Materi Kuliah Whatsapp Grup Rumah Main Anak 5,6,& 7
~~~~~~~~~~~~~~
*Judul materi:* Weaning With Love
*Hari, tanggal:* Selasa, 11 Oktober 2016
*Pemateri:* Dewi Kumalasari, S. Psi., M. Psi., Psi.
*Peresume:* Aprida


Assalamu’alaykum wrb.

Selamat pagi ibu-ibu, kali ini saya akan berbagi mengenai weaning with love (menyapih dengan cinta). Tema ini bisa dikatakan tema sentral kegalauan para ibu ketika si kecil akan memasuki usia 2 tahun, selain tema toilet training hehe..

WHO dan IDAI memang menganjurkan bahwa kegiatan menyusui sebaiknya dilakukan hingga usia dua tahun. Dalam islam pun, anjuran penyempurnaan penyusuan dikatakan hingga usia 2 tahun. Lantas, bagaimana jika si kecil sudah 2 tahun namun tak nampak tanda2 ia mau berhenti menyusu? Nah, tentunya ada yang bisa kita lakukan untuk membantunya. Meskipun ada yang mengatakan bahwa anak akan menyapih dirinya sendiri, namun peran kita sebagai orang tua agar menyiapkan si kecil untuk siap disapih juga akan sangat membantunya mencapai kesiapan penyapihan (weaning readiness). Nah, Kejelian orang tua mengenali weaning readiness adalah salah satu kunci keberhasilan proses weaning with love (wwl). Oke, kita bahas lebih lanjut ya si wwl ini..

❓Apa itu WWL?
WWL sendiri adalah salah satu teknik menyapih dimana proses penyapihan dilakukan secara sangat halus dengan sangat mempertimbangkan kesiapan si kecil. Inti dari WWL adalah proses yang lembut, bertahap, fleksibel, penuh kesabaran dan penghargaan terhadap si kecil. Jadi dalam WWL ini, tidak ada tipu-tipu atau aktivitas pembohongan ke anak, misalnya dengan mengoleskan obat merah ke puting agar anak tidak mau menyusu lagi. Proses WWL sendiri dapat dimulai paling tidak di usia anak 18 bulan karena di usia ini anak sudah mulai bisa diminta untuk menunggu pemenuhan kebutuhannya dibandingkan di usia yang lebih muda.

❓Bagaimana melakukan WWL?
Proses WWL dapat menjadi transisi yang sulit bagi si kecil. Selama proses penyapihan, tawarkan banyak pelukan dan ciuman untuk si kecil. Banyak ibu yang sedang menyapih khawatir memeluk atau mencium si kecil akan mendorong anak untuk meminta menyusui. Anak butuh pelukan atau kontak fisik dengan ibu untuk menggantikan kontak fisik yang berkurang karena kurangnya frekuensi menyusu. Buatlah waktu untuk focus pada si kecil, seperti saat sedang menyusuinya. Duduk atau berbaring bersama, lihat dia bicara dengannya, lakukan sesuatu dengannya. Biarkan dia tahu melalui berbagai cara bahwa kita tetap ingin dekat dengannya. Jika si kecil menunjukkan keinginan yang sangat kuat untuk menyusu, jangan ditolak. Namun jika selama proses penyapihan si kecil tidak memperlihatkan keinginan untuk menyusu, jangan ditawari (don’t offer, don’t refuse).
Anak biasanya menyusu karena dua alasan yaitu kebutuhan dan kebiasaan. Menyusu karena kebutuhan biasanya dilakukan ketika si kecil haus. Oleh karena itu, selama proses penyapihan, tawarkan banyak minuman yang menarik agar anak tidak merasa haus. Selain itu, tawarkan banyak makanan yang tinggi protein dan nutrisi untuk mengimbangi kehilangan nutrisi dari ASI. Sementara itu, menyusu karena kebiasaan biasanya dilakukan pada waktu dan tempat tertentu, misalnya di kamar sebelum tidur. Pada kondisi ini, hindari situasi dimana anak terbiasa menyusu, misalnya dengan membuat rutinitas baru seperti membaca buku sebelum tidur. Selain itu, berikan anak banyak kegiatan yang menyenangkan agar pikiran anak teralihkan dari kegiatan menyusu.
Selain itu, biasanya anak menyusu sebagai sarana untuk menyamankan diri, misalnya saat menangis ia minta menyusu, atau saat merasa bosan, ia minta menyusu dsb. Nah, disini tugas kita adalah dengan menyediakan bentuk dukungan emosional melalui berbagai cara, misalnya tepukan halus, elusan dsb agar ia belajar bahwa ada berbagai cara yang membuatnya nyaman selain menyusu.


❓Apa yang membuat WWL berhasil?
Sebagaimana keberhasilan proses menyusui, keberhasilan proses menyapih pun melibatkan 3 pihak: ibu, anak, dan ayah. Kesiapan penyapihan dari ketiga pihak ini akan sangat membantu berjalannya proses penyapihan yang membahagiakan. Oke kita bahas satu persatu yaa..

Kesiapan ibu
Menyusui bisa dikatakan sebagai kegiatan yang sangat membahagiakan bagi kebanyakan ibu. Oleh karenanya, penyapihan memiliki tantangan yang besar bagi Ibu. Menyapih membutuhkan waktu, kesabaran, energi dan kemampuan untuk mengantisipasi permintaan menyusu dari si kecil. Sebagai contoh, ketika biasanya cara paling ampuh meredakan kerewelan si kecil adalah dengan menyusuinya, maka dalam proses menyapih ibu harus siap dengan cara-cara lain yang membuat anak nyaman selain menyusu. Selain itu, ketidaksiapan ibu juga biasanya muncul karena kekhawatiran bahwa penyapihan akan berefek negatif, misalnya anak menjadi tidak dekat lagi dengan ibu.

Kesiapan anak
Kesiapan penyapihan (weaning readiness) adalah tahapan perkembangan dan beberapa anak bisa mencapainya sebelum anak lain. Jika penyapihan nampak terlalu cepat  untuk si kecil, maka akan sangat baik jika kita memperlambat proses penyapihan atau bahkan memundurkan prosesnya. Jika si kecil nampak sangat kesulitan selama penyapihan, maka bisa jadi saat tersebut bukanlah saat yang tepat untuk penyapihan. Kita bisa menemukan bahwa dengan menunggu agak lebih lama, si kecil akan lebih siap untuk tahapan ini dan seluruh proses akan berjalan lebih mudah.
Berikut adalah tanda-tanda kesiapan anak untuk memulai proses penyapihan:
  • Usia setidaknya satu tahun
  • Anak sudah memakan berbagai macam makanan
  • Anak merasa nyaman dan aman berhubungan dengan ibu
  • Anak mulai menerima berbagai cara yang membuatnya nyaman
  • Anak dapat menerima alasan untuk tidak menyusu pada waktu atau tempat tertentu
  • Anak dapat tertidur atau tidur kembali tanpa menyusu
  • Anak hanya menunjukkan sedikit kecemasan ketika diminta untuk tidak menyusu

Kesiapan ayah
Peran ayah memberikan dukungan yang sangat besar dalam proses penyapihan. Menyusui biasanya menjadi ritual anak sebelum tidur atau saat terbangun di malam hari. Nah, peran ayah berada pada waktu-waktu krusial tersebut, misalnya saat anak akan tidur, ayah yang membacakan buku untuknya atau saat si kecil terjaga di malam hari,ayah yang kembali menidurkannya. Selain itu, ayah juga berperan dalam memberikan penguatan bagi ibu dan anak, misalnya dengan memberikan pujian.

Oke itu dia penjelasan mengenai WWL, saya tutup dengan quote ini semoga bermanfaat!

“While many people see weaning as the end of something – a taking away or a deprivation- it’s really a positive thing, a beginning, a wider experience. It’s a broadening of a child’s horizons, an expansion of his universe. It’s moving ahead slowly one careful step at a time. It’s full of exciting but sometimes frightening new experiences. It’s another step in growing up.”   The Womanly art of Breastfeeding, page 237

Sumber:
http://kellymom.com/ages/weaning/considering-weaning/how_weaning_happens/
http://theparentingpassageway.com/2009/02/04/weaning-with-love/




Tanya Jawab Materi Weaning With Love grup RMA 5-7

APA EFEK JIKA TIDAK MELAKUKAN WWL?
1⃣Mba... apa akibat jika kita tidak melakukan WWL? Anak saya yang pertama tidak saya WWL dan menurut saya baik2 saja.
Nah... tipe anak kedua saya itu susah makan. Tapi katanya setelah disapih biasanya anak lebih doyan makan. Benarkah demikian?
(Dwi. Depok. Lita 1y. RMA 5)

2⃣ a. Dalam wwl pantang sekali mengoleskan sesuatu pada puting bagaimana jika yang dioleskan berupa sedikit air jahe atau kunyit sembari disounding perlahan apakah akan memberikan trauma pada anak?
b. Anak saya sangat tidak doyan susu, selain itu dari dulu makannya pun tidak banyak. Bagaimana mengalihkan makan minumnya saat sedang menyapih?
(Anti/ Bogor/ Haziq 22m/ RMA7)

*Jawab*
Halo Mba Dwi dan Mba Anti. Dalam WWL disepakati bahwa pemberhentian ASI kepada anak dilakukan secara "soft". Hal ini bertujuan agar anak lebih siap untuk tidak lagi menyusu. Bayangkan, sesuatu yang paling berharga bagi anak tiba-tiba 'ditutup', 'diberi sesuatu yg menyeramkan' dll. Anak yg tidak siap dengan perubahan yg mendadak dan serta-merta ini memberikan efek psikologis pada anak, terutama rasa kepercayaannya kepada ibu. Ada 'luka' di hatinya yg mungkin tidak bisa kita raba. Mengapa saat kita dewasa kita tak ingat proses ini dan seolah-olah tidak memberi efek apa-apa? Sebab, saat kita dewasa (3y ke atas), kita sudah berada pada "alam sadar" sedangkan pada usia disapih anak masih berada dalam fase 'alam bawah sadar' (0-3y) sehingga yang mereka alami di usia ini akan terbawa ke alam bawah sadarnya.

Anak yang sudah disapih bisa jadi lebih doyan makan karena susu bukan lagi jd kebutuhan utamanya. Sehingga jika anak tidak doyan susu sapi, bukanlah sebuah masalah selama anak tetap mendapat nutrisi dari makanannya yg lain. Berikanlah makanan yang beragam untuk memenuhi nutrisinya. Saat sedang proses menyapih, siapkan air minum di dekat tempat tidur anak, jika anak haus berikan air putih tersebut. Tidak perlu memberikan susu di dot saat proses menyapih, sebab saat ia dewasa nanti pun tidak butuh susu tengah malam jika haus, bukan?  Tetap semangat ✊

PERLUKAH SUFOR SEBAGAI PENGGANTI ASI DI MALAM HARI?
3⃣Bun anak sy 26m, dr usia 22bln sd sy sounding sedikit2 tp blm berhasil sampai skr. Skr minta nenen cm sy bolehkan jam 1-4 dini hr, sdh 2mggu lbh brjln. Kl jam 1-4 diganti sufor nggk mau si kecil. Mohon solusinya bun biar lulus wwl... (Tyas,mojokerto,26m,rma 5)

*Jawab*
Hai Mba Tyas. Semangat yaaa. Memang tidak perlu digantikan sufor Mba. Jika anak haus saat tengah malam, maka bisa diberikan air putih. Sedangkan untuk menidurkannya kembali bisa dengan ditepuk-tepuk punggungnya, dielus-elus, dll. Jika ingin lebih mudah, bisa minta bantuan Ayah untuk menidurkannya kembali agar anak tidak ingat dengan 'nenen' ibunya. Saya tidak merekomendasikan memberikan susu di tengah malam (terlebih jika dengan menggunakan dot), sebab jika diberikan susu tanpa anak sikat gigi lg akan menimbulkan carries pd gigi anak kelak. Lagi pula, saat kita dewasa, saat terbangun tengah malam pun kita tak minum susu untuk minum, bukan? Yang kita minum ialah air putih. Semangat, Bunda ✊✅

BAGAIMANA PROSES PUNCAK WWL SECARA PRAKTIKNYA?
4⃣Assalamua'laykum,,
saya mau nanya mengenai weaning, dalam materi dijelaskan don't offer, don't refuse. Anak saya 20 bulan sudah lumayan mengerti jika mau makan tidak mimik dulu, tetapi saat mau tidur masih belum bisa kalau tidak menyusu, saya coba ajak pelukan malah merengek dan menangis terus, akhirnya saya kasih mimik lagi. Bagaimana cara kita membiasakan anak dengan ritual berbeda ( misal tidur dibacakan cerita) tetapi dia masih meminta menyusu, apa harus diberikan atau ditolak? Sedangkan prinsipnya tidak menolak. (Shiva/ pamulang/ kristal 20 bulan)

5⃣Assalamualaikum...
Anak saya usianya sekarang 23 bulan rencana bulan depan mau di sapih. Tapi sebelumnya saya belum mengurangi frekuensi menyusu. Ada kebiasaan anak saya di saat kami sedang santai pasti anak saya minta menyusui padahal dia sudah makan. Dan kalau mau tidur pasti menyusu. Bagaimana cara menyapih anak saya ini agar anak saya bisa di sapih dg baik?
Usrotul hasanah, Madura, 23m, RMA5)

*Jawab*
Wa'alaikumsalam wr wb Mba Shiva dan Mba Usrotul. WWL merupakan suatu proses yang tidak instan memang ya Mbaa. Sejak usia 18bulan kita sudah bisa mulai sounding bahwa 'nanti kakak ga nenen lagi kalau usianya sudah 2 tahun, ya karena Allah memerintahkan demikian. Kita patuh sama perintah Allah yuk Kak.' Mungkin anak tidak mengerti 'kapan itu 2 tahun'? Bisa jd ekspresinya saat itu hanya menolak dan menangis sambil berkata 'ngga mauuu, kakak mau nenen..nenen" jika kita katakan demikian. Gapapa Bun, setidaknya dengan sounding terus-menerus sejak usia tersebut, anak mengetahui bahwa ada batas waktu ia menyusu pada ibunya. 3 bulan sebelum genap 2 tahun, kita sudah bisa mulai mengurangi frekuensi menyusui. Yg tadinya bisa 5-10x menyusui bisa dikurangi menjadi 3-5x, dst. Yang tadinya anak menyusu saat ingin tidur siang dan malam, kita kurangi menjadi menyusu hanya saat ingin tidur malam, sedangkan saat tidur siang kita bisa alihkan dengan kegiatan yg lain. Yang tadinya anak meyusui saat haus maupun "iseng aja" bisa kita kurangi dengan hanya menyusui saat anak benar-benar haus (ini tiap ibu pasti tahu anak ingin menyusu karena haus atau 'pengen' doang). Pastikan juga kita tidak membiasakan menyusui anak (sejak ia baru lahir) karena mereka terluka, terjatuh, terkejut, dll.  Sejak awal, fungsikanlah bahwa anak menyusu hanya ketika lapar/haus sedangkan saat merasakan kondisi ketidaknyamanan lain (menangis karena jatuh, kaget, bosan, dll) ibu harus pintar2 mencarikan solusi kenyamanan yg lainnya.

Saat tidur malam pun jika kita ingin WWL pastikan bahwa perut anak sudah benar-benar kenyang sebelum tidur. Selanjutnya bisa mulai kita kurangi secara perlahan-lahan. Bagaimana jika anak terus meminta? Kuncinya ada di 'ibu yg konsisten'. Boleh diberikan, namun tetap dikurangi dan disounding sebelum tidur, 'Dek 5 menit ya Nenennya, sampai jarum jamnya di angka ...'. Sepekan kemudian, '3 menit ya Dek.' dst. Setelah 3 menit, Bunda bisa ajak kegiatan lain, bercerita, baca buku, bernyanyi, membaca do'a, dll. Anak mungkin masih sulit tidur tanpa menyusu dahulu, itu wajar karena ia belum menemukan kenyamanan yg lain. Tugas kita ialah mencari dan menemukan kenyamanan lain utk anak agar ia dpt tidur tanpa menyusu (entah dipeluk, digendong, digaruk2, dielus2, dll. Tiap anak berbeda dan unik). Faktor paling penting dr proses WWL ini adalah do'a yg kuat dari orangtuanya. Bunda bisa "dont refuse" jika memang si kecil benar2 nangis hingga tantrum dan tak mau apa2 selain 'nenen'. Tapi, jika ia masih bisa tidur setelah dialihkan perhatiannya dgn kegiatan lain seperti baca buku cerita, mendongeng, ngaji, nyanyi, murojaah, dll maka tidak perlu ditawarkan lagi. Berilah berbagai kenyamanan lain sebagai gantinya. Pastikan padanya meski tidak menyusui lagi, Bunda tetap sayang padanya. Semangat ✅

BAGAIMANA KESIAPAN ANAK SAAT AKAN DISAPIH?
6⃣Mba. Anak sy Imam (30m). Sdh disapih sejak usia 2th. Sdh sounding sejak adiknya dlm kandungan, tp membuat intensitas mimiknya semakin sering, sehingga proses menyapihnya agak dipaksakan. Sy sadar ada sedikit perlawanan dr anak, setelah stop selama kurang lebih 1bulan, sy susui lagi dg berbagai pertimbangan.. sekarang saat usianya pas 2,5th sdh sy berhentikan permanen krn anak sdh menunjukan sikap mengerti. Seperti saat kondisi ingin menyusu, ditanya sdh berapa umur Imam, ia akan jawab ' ga tau bang imam'  tp klu sdg baik ia akan jawab dg benar. Apakah keputusan benar² menyapihnya sdh betul mba? Bgmn ciri² kesiapan anak untuk disapih?               (Melinda/Payakumbuh/Imam/30m/RMA 6)

*Jawab*
Halo, Mba Melinda. InsyaAllah sudah tepat keputusannya Mba, karena usia 2y ke atas ASI bukan lagi kebutuhan utama anak. Terkait kesiapan anak utk disapih sudah ada di materi ya Mba, silakan dibaca kembali materinya mba Melinda sayang. Namun ini saya share ulang poin2nya.
Berikut adalah tanda-tanda kesiapan anak untuk memulai proses penyapihan:
·         Usia setidaknya satu tahun
·         Anak sudah memakan berbagai macam makanan
·         Anak merasa nyaman dan aman berhubungan dengan ibu
·         Anak mulai menerima berbagai cara yang membuatnya nyaman
·         Anak dapat menerima alasan untuk tidak menyusu pada waktu atau tempat tertentu
·         Anak dapat tertidur atau tidur kembali tanpa menyusu
·         Anak hanya menunjukkan sedikit kecemasan ketika diminta untuk tidak menyusu ✅

TIPS AGAR IBU SIAP DAN 'TEGA' MENYAPIH
7⃣Assalamu'alaikum mbak...
Putra saya 22 bulan rencana 2bln lagi baru mulai WWL. Dr materi sudah di jelaskan ttg kesiapan ibu. Adakah tips2 utk kesiapan ibu tsb untuk "tega" menyapih anaknya?
Karena sampai saat ini klau putra sy sdg sakit atau menangis obatnya cuma mau ASI.
Mohon motivasinya utk saya supaya sukses menyapih.
Terima kasih banyak mbak.
(Dika/pasuruan/daffa/22 bulan/RMA6)

*Jawab*
Wa'alaikumsalam wr wb Mba Dika. Sudah bisa banget disounding dan dikurangi frekuensi menyusuinya dari sekarang lho Mba (terkait pengurangan menyusui bisa cek jawaban no 6) agar anak ga 'kaget' saat proses puncak WWL nanti.

Memang ya Mba menyusui itu 'pekerjaan cinta yg menyenangkan' dan rasanya sedih juga yaa kalau anak ga menyusui lagi, hehe. Tapi, kalau saya, motivasi terbesar utk menyapih ialah "karena perintah Allah SWT". Yup, menyusui dan menyapih adalah langsung perintah Allah SWT yg ada di Alqur'an (silakan dibaca QS. Al-baqarah: 233; QS. Lukman:14; dan QS Al-Ahqaf: 15). Dengan demikian, pasti ada hikmah yg besar dibalik perintah Allah swt yg meminta kita menyusui hingga 2 tahun saja, yg bisa jd hikmah tersebut belum kita ketahui saat ini. Tapi, yakin saja bahwa perintah Allah SWT senantiasa baik.
Dengan demikian, proses menyapih ini merupakan 'dialog iman' pertama kita dengan si kecil. Dialog iman bahwasanya "Allah SWT hanya memerintahkan Ibu untuk menyusuimu selama 2 tahun, Nak." Berhasilnya sebuah proses WWL karena iman kepada Allah SWT insyaAllah akan memudahkan kita untuk berdialog iman (menanamkan iman) yg lainnya. Maka, berdo'alah yang kuat dan terus-menerus tak kunjung putus agar dalam proses ini diberi kekuatan, kemudahan oleh Allah SWT. ✅

NURSING WHILE PREGNANT (MENYUSUI SAAT HAMIL), BISAKAH?
8⃣ Saat ini anak saya sdh berusia 18 bulan,kebetulan kondisi saya sedang hamil 5 bulan.selama ini saya memompa asi selama dkantor,dan alhamdulillah stok asip saya msh cukup.nah,sebulan belakangan asi saya sdh tdk bs terkumpul banyak saat dipompa,hanya tetesan .namun anak saya ttp menyusu ketika saya dirumah,walaupun saya tahu keluarny paling cm bbrp tetes,bahkan terkadang anak saya sampai marah,mengatakan "lagi,lagi" .saya siasati utk menyiapkan air putih dlm botol minumnya.jika dia blm puas,dia akan minta mimi.setelah itu menyusu lg,utk kenyamanannya.

Pertanyaan saya :
utk menyiapkan kondisi tepat/tepat,siap dan tidak siap (sebagaimana materi) bagaimana? krn utk kesiapan dr ibu nya sendiri memang blm kuat 
(masih terpatri utk menyusu 2 thn).dan selama ini saya masih terus memberi asip,saat saya sedang bekerja,apakah ini berpengaruh thd proses wwl?
Terimakasih..   (Indah/bogor/Khalish/18bulan/rma6)

*Jawab*
Dears Mba Indah yg luar biasa. Semoga dimudahkan untuk tetap NWP. Adalah hal yang wajar jika ASI menjadi berkurang drastis saat ibu sedang hamil, sebab hormon-hormon ibu hamil lebih kuat dibandingkan ibu menyusui  Benar memang jika kondisi janin, ibu, dan anak baik-baik saja, maka bisa tetap NWP. Namun, ada "keringanan" tersendiri dari Allah SWT jika memang kita tidak bisa memberikan ASI selama 2 tahun full. Dalam surat Albaqarah: 233 Allah berfirman:
"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. ..........."

Dalam ayat ini, Allah SWT tahu bahwasanya ada ibu yg tidak bisa menyempurnakan penyusunannya hingga 2 tahun, seperti sakit, hamil kembali dgn kondisi tdk memungkinkan WWL, dll sehingga tidak ada dosa utk kita jika memang demikian kondisinya.
Terkait ASIP, bisa tetap diberikan hingga usia 2y. Jika sudah berhenti menyusu saat usia 2y maka ASIP juga sdh tidak perlu lagi. Menyiapkan kesiapan utk ibu bisa dibaca pd jawaban no 7 ya Mba  Semoga dikuatkan ✅
ANAK YANG SEDANG DISAPIH MENJADI SULIT TIDUR DAN POLA TIDURNYA BERUBAH, WAJARKAH?
9⃣ Mba mau nanya, saya sudah 2 hari wwl, anaknya nggak pernah nangis-nangis minta asi lagi, namun bobo malamnya jadi mundur banget, dan tengah malam kebangun sekali tapi tidak mau dipegang sama siapapun, jadi dia kayak sedang mengendalikan emosinya sendiri, tidak lama mungkin hanya sekitar 3-5menit terus lanjut tidur lagi. Beberapa kali juga sempat mengigau 'gak mauuu,, Raees gak mauuu'. Trus tidur lagi. Apakah itu wajar atau dia tertekan Mba? Apa yang harus saya dan ayahnya lakukan ketika dia tampak sedang mengendalikan emosi (tidak mau dipegang dan dipeluk)?
Putri / Raees 26m / Bintaro / RMA7
Jawab :
Dears Mba Putri dan Raees yg hebat ❤ Benar Mba Putri, saat anak disapih wajar jika ia tidur lebih malam, lebih "rewel", sulit tidur, dll, karena memang ia belum menemukan kenyamanan lain selain menyusu. Seiring waktu, maka 'kehidupan akan kembali normal kembali', insyaAllah 
Jika Raees tidak ingin dipeluk juga disentuh saat terbangun tengah malam, gapapa Mba. Pastikan saja Mba/suami tetap berada di dekatnya, memotivasi dan memberikan ungkapan cinta secara verbal. Oia, terkait mengingau bisa juga karena beberapa faktor: misal saat siang hari ada peristiwa yg masih mengganjal di hati dan pikirannya sehingga terbawa sampai di mimpi. So, Bunda bisa perhatikan juga saat siang hari hal2 apa saja yg membuat ia 'mengganjal': contoh: rebutan mainan sama teman dan teman tidak mau minta maaf, dll. Tetap semangat ya Mba, sampai saat ini semuanya tetap 'on the track' kok ✅

APA PENGARUH PSIKOLOGIS JIKA TELAT DISAPIH?
 Apakah ada pengaruh psikologis pada anak yang telat disapih (lebih dari 2 tahun)?
Nina/ Depok/ 23 bulan/ RMA7

*Jawab*
Halo, Mba Nina.
Bagi ibu, gigi anak yang sudah banyak tumbuh, berpotensi melukai puting
susunya. Ibu-ibu yang masih menyusui anaknya di atas dua tahun pasti
sering mengalaminya. Pemberian ASI yang terlalu berlarut-larut juga bisa
menimbulkan ketergantungan emosional kurang sehat antara ibu dan anak jika tanpa diimbangi aktivitas lain yang bisa menjalin keakraban
orangtua-anak. Sama halnya jika anak dibiarkan mencari rasa aman dengan
caranya sendiri seperti mengisap jempol, menggigit kuku, memilin rambut, dan sebagainya. Dampak sosialnya juga ada. Jika anak masih menyusu padahal dia sudah
memasuki usia sekolah, bisa kita bayangkan bagaimana komentar teman-temannya? Jika dilihat dr sisi perkembangan lainnya, anak 2y ke atas kemampuan bahasa dan kognisinya sudah makin berkembang. Nalarnya pun semakin jalan. Bayangkan jika ia membicarakan "aurat" ibunya kemana-mana  Disebabkan nalar anak semakin berkembang, maka kemampuan akan sebab-akibat pun semakin berkembang pula.
Jika kita bisa baca kembali surat Al-Baqarah ayat 233. "Barangsiapa yg ingin MENYEMPURNAKAN masa menyusuinya, maka susui selama 2 tahun." Adakah yg lebih baik dari sempurna di mata Allah swt?
Semoga membantu ya Mba ✅


Follow us :
Instagram : @rumahmainanak
FP Facebook : Rumah Main Anak
Web : www.rumahmainanak.com

Diskusi RMA: Temper Tantrum


Judul materi: *Temper Tantrum*
Tanggal: Jumat, 18 agustus 2016
Pemateri: Chairunnisa Rizkiah, S. Psi
Peresume: @penaganda

Assalamu’alaikum ibu-ibu hebat. Materi kali ini menurut saya ngeri-ngeri sedap. Hihi…Mudah-mudahan kita bisa banyak berbagi pengalaman juga ya.
Temper tantrum, atau yang lebih sering disebut tantrum, merupakan luapan emosi seseorang saat mengalami kondisi yang tidak menyenangkan. Emosi negatif dari stres yang dihadapi itu diluapkan dalam bentuk perilaku seperti berteriak, menangis, ngotot/tidak mau menuruti perintah, hingga memukul atau merusak barang. Tantrum adalah cara anak mengungkapkan rasa frustrasinya, ketika anak menginginkan sesuatu namun tidak keinginannya tidak dituruti, atau ketika anak tidak bisa menyampaikan keinginan, isi pikiran, ataupun perasaannya secara lisan karena keterbatasan kemampuan bahasa anak di usia tersebut. Tantrum juga lebih rentan terjadi bila anak sedang lelah, sakit, atau mengantuk.



Tantrum biasanya terjadi di usia toddler (1 tahun – menjelang 3 tahun). Usia 2 tahun sering disebut juga dengan istilah “terrible two”, atau umur 2 tahun dimana perilaku anak sedang “parah” dengan mulai munculnya teriakan, tangisan sambil guling-guling di lantai, dan pukulan. Seiring dengan perkembangan bahasa, pada umumnya tantrum semakin berkurang sebab anak semakin mampu menyampaikan keinginannya dengan kata-kata dan bernegosiasi dengan orang lain. Tetapi patokan umur ini tidak menjadi jaminan bahwa tantrum akan secara ajaib tiba-tiba hilang sendiri setelah usia 3 tahun. 

Namun, cara orangtua menghadapi anak ketika tantrum dapat juga mempengaruhi kemampuan anak untuk mengatur emosinya di kemudian hari. Misalnya, walaupun sudah lewat usia 3 tahun, bila setiap kali tantrum keinginan anak dipenuhi, maka anak akan terbiasa untuk memaksa orang lain menuruti keinginannya dengan tantrum. Bahkan bila tidak dihentikan, sampai anak jauh lebih besar pun ia bisa terus menggunakan tantrum sebagai “senjata” untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Kemampuan untuk mengatur emosi ketika menghadapi situasi yang tidak menyenangkan adalah keterampilan yang diperlukan anak untuk dapat melakukan banyak hal di kehidupan sehari-harinya. Oleh karena itu, adalah peran orangtua dan pengasuh di sekitar anak untuk melatih keterampilan anak dalam menghadapi tantrum.

Berikut adalah poin-poin yang perlu diperhatikan dalam menghadapi tantrum anak:

  1. Stay cool, stay calm. Tetap tenang dalam menghadapi anak, terutama dalam berbicara. Seingat saya kita sudah pernah membahas hal ini juga di sesi tanya jawab materi perkembangan psikososial dan kemandirian anak. Mudah di teori tapi praktiknya butuh usaha besar ya, hehe…Pemandangan saat anak sedang tantrum memang bisa memicu emosi negatif juga pada orang dewasa. Siapa juga yang suka mendengar teriakan melengking anak, melihat anak menangis berguling-guling, atau bahkan memukul. Bila orangtua merespon dengan emosi marah juga (contoh: berteriak menyuruh anak diam, mencubit, mengancam), dengan emosi sedih dan memelas (misalnya berkata “aduuuh...jangan nangis dong…”, “Ga kasihan sama bunda?”, “Malu nih dilihatin orang”), atau terlihat bingung mau melakukan apa, tantrum bisa makin menjadi-jadi dan berlangsung lebih lama. Saat tantrum, anak sulit untuk berkonsentrasi mendengar perkataan orang lain. Orangtua juga sangat mungkin merasakan emosi negatif juga seperti marah, sedih, bingung, dan takut. Ada baiknya menunggu sebentar hingga tangisan anak agak reda, bisa dengan menunggui di dekat anak atau agak menjauh. Sampaikan kepada anak dengan suara yang tenang, “Bunda tunggu dulu sebentar sampai kamu tenang ya.” Ada pula anak-anak yang akan menjadi lebih tenang bila dipeluk, walaupun saat akan dipeluk mereka mencoba meronta. Orangtua bisa mencoba untuk memeluk sambil tetap mengajak anak bicara, “Yuk, tenang dulu ya, stop dulu nangisnya ya…”
  2. Tunjukkan otoritas. Mau tidak mau, anak perlu menyadari bahwa orangtua adalah tokoh yang mempunyai otoritas/wewenang. Ketika semua keinginan anak dituruti bila ia tantrum, anak jadi mendapatkan pemahaman bahwa ialah yang mengontrol orangtua. Dengan kata lain, anak merasa punya otoritas. Untuk sejumlah hal, anak memang dapat diberi otoritas, seperti memilih baju yang akan dipakai untuk jalan-jalan atau memilih mainan di rumah. Untuk tantrum, anak perlu memahami bahwa tidak semua keinginannya dapat dipenuhi.
  3. Konsisten. Konsistensi dalam menghadapi perilaku tantrum anak-anak membuat anak pelan-pelan menyadari bahwa ada aturan yang berlaku. Anak juga akan memahami bahwa tantrum tidak bisa dijadikan senjata karena tidak mempan pada orangtua. Pada situasi-situasi tertentu seperti saat anak capek atau sakit, tantrum bisa sedikit lebih ditoleransi mengingat kondisi anak yang memang sedang tidak fit.
  4. Ajak anak bicara. Setelah tantrum selesai, sediakan waktu untuk mengajak anak bicara tentang apa yang terjadi. Saat itu anak biasanya sudah lebih tenang dan dapat diajak untuk melihat balik ke perilakunya tadi. Tadi apa yang dia inginkan, kenapa anak menangis atau berteriak, bagaimana solusinya. Di saat seperti ini, orangtua bisa lebih mudah untuk mendorong anak untuk bicara bila menginginkan sesuatu, dan tidak perlu menangis atau memukul. Jadi, proses belajar anak tidak selesai hanya sampai tantrumnya selesai ya Bun. Justru setelah kondisi emosi anak kembali stabil lah waktu yang tepat untuk mengajaknya bicara. Orangtua bisa mengajak anak bicara dengan menggunakan alat bantu seperti buku cerita, mengajak anak menggambar kejadian tadi, atau sambil makan cemilan bersama.
  5. Antisipasi kemungkinan tantrum. Untuk hal ini, yang paling mengenal anak adalah orangtuanya sendiri. Dalam kondisi apa anak biasanya tantrum? Bila harus makan makanan yang tidak disukai? Bila disuruh berhenti bermain? Bila sedang di supermarket lalu tidak diperbolehkan mengambil barang yang ia inginkan? Dengan mengantisipasinya, anak akan lebih kooperatif dan tantrum berkurang. Misalnya, sebelum anak bermain di mall, beritahu berapa lama waktu bermainnya. Tunjuk di angka berapa jarum jam yang panjang nanti kalau waktu bermain anak habis. Penting, pastikan anak setuju. 5 menit sebelum waktu bermain habis, beri “ancang-ancang” kepada anak. Bila anak sering tiba-tiba menginginkan suatu benda saat berbelanja, sebelum pergi belanja ajak anak untuk bicara, hari itu apa saja yang akan dibeli, dan apa yang boleh dibeli oleh anak. Anak bisa diberi kesempatan untuk memilih satu atau dua makanan yang ia suka (dengan syarat dan ketentuan berlaku sesuai kebijakan orangtua, misalnya bukan permen atau bukan yang terlalu mahal). Anak diberitahu bahwa selain dari makanan yang sudah dipilihnya, orangtua bisa menolak karena tidak ada di daftar belanja. Bila anak sudah diberi kesempatan untuk bersiap-siap menghadapi kemungkinan situasi yang tidak menyenangkan, ia juga jadi punya waktu untuk mengatur emosinya.

Semoga bermanfaat. Ayo diskusi dan berbagi pengalaman 

Referensi:
Papalia, D.E., Olds, S.W., Feldman, R.D. (2009). Human Development. 11th ed. New York: McGraw-Hill
http://www.babycenter.com/0_tantrums_11569.bc
http://kidshealth.org/parent/emotions/behavior/tantrums.html
http://kidshealth.org/parent/emotions/behavior/discipline.html?tracking=P_RelatedArticle

 *_Tanya Jawab_* 
1⃣Assalamualaikum...
Bunda, mau tanya, anak sy terkadang tantrum, menangis keras sambil berteriak. Nah, yg saya mau tanyakan apakah wajar jika kejadian tangisan pd siang hari sampai terbawa dalam mimpi anak (mengigau)? Memang tangisannya tidak separah siang hari, tapi kata2nya mirip, misal siang hari menangis minta ikut pergi dg neneknya, nah ketika mimpi ia menangis sambil bilang "ikuut..ikuuut.." begitu.
_(Nina,Jakarta,24mRMA5)_

*Jawab* :
Wa'alaikumussalam wr wb Bunda Nina yang baik :)
Sebenarnya bukan cuma anak-anak, orang dewasa juga bisa membawa pikiran tentang kejadian yang dialami sampai ke dalam tidur sehingga bermimpi tentang hal tersebut. Ada anak-anak yang seharian bermain sepeda atau berenang, lalu malamnya mengigau dan bergerak-gerak seakan sedang balap sepeda atau lomba renang  Bila kita tidur nyenyak, otak kita beristirahat dan pada umumnya tidak bermimpi. Bila kita memimpikan kejadian berkesan yang pernah dialami, berarti ada bagian otak kita yang masih bekerja di alam bawah sadar, jadi bisa dikatakan tidurnya belum nyenyak. Bila anak mengigau dalam mimpi, orangtua bisa mengeloni anak sambil mengusap-usap badan dan kepalanya untuk membuat anak lebih rileks. Anak sendiri sebenarnya tidak sadar kalau sedang mengigau dan kalau tidurnya sudah nyenyak biasanya igauan itu berhenti sendiri. Semoga jawabannya membantu :)✅

2⃣Assalamualaikum.....
Anak saya usianya 21 bulan kalau minta sesuatu gak dituruti dia sering nangis sambil guling2. Biasanya sikap saya hanya diam/dan kadang saya tanya "adik mau apa". Benarkah langkah saya ini?
_(Usrotul hasanah,madura, 21m,RMA5)_

*Jawab* :
Bunda Usrotul Hasanah yang baik,
Bunda sudah memulai dengan baik karena bisa tetap tenang dan menjaga nada suara agar tidak naik mengikuti tangisan anak. Kalau boleh, izinkan saya berikan feedback sebagai berikut:
_a.)_ Bila anak sedang tantrum dengan menangis guling-guling, suara saja tidak cukup untuk membuatnya fokus kepada bunda. Tangisannya bisa bertahan lama karena ia masih merasa sedang adu kuat dengan orang dewasa. Buat anak melihat ke arah bunda dengan cara memegangi badannya, seperti kedua bahu, lengan, atau kedua pipi. Baru setelah itu bicara, adik mau apa? Tidak perlu pakai nangis. Kalau nangis bunda ga ngerti adik ngomong apa
_b.)_ Hanya bertanya "adik mau apa" sebenarnya baru langkah awal, karena kan anak tantrum karena ia mau apa tidak dituruti. Pertanyaan "adik mau apa?" sebenarnya dimaksudkan untuk melanjutkan pembicaraan dengan anak. Oo, adik mau permen? Iya, bunda ngerti. Tapi kali ini ga bisa bunda kasih permen, maaf ya. Kan tadi sudah makan permen 2. Adik cuma boleh makan permen 2 aja kan hari ini? Yuk kita makan yang lain aja (misalnya)
_c.)_ Kalaupun bunda bermaksud diam agar anak juga berhenti menangis, sampaikan kepada anak. Karena anak tidak mengerti kalau tidak dijelaskan. O nangisnya stop dulu sayang, ga ngerti nih maunya apa kalau sambil nangis. Bunda ga bicara dulu deh, tunggu adik stop nangisnya dulu
_d.)_ Perlu diingat juga bahwa umur anak baru 21 bulan. Ia masih belajar berbicara dan menyerap bahasa. Mereka paham apa yang orang dewasa katakan, tetapi masih kesulitan menyampaikan keinginannya secara verbal. Untuk anak yang masih sangat kecil seperti itu, saya prefer menenangkannya dengan dipeluk atau digendong sambil dielus-elus, walaupun di awal anak pasti berontak. Perhatian anak juga bisa dialihkan dengan melakukan kegiatan lain. Semoga jawabannya membantu ya. Tetap semangat, Bund :)✅

3⃣Apakah saat anak sedang tertidur pulas lalu kita pindahkan ke kasur/tempat lain, dia akan mengamuk sejadi-jadinya itu dikategorikan dengan tantrum? Mengapa dan bagaimana mensiasatinya?
Terima Kasih.
_(Nidia/ Anindya/ 2y9m/ RMA7)_

*Jawab*:
Bunda Ninda yang baik,
Sejauh pengetahuan saya ketika anak rewel (cranky) saat dipindahkan tempatnya tidurnya tidak termasuk tantrum. Hal ini lebih berhubungan dengan sensitivitas anak terhadap kondisi di sekitarnya dan fase tidur yang sedang dialami anak. Anak yang menurut kita sudah tidur, bisa jadi tidurnya belum nyenyak sehingga mudah terganggu oleh perubahan di sekitarnya, seperti suara berisik dan merasa diangkat. Sebagian anak merasa kaget dan panik bila tidurnya belum nyenyak tapi tiba-tiba digendong. Bila anak sudah memasuki fase tidur nyenyak, anak tidak akan mudah terbangun. Ada juga anak-anak yang memang mudah terbangun ketika tidur. Bila tidur anak sudah  nyenyak, napasnya teratur dan bola mata di balik kelopak matanya tidak bergerak-gerak. Bila bola mata masih bergerak-gerak cepat, anak masih berada pada fase tidur REM (rapid eye movement) yang merupakan fase tidur di mana terjadi mimpi. Bila ingin memindahkan tempat tidur anak, bunda bisa coba elus-elus dan keloni anak  terlebih dahulu sehingga anak tidur lebih tenang. Saat diangkat pun usahakan sambil menimang-nimang anak dengan pelan. Walaupun anak rewel ketika dipindahkan, biasanya ketika sudah dipindahkan ke tempat lain dan tetap dikeloni anak akan bisa tidur lagi karena reaksinya itu lebih karena anak kaget dan panik. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana perilaku "mengamuk sejadi-jadinya" itu karena kurang spesifik, tapi mudah-mudah jawabannya membantu ya :)✅

4⃣ Saya pernah baca artikel majalah bahwa anak tidak boleh dibiarkan dalam kondisi stres terlalu lama karena akan berpengaruh terhadap perkembangan otaknya. Saat tantrum bagaimana langkah selanjutnya ketika kita sudah berusaha menenangkan anak tapi belum juga berhasil untuk jangka waktu yang cukup lama, sejam misalnya?
_(Miranty/Tangerang/18m/RMA 7)_

*Jawab*
Bunda Miranty yang baik, terima kasih untuk sharing ilmunya :) Kondisi yang stressful dan stressor (hal-hal yang dapat menjadi pemicu stres) ada di mana-mana. Semua stimulasi dan pengalaman yang dialami anak berpengaruh pada perkembangan dan pembentukan kepribadiannya.
Pertanyaan bunda Miranty juga banyak ditanyakan oleh ibu-ibu di RMA 1-3 saat saya menyampaikan materi ini. Saya sendiri tidak pernah membiarkan anak menangis sampai lama. Kasihan, anak capek dan bisa makin frustrasi karena merasa diabaikan. Makanya seperti yang saya sampaikan di materi, menjauh sebentar, bukan diacuhkan sampai anak menangis berjam-jam. Hal ini dilakukan untuk memberi anak waktu menghadapi emosi marahnya, dan untuk orangtua berpikir lebih tenang. Beberapa menit saja, 5-10 menit, terutama kalau anaknya memang bukan anak yg bisa berhenti menangis sendiri dan mulai melakukan kegiatan lain sendiri. Apalagi kalau kejadiannya di rumah, sambil menunggu anak tenang orangtua bisa melakukan kegiatan lain yg menarik, seperti memainkan mainan anak, melipat2 kertas, menggambar, membentuk2 playdough, dan lain2 yg bisa mengalihkan perhatian anak. Dalam rentang 5-10 menit, kebanyakan anak sudah mulai mengalami suara mengecil karena capek. Orangtua bisa menawarkan anak utk minum atau membasuh muka supaya kondisi fisiknya lebih enak, terutama anak yg menangisnya sesegukan karena sulit mengatur napas saat menangis. Saat menangis juga anak mungkin perlu dibantu utk mengeluarkan ingus yg membuatnya sulit bernapas. Memang rasanya tidak nyaman mendengar anak terus-terusan menangis, tapi dgn orangtua tetap tenang, tetap mengawasi dan membantu anak walaupun tidak menyerah dengan tantrumnya anak, anak akan belajar bahwa cara yg ia gunakan tadi tidak mempan utk mendapatkan keinginannya.
Selain itu, membiarkan anak sebentar bukan berarti anak langsung ditinggal saat tantrum sehingga ia malah bingung dan merasa tidal dipedulikan, yang ujungnya malah memanjang-manjangkan tangisan sampai orangtua menyerah. Berikut adalah hal-hal yang penting untuk diperhatikan dalam menghadapi tantrum:
_a.)_Saat anak tantrum dan orangtua memutuskan utk menjauhi anak sampai dia tenang, pastikan dulu orangtua sudah BICARA pada anak bahwa orangtua akan menjauh sebentar sampai anak tenang, dan kalau sudah tenang anak boleh coba lagi bicara apa yg dia mau tanpa menangis. Kalau anak menangis berteriak2 dan orangtua langsung bilang "ah kalau nangis terus mama pergi dulu deh" tanpa penjelasan apa2 lagi, anak juga bingung dan makin kesal. Saya sendiri biasanya menyampaikan dengan kalimat yang sederhana saja, "kalau kamu sudah bisa tenang, sudah bisa stop nangis, kita bisa bicara. Aku tunggu sebentar di sana ya sampai nangisnya bisa stop, soalnya kalau dekat-dekat sambil nangis kupingku sakit dan ga ngerti ngomongnya apa."
_b.)_Kalau ada perilaku anak saat tantrum yg memang tidak sesuai dgn norma dan aturan yg dipegang orangtua, langsung beritahu anak. Misalnya bila anak tidak boleh berteriak kepada orang yang lebih tua tapi ia berteriak-teriak dan memanggil orangtua dengan panggilan yang tidak santun seperti bodoh atau bego, orangtua perlu tegas dalam mengatakan bahwa hal itu tidak sopan, tidak baik, dan tidak disukai orangtua. Di sini, ada otoritas yang perlu ditunjukkan orangtua kepada anak.
_c.)_ Utk anak yg sudah besar, tantrum juga bisa diantisipasi dengan dibahas langsung bersama anak saat anak tenang. Jadi tidak harus hanya rusuh2 dan jadi capek saat anak tantrum. Ketika anak mengalami kejadian yang bisa memicu tantrum, orangtua dapat memberikan cue, misalnya "ingat, ga perlu marah-marah" dan "coba tarik napas dulu biar nangisnya stop".
Semoga jawabannya membantu ya :)✅

5⃣Assalamualaikum, saya mau tanya anak saya usia nya 3,5 tahun, anak saya kadang2 mood nya naik turun, kadang tiba2 sendu tiba2 keluar air mata kalau misal lg di sekolah sedang bermain sm guru nya trus dia cari saya di jendela dan saya tidak ada. Klo sudah begitu, seharian dan hari berikutnya jadi apa-apa suka pake nangis dan mood nya ngga bagus, meskipun memang nangis bisa berhenti dengan negosiasi, dan sikap sperti ini sewaktu2 saja terjadinya. Apakah ini wajar ya Mba? Bagaimana cara mengatasinya? Terima kasih.
_(Yulfitri Ardiana/Tangerang/Athar 3,5 y/RMA7)_

*Jawab*
Bunda Yulfitri Ardiana yang baik, Apa ini pengalaman pertama athar bersekolah? :) Apa athar memang masih diperbolehkan ditunggui oleh bundanya di sekolah? Dan yang paling penting, apa athar sudah mulai diajarkan bahwa bunda akan datang kalau athar sudah pulang sekolah saja? Semua perilaku anak memiliki alasan. Saya sendiri dengan informasi yang sedikit dari Bunda tidak bisa menyimpulkan apakah athar jadi bad mood dan rewel (cranky) semata-mata karena bundanya tidak kelihatan di sekolah, atau ada faktor lain yang mempengaruhi.Wajar atau tidak? Bila athar memang baru mulai sekolah dan belum dibiasakan tidak "diintip" bunda lagi dari luar kelas, perilakunya wajar. Sepertinya isu utamanya bukan tantrum ya bun, tapi perasaan cemas dan tidak aman karena berada di tempat baru. Karena cuma satu contoh perilaku yang diceritakan ke saya, saya tidak bisa menebak-nebak seintens apa kondisi yang Bunda sebutkan sebagai "kadang mood-nya naik-turun" ini.

Sebagai informasi, mood (suasana hati) bertahan lebih lama daripada emosi. Emosi adalah reaksi saat mendapatkan stimulus tertentu. Misalnya orang yang menang hadiah umroh, emosi yang dirasakan adalah senang. Sepanjang hari bahkan sampai besoknya, mood orang ini bisa dalam kondisi good mood, bawaannya pengen senyum terus. Sebaliknya misalnya anak tidak diajak jalan-jalan oleh keluarganya, emosi yang dirasakannya adalah marah dan sedih. Sepanjang hari sampai keluarganya pulang, anak ini bisa bad mood terus sehingga tidak mau tersenyum, cemberut, dan sedikit-sedikit menangis. Nah, kalau athar bawaannya bad mood terus sampai seharian, kira-kira apa penyebabnya? Penyebabnya itulah yang dibicarakan dengan athar, karena menangis itu merupakan efek dari pengalaman tidak menyenangkan yang dialami anak. Seperti yang saya jelaskan juga dalam materi perkembangan emosi, orangtua perlu mengakui emosi yang dirasakan anak dan membantu anak untuk mengenali emosi tersebut. Misalnya, "Kakak tadi nangis. Kakak sedih ya, tadi ga lihat bunda di jendela?" Mudah-mudahan jawabannya membantu ya :)✅

6⃣ Anak saya tantrumnya suka muncul saat bepergian, entah kenapa tiap saya pergi dgn bertemu byk kumpulan ibu2 dlm sebuah acara tantrumnya tiba2 sering muncul seperti takut melihat byk ibu2 yg asing atau tempat yg asing, selalu tdk ingin masuk sambil teriak nangis2 seperti ketakutan minta diluar saja, tp anehnya dia ga akan begitu kalau dgn bpk2 walau bpk2 yg asing yg baru dia temui pertama kali bisa langsung lengket bahkan minta gendong bisa langsung main2. Kalau sudah tantrum dua tdk bisa digendong, dipegang sama ditanyain saja nangisnya tambah keras, kalau didiemin akan terus berlangsung lama tak henti2 bisa sejam sangat menguras tenaga & kesabaran sekali, bagaimana menangani anak tantrum yg seperti itu ya bunda?karena sya sudah kehabisan ide, terima kasih sebelumnya 
(Ertiena/Bogor/2y6m/RMA6)
_informasi tambahan_
Anak saya Laki2 mba,dulu tinggal sama ortu sekarang dah tinggal bertiga aja. Iya dia kalau ada ibu2 yg blm dia kenal dia ga mau deket. Kalau banyak kayak takut memang mba, knp ya?kalau udah deket dia gpp spt dgn tante, budhe & neneknya. Sama nenek dri pihak suami saya jg kayak takut krn jarang sekali ketemu, tp lengket sekali dgn bapak2

*Jawab*
Bunda Ertiena yang baik,
Berdasarkan penjelasan Bunda, sejauh pemahaman saya perilaku ananda lebih berhubungan dengan kecemasan dan perasaan tidak nyaman saat berada di lingkungan baru, termasuk tempat baru dan orang-orang yang dianggapnya "mengancam" sehingga ingin dihindari. Jadi terlihat ya bun, di sini anak menangis untuk menunjukkan bahwa ia tidak nyaman masuk tempat asing dan bertemu ibu-ibu lain. Mengapa anak cuma menangis bila bertemu ibu-ibu dan dengan bapak-bapak langsung bisa akrab? Saya tidak bisa menebak-nebak tanpa tahu riwayat anak. Kalau anak merasa nyaman dengan orang tersebut, ia bisa kan merasa nyaman walaupun dengan perempuan? Contohnya nenek dan tantenya.
Kalau tangisan karena tantrum adalah tangisan frustrasi karena apa yang diinginkan tidak bisa tercapai, tangisan ananda sepemahaman saya berbeda penyebabnya. Jadi, akan lebih baik bila perasaan tidak nyaman pada anak dihilangkan terlebih dulu. Sehari sebelum bertemu ibu-ibu lain, anak dikabari terlebih dahulu besok akan ada teman bunda yang baik-baik agar ia tidak kaget. Anak juga bisa membawa mainan kesukaannya agar ada kegiatan di sana. Kalau anak menolak masuk, menurut saya tidak apa-apa ditemani bermain sebentar di luar agar anak lebih tenang. Apalagi kalau tempatnya memang ramai.
Yang terakhir ini usulan berdasarkan oengalaman pribadi: kalau ada di antaraibu-ibu itu yang bisa diminta untuk membawakan benda yang disukai anak, seperti mainan atau buku cerita, anak dapat "dipancing" untuk memulai interaksi sehingga tidak lagi takut dengan ibu-ibu itu. Semoga jawabannya membantu :)✅



Follow us :
FP Facebook : Rumah Main Anak
Instagram : @rumahmainanak
Web : www.rumahmainanak.com

Diskusi RMA: Kesehatan Gigi Anak

Judul Materi : *KESEHATAN GIGI ANAK*
Tanggal : Jumat, 30 September 2016
Pemateri : Yuli Hamidah, drg
Peresume : @bundaranakayy




Gigi pada anak sering disebut sebagai gigi sulung atau gigi susu. Gigi susu mempunyai fungsi sebagai bagian pendukung proses pencernaan, yaitu untuk menggigit, merobek, memotong, menggiling, dan mengunyah makanan, serta untuk berbicara dan sebagai penunjuk jalan bagi gigi dewasa di bawahnya. Untuk mendukung semua fungsi tersebut diperlukan gigi yang sehat tanpa lubang.

Gigi berlubang pada balita atau dalam istilah medis disebut Early Childhood Caries (ECC) adalah merupakan karies gigi pada 1 gigi atau lebih, atau hilang / rusaknya gigi dengan kondisi parah karena karies gigi, atau adanya penambalan gigi pada gigi susu ketika anak berusia antara 0-6 tahun.

Deteksi adanya karies gigi pada anak balita dapat dilakukan dengan cara memeriksa gigi anak (terutama 4 gigi seri atas yang paling rentan karies),  buka bibir bagian atasnya, bersihkan sisa-sisa makanan dengan kain kassa dan air hangat lalu kita liat dibawah pencahayaan yang cukup.

Karies gigi tidak selalu berupa lubang atau kavitas, namun merupakan suatu proses seperti gambar berikut ini : (gambar a, terlampir)



Pada gambar tersebut terdapat warna keputihan seperti kapur yang lebih putih daripada gigi sekitarnya, disebut white spot lesion yaitu proses karies awal (early decay), namun belum terbentuk lubang gigi. Biasanya white spot terlihat di bagian gigi yang dekat dengan gusi. Pada keadaan ini bila didiamkan akan menjadi lubang. Orang awam sering menyebutnya gigis atau gupis dsbnya. 


Berikut ini contoh karies gigi pada anak balita pada keadaan  dimana sudah terbentuk lubang gigi (kavitas). Kavitas terlihat berwarna kekuningan, dan permukaannya tidak rata, lebih cekung daripada gigi sehat di sekitarnya. (gambar b, terlampir)





Penyebab karies pada gigi baik dewasa maupun balita, yaitu terpaparnya gigi dalam waktu lama oleh asam sehingga mineral-mineral dalam email larut. Asam tersebut berasal dari gula yang berada dalam makanan/minuman yang diubah oleh bakteri dalam mulut. Pada balita sering disebabkan karena anak sering tertidur dalam kondisi mengkonsumsi minuman (menyusu).

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya gigi berlubang sebagai berikut :

  1. Sebelum gigi susu benar-benar tumbuh, gusi bayi dapat dibersihkan . dengan menggunakan lap yang lembut (kassa) dan agak basah untuk menggosok gusi bayi perlahan-lahan.
  2. Jika ingin mengenalkan sikat gigi saat giginya mulai muncul, gosokkan gusinya dengan sikat gigi yang lembut. Anda hanya perlu membasahi sikat gigi dengan air dan belum perlu menggunakan pasta gigi.
  3. Bila bayi minum menggunakan dot, usahakan menggendong anak selama pemberian susu, dan ketika anak sudah tertidur baru baringkan ke tempat tidur, TANPA dot. Jangan biarkan anak tertidur dengan dot berisi susu dalam mulutnya.
  4. Ketika anak berusia 6 bulan, ia sudah boleh mengkonsumsi makanan/minuman tambahan. Anak dapat mulai diajarkan minum melalui baby cup.
  5. Diantara waktu minum susu, berikan anak air putih biasa, TANPA gula.
  6. Waktu yang tepat untuk membersihkan gusi bayi adalah sebelum dia tidur dan setelah makan, sebanyak dua kali sehari.
  7. Batasi pemberian makanan/minuman manis dan lengket pada anak.
  8. Hindari kontak antara mulut bayi, dot, makanan/minuman bayi dengan mulut ibu/ pengasuh.
  9. Ajak anak ke dokter gigi anak ketika gigi pertamanya sudah tumbuh. 

*Tanya Jawab*

1⃣ Apakah konsumsi teh manis setiap hari bisa menyebabkan karies gigi pada anak?
(Elok bunda rizma/3,5th/ Pd.Ranji/RMA 7)


Jawab :
Bisa, mbak Elok makanan/minuman apapun yang kita konsumsi dapat menyebabkan karies apabila terus menerus berada/menempel di gigi.✅


2⃣Assalamualaikum
Bagaimana cara membiasakan anak sikat gigi sebelum tidur sedangkan anak ini minum susu pakai dot sebelum tidur?
(Esti/Tangerang/10m/RMA7)


Jawab:
wa alaikumussalam wr  wb,  mba Esti, mbak Esti dapat memulai dengan membersihkan gigi ananda menggunakan Kassa basah ketika ananda sudah selesai menyusu. ✅


3⃣Nay 2 tahun 9 bulan giginya tidak rata. Saya perhatikan seperti model Gigi ayahnya. Nay pertumbuhan giginya agak terlambat, diusianya yg 1 tahun Baru tumbuh 4 Gigi seri. Apakah itu faktor  keturunan ?
Bisakah pertumbuhan giginya dikoreksi ketika tumbuh Gigi selanjutnya?
Terimakasih Banyak dokter
(Rizky/jakarta/Nay_2tahun9bulan/RMA7)


Jawab:
Halo mbak Rizki, iya, mbak. Salah satu faktor yang mempengaruhi keadaan gigi geligi adalah genetik. Salah satu manfaat kunjungan rutin ke drg dimulai sejak gigi pertama tumbuh adalah koreksi dan atau pencegahan secara dini terhadap kemungkinan kerusakan gigi lebih lanjut.✅

4⃣Assalamualaikum mba..sy mau tanya. Apakah benar dampak penggunaan dot dlm jangka panjang dapat mengubah struktur/posisi gigi menjadi maju ke depan? Lalu apakah pasta gigi anak aman bila tertelan?  Apa penyebab gigi tumbuh berantakan/tumpang tindih? (Nina, Jakarta, 25mo, RMA5)

Jawab:
Wa alaikumus salam wr wb...mba Nina..
a. Efek dot terhadap posisi gigi, saya ambil kutipan dari idia ya mbak, sebagai berikut :
Penggunaan dot yang berkepanjangan mempunyai korelasi kuat dengan timbulnya masalah gigi, seperti karies dan maloklusi. Dari beberapa penelitian, terbukti ada korelasi antara penggunaan dot yang berkepanjangan (2 tahun atau lebih) dengan timbulnya karies. Keadaan ini diperberat bila penggunaan dot dilakukan sambil tidur (night feeding). Penelitian terhadap 150 anak usia 18 - 36 bulan oleh Peressini (2003), menyimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kebiasaan minum dot botol sambil tidur dengan timbulnya karies serta kerusakan gigi.


Apabila bayi hanya sesekali mengempeng dan hanya sampai bayi berumur 1 tahun, maka tidak ada masalah dengan perkembangan giginya. Tapi jika bayi adalah pengempeng aktif dan meskipun umurnya sudah lebih dari 1 tahun ia masih tidak bisa lepas dari dot, sebaiknya harus dilakukan usaha untuk segera menyapih si kecil dari dotnya. Karena hal tersebut dapat membuat gigi-geliginya tumbuh tidak sebagaimana mestinya, meskipun itu masih gigi susu, tetapi perkembangannya akan menentukan pertumbuhan dan letak susunan gigi permanen di kemudian hari. Makin lama penggunaan dot, akan makin tinggi risiko kerusakan gigi . Demikian juga cairan manis dalam botol dot, ataupun pemanis yang dioleskan pada dot/empeng, juga berperan untuk timbulnya kerusakan gigi.
The American Dental Association (2005), mengeluarkan rekomendasi untuk tidak memberikan dot yang diberi pemanis, hal ini dimaksudkan untuk menghindarkan terjadinya karies.


b. Apakah aman bila pasti gigi anak tertelan? aman bila tidak sengaja ya mba, dan pasti gigi yang dipakai cukup sebesar biji kacang ijo saja. Pemakaian pasta gigi pun bukan salah satu komponen wajib saat kita melakukan sikat gigi, yang terpenting adalah anak senang melakukan sikat gigi sehingga nanti tumbuh kesadaran sendiri.

c. Penyebab gigi berjejal/tumpang tindih? Karena ketidaksesuaian ukuran lengkung rahang dan gigi, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti keturunan, lingkungan, pertumbuhan dan perkembangan, kebiasaan, makanan.
5⃣ Bagaimana cara mengatasi gigi seri atas yg sdh mulai kena karies bgaimana ya? Bagaimana cara mnghilangkan kebiasaan makan pasta gigi pada anak usia 2 th dan mengajari anak untuk berkumur2? sdh dilatih menggunakan air minum biasa, tpi ttp terminum terus.
Trimakasih
(Arifah/bunda azmi (2,5 y /RMA 6) 


Jawab: Bund azmi,  jika gigi sudah Karies sebaiknya ananda segera dibawa ke drg Dan dilakukan penambalan, tapi biasanya utk kunjungan pertama tidak dilakukan langsung penambalan tapi perkenalan dulu antara anak, drg, beserta alat2 yg akan dipakai.
Wah bagaimana yah caranya?? Sengaja dimakan atau tidak sengaja tertelan mba? kalau tidak sengaja tertelan gapapa,  tapi Kalo sengaja dimakan, Mungkin mba bisa mulai dengan cara menjauhkan odol dari jangkauan anak Dan ngobrol bahwa odol bukan makanan yg boleh masuk perut dst. 

Untuk kemampuan berkumur memang perlu waktu, seiring dengan kemampuan Motorik Halus dan Motorik kasar serta daya pemahaman ananda,  Bunda jangan menyerah yah terus semangat, sulung saya baru berhasil kumur dengan benar tanpa tertelan ketika usia 3 Tahun.  Ganbatte 

6⃣ Dokter, anak sy 2y1m,  minum susu UHT coklat sejak disapih (19m). Di giginya ada bayangan putih tanda2 akan karies,  pdhl sy selalu menyikat giginya stlh sarapan dan sebelum tidur. Apa ada trik yg hrs dilakukan lg agar tidak terlanjur karies?
(Elva (Aisyah 2y1m)/RMA 5)
- Mba, anak saya 4 gigi serinya sudah mengalami karies padahal sikat gigi rajin minimal 3x sehari. Apa ada pengaruh dari susu UHT coklat ya? anak saya hanya mau minum susu UHT coklat. perlu dilakukan penambalan gak ya mba?
(Asti Ramadhani, 2Y10M, Depok, RMA 6)
- Assalamu'alaikum...
Putra saya 21bulan. Skrg di gigi susu depan muncul seperti karies gigi yg bentuknya seperti lumut di dinding.Tips untuk menghilangkannya bagaimana yah mbak?Selama ini putra saya baru belajar sikat gigi tanpa pasta gigi.Apakah di usia tsb sudah boleh menyikat dgn pasta gigi?jika boleh maaf adakah merk2 tertentu yg aman utk anak usia 21bln? krna mengingat di giginya sudah mulai tumbuh karies?
Sebelumnya terima kasih banyak utk jawabannya.
(Andika setya w/pasuruan/M.Daffa/21m/RMA 6)



Jawab:
Mba Elva dan mbak Andika, utk mencegah white lesion menjadi karies lebih lanjut mba elva dapat meng aplikasikan tooth mousses yaa,mba.
Mba Asti, Bisa jadi salah satu penyebab kariesnya adalah karena sikat giginya kurang bersih sehingga masih Ada sisa2 makanan (plak) Yang menempel di gigi Yang kemudian menjadi makanan mikroorganisma,mengubah plak tsb menjadi bersifat asam yg mengakibatkan gigi Karies.  Kalo gigi sudah berlubang sebaiknya segera ditambal supaya lubang tidak semakin besar dan gigi menjadi sakit
Tambahan Jawaban:


Faktor yg mempengaruhi Karies banyak, dalam dan luar tubuh


Faktor dalam :
  • Mikroorganisme yg Ada dalam mulut
  • Substrat,  gula Yang berasal dari makanan yg kita makan
  • Gigi,  bentuk gigi, susunan gigi tiap Orang beda sehingga Risiko karies setiap Orang berbeda
  • Waktu,  waktu lamanya Substrat menempel di gigi ,waktu proses lamanya karies
Faktor luar:
  • Usia, semakin lanjut usia semakin besar kemungkinan Karies 
  • Gender, wanita lebih rentan kena Karies 
  • tempat tinggal, tempat tinggal tertentu yg kandungan Mineral pada airnya kurang giginya lebih rentan 
  • makanan, makanan yg mengandung kadar gula banyak lebih besar kemungkinan menyebabkan karies
  • Pendidikan 
  • Lingkungan 
  • Kebiasaan
  • Frekuensi dan waktu sikat gigi
7⃣Usaha apa yg bs dilakukan kl gigi anak sudah patah? Trus patahnya hampir sampe ke gusi nya. Jd sisa sedikit gt. Patah krn jatuh dan mmg giginya rapuh. Apa bs disambung mahkota giginya atau dibiarkan sj? (nida, tangerang, 3 tahun, RMA 5)

Jawab:
Mba nida, buat memastikan apakah masi dibuat mahkota baru atau tidak mba nida harus membawa ananda ke drg spesialis anak mba, biasanya ada mahkota yg bisa dibuat bila sisa gigi ada masi bagus.✅


8⃣ Mbak.. anak saya umur 9m belum ada tanda2 tumbuh gigi satupun.. apakah ini normal pada usianya belum tumbuh gigi? Stimulus apa yg diperlukan untuk menunjang pertumbuhan giginya? Terimakasih.
(Annisa Rahma/jakarta/9m/rma 6)


Jawab: buat mba Annisa yg h2c maaf baru bisa jawab 
Gapapa mba, Aydan masih tergolong normal, dapat ditunggu sampai usia 24 bulan,  ketika usia 24 bulan belum tumbuh juga maka mba harus membawa Aydan ke drg spesialis anak,.
Stimulasi yg dapat dilakukan saat ini adalah dengan memberikan makanan dengan tekstur sesuai usia nya, finger Food.


9⃣ Anak Saya, Hasan 2y4m masih susah u/sikat gigi.. Pasti tutup mulut,kalo sy paksa pasti berontak yg ujung2nya menangis.. Bgmna tipsnya yaa spya anak mau sikat gigi dg tenang..
*Terimakasih ya Mba☺(Nur/Jaksel/Hasan/2y4m)


Jawab: mba Nur dapat memulai dengan memberi contoh mba sikat gigi di hadapan ananda,  nanti ananda akan menirunya. Anak adalah peniru ulung. Selain itu mba dapat juga dengan menceritakan atau membaca buku tentang gigi dan fungsinya dst. Mba Nur juga dapat juga stimulasi dengan permainan sikat2an.  Jangan dipaksa yah mba hehehe.  Saya Yakin ibu2 disini banyak ide kreatif untuk mbuat ananda cinta kebersihan dan kesehatan

_Alhamdulillah, materi seputar kesehatan gigi anak super seru ya bunda semua. Semoga kita semakin konsen merawat kesehatan gigi dan mulut ananda di rumah dengan membiasakan memberi contoh yang baik untuk menggosok gigi 2x sehari. Karena apa? Kebersihan sebagian dari iman  semoga bermanfaat_


Follow us :
Instagram : @rumahmainanak
Fanpage Facebook : Rumah Main Anak
Website : www.rumahmainanak.com