/* related post */

Safety and Health Management when you're riding


This article I’ve made to inform youabout safety and health management when you’re riding motorcycle. But  maybe I’ll write it in Bahasa and also English, hoho..

All we know about motorcycle things. It’s a vehicle motor with a pair of tire that you must hold your feet down when the traffic light red. Motorcycle really give us easily in transportation. You can go to some place with shorter time than if you go with other transportation like bus or car. 



Pengguna sepeda motor sudah tak terhitung banyaknya. Kalau lagi di pemberhentian lampu merah, itu motor udah ngumpul jadi satu bisa sampai mengalahkan ukuran satu mobil!! Huaahh.. ya beginilah Jakarta, sangat padat dan semua orang suka memadatinya.

Ada banyak dari teman-teman saya di kampus yang juga seorang ‘Motorcycle Rider’. Mereka mungkin lumayan jauh rumahnya dari kampus, makanya supaya mudah mereka memilih menggunakan motor daripada kendaraan lain. Okelah, it’s good for you those want to get in campus as faster as possible. A dominant proportion between boys and girls riders seem like the boys still dominate as motocycle riders. 

antrian motor di jalan


Di Indonesia, kendaraan bermotor merupakan sumber utama polusi udara di perkotaan. Menurut World Bank, dalam kurun waktu 6 tahun sejak 1995 hingga 2001 terdapat pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia sebesar hampir 100%. Sebagian besar kendaraan bermotor itu menghasilkan emisi gas buang yang buruk, baik akibat perawatan yang kurang memadai ataupun dari penggunaan bahan bakar dengan kualitas kurang baik (misal: kadar timbal/Pb yang tinggi) . World Bank juga menempatkan Jakarta menjadi salah satu kota dengan kadar polutan/partikulat tertinggi setelah Beijing, New Delhi dan Mexico City. Polusi udara yang terjadi sangat berpotensi menggangu kesehatan. Menurut perhitungan kasar dari World Bank tahun 1994 dengan mengambil contoh kasus kota Jakarta, jika konsentrasi partikulat (PM) dapat diturunkan sesuai standar WHO, diperkirakan akan terjadi penurunan tiap tahunnya: 1400 kasus kematian bayi prematur; 2000 kasus rawat di RS, 49.000 kunjungan ke gawat darurat; 600.000 serangan asma; 124.000 kasus bronchitis pada anak; 31 juta gejala penyakit saluran pernapasan serta peningkatan efisiensi 7.6 juta hari kerja yang hilang akibat penyakit saluran pernapasan – suatu jumlah yang sangat signifikan dari sudut pandang kesehatan masyarakat. Dari sisi ekonomi pembiayaan kesehatan (health cost) akibat polusi udara di Jakarta diperkirakan mencapai hampir 220 juta dolar pada tahun 1999.


Baiklah, begini ceritanya:
Mari kita lihat dari mulai kepala sampai kaki. Kepala tentunya harus dilindungi sama helm. Helm yang banyak modelnya itu, warna-warni pula! Tapi tetep, apapun helmnya SNInya harus ada. Helm berguna buat melindungi kepala kita dari benturan (jika lagi ada kecelakaan) tapi kalau dari perspektif saya sebagai orang kesehatan (duileh gayanya) helm itu utamanya bukan Cuma buat lindungin kepala pas jatuh, tapi justru melindungi wajah dari terpaan angin dan sinar matahari yang suka memanas. Tahulah sendiri kondisi angin pas kita naik motor, sangaaat amat banyak angin menerpa wajah dan itu gak sehat buat beberapa hal:

Helm.. helm.. 
Waw.. slogan iklan nih!!


 Pertama, angin akan bergerak melawan arah kita jadi otomatis mata kita bakal kering kalau terus-terusan menatap angin dengan tatapan kosong tanpa helm. Mata kita bisa kena iritasi, bisa jadi gatal-gatal, merah, bahkan sampe ada juga infeksi mata.  Terus, udah tahu kan seberapa parahnya tingkat polusi udara di jalanan?? Sangat penuh zat-zat beracun yang gak kasat mata. Jadi kalau kamu memakai helm itu akan sedikit mereduksi peluang terhirupnya zat-zat beracun ke dalam paru-paru. Emangnya mau kena infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) gara-gara kena asap bus metromini atau kopaja atau yang lebih parah keracunan timbal dari sisa pembakaran bensin. 

Penelitian epidemiologis pada manusia dan model pada hewan menunjukan PM10 (termasuk partikel yang berasal dari pembakaran mesin diesel/DEP) memiliki potensi besar merusak jaringan tubuh. Akibatnya, dapat memicu inflamasi paru dan sistemik serta menimbulkan kerusakan pada endotel pembuluh darah/lapisan dalam pembuluh (vascular endothelial dysfunction) yang memicu proses atheroskelosis (pengumpulan lemak jahat di pembuluh) dan infark miokard/serangan jantung koroner.  Huaaaa mengerikan. Selain itu, boleh juga bagi yang mau pakai masker a.k.a penutup hidung dan mulut agar lebih aman lagi. Memang sih kebanyakan helm sekarang modelnya yang tertutup gitu, jadi udah bisa dipake tanpa masker. Ya, itu pilihanlah. 

Masker yang anti-POLUSI
 
Selain itu, ada juga nih tambahannya zat NOx dan SOx merupakan co-pollutants. Terbentuk salah satunya dari pembakaran yang kurang sempurna bahan bakar fosil. Penelitian epidemologi menunjukan pajanan NO2,SO2 dan CO meningkatkan kematian/mortalitas akibat penyakit kardio-pulmoner (jantung dan paru) serta meningkatkan angka perawatan rumah sakit akibat penyakit-penyakit tersebut.

Oiya, lanjut ke tubuh ya.. kan otomatis badan kita dari batas pinggang ke atas akan menerpa angin kencang tuh. Jadi, seharusnya semua pengendara motor menggunakan jaket untuk melindungi bagian dada dimana terdapat paru-paru, jantung dan organ tubuh penting lainnya. Hal ini dimaksudkan agar bagian penting tersebut menerima tekanan yang tidak terlalu besar dari luar. Yah, namanya juga riders pastilah suka juga ngebut-ngebut kan?? Selain itu, juga bisa melindungi kita dari sinar UV matahari pas siang.  


Menurut penelitian, terlalu lama terpapar sinar UV matahari bisa bikin kita Luka Bakar ringan akibat Sinar Matahari (Sunburn) *ini yang kalau di luar negeri bulu-bule pada pengen cokelat kulitnya. Luka bakar sinar matahari (erythema) ini menunjukkan tanda-tanda klasik dari inflamasi/peradangan seperti kulit kemerah-merahan, hangat, nyeri, dan membengkak. Sebenenya sih ,point utama adalah kita BAKAL JADI TAMBAH ITEM kulitnya.. hehehe… kalau yang mau silahkan. Oiya, punggung tangan pun tak bisa lepas dari sinar matahari jadi akan sangat penting untuk pakai sarung tangan (gloves). Saat berkendara pun kita akan memutar tangan untuk menekan mesin motor supaya jalan (gampangnya di-gas). Nah, di situ bisa jadi akan timbul kesemutan pada tangan kita (sebenernya sih juga efek kalau terlalu lama naik motor). Jadi, mencegah lebih bermanfaat daripada kena sakit duluan. Hehee.. jadi moto baru.


kepala udah, badan udah, tangan jua.. lantas apalagi ya??? Yah,, oiya kaki.. mungkin kalau emang pergi-pergi jauh kebanyakan temen-temen pakai sepatu. Yap, itu udah bagus karena sepatu itu tertutup dan bakal melindungi kita dari luka (*gak juga sih tergantung sepatunya model apa). Baiklah, saya cukupkan cerita-cerita tentang ini : berkendara secara aman dan lindungilah kesehatanmu sendiri!!

by teh way, sounds like in this article I wrote too many Bahasa.. ahahah.. It's hopefully made you easy undestanding all of these things about riding and your health

remember.. preventive is better than curative

at chamber *in sleepy feels*