So Funny Things in Term 7


Hanya ingin cerita-cerita..

Semester ini kita dapet mata kuliah baru yaitu, Keperawatan anak dan keperawatan gerontik (lansia). Kedua mata kuliah ini sangaaat menarik dan juga sangat menarik tugasnya, hhaha.. :D

Ya, sudahlah lanjuut ke intinya. Jadi begini, makin ke sini makin banyak tugas kuliah berkelompok. Tiap mata kuliah beda tugas, beda pula kelompoknya sampai-sampai hampir disorientasi semua kita. Tugas anak (biar lebih cepet aja nyebutnya) kelompok, paper, presentasi. Tugas Gerontik, presentasi kasus lansia sistem fisiologis. Semua temen-temen sekelas bener2 hactic deh sama tugas. Selain, waktunya yang cukup sempit juga banyaknya ituuuu uaaahhh gak nahan, banyak deh..

Karena kita itu semua (tugas-tugas kuliah) kita jadi sering nyebut ini..

Anak kita

Lansia kita

Anak gue

Bikin anak

Apa yang terbayang kalau denger kata-kata itu?? Pasti dikiranya orang yang nyebut ‘anak kita’ udah punya anak sama yang lain.. atau satu lagi bikin anak yang bener-bener ambigu maknanya. Hahaa… ini adalah beberapa kelucuan yang kita alami di semester tujuh ini. 

ini baru "anak kita" beneran..


Sama halnya dengan gerontik, pasti ada aja kata-kata “lansia kita” atau “lansia gue” sungguh satu keanehan kali ya bagi yang gak pernah denger.

Padahal juga maksudnya itu, 

shiv, tugas matakul keperawatan anak kelompok kita gimana??  [anak kita]

Say, presentasi lansia kita udah selesai? [lansia kita]

Atau ayoo kelompok gue kita bikin tugas anak? [bikin anak]

Satu lagi yang saya amati dari temen-temen. Karena seringkali kita ada tugas kelompok lalu kita panggil nama temen kita dengan embel-embel mata kuliah di belakangnya. Nih ya contohnya:

Ita KMB!

Gista gerontik..

Shiva anak..

Atau yang kocaknya lagi

Fani lansia..

Padahal juga si Ita bukan KMB nama panjangnya, si Gista juga bukan gerontik nama panjangnya, apalagi Fanny bukan lansia dia mah, tapi emang mirip.. eh iya itu masih ada lanjutan kalimatnya, misal shiva, anak kita gimana nih?? [gimana kelanjutan tugas anak]

 Mau kerjain kapan fani lansianya?? [tugas gerontik askep lansia]


Sumpah deh, kalau ada guru bahasa Indonesia kita semua udah diomelin  kali ya. Karena pake sembarangan kata-kata secara tidak benar dan mengubah makna. Hahahaha….


Tapi inilah kelucuan-kelucuan yang kami alami dibalik kesusahan tugas-tugas kuliah yang menumpuk setiap hari dan membikin kami tiap hari betah bergelut dengan laptop, buku teks, perpus dan selasar lantai 5 gedung B FIK UI depok.


Harapannya dengan tugas yang berjibun ini.. dan bahkan hampir gak selesai-selesai.. selesai satu tumbuh seribu (hoaahh udah kayak pahlawan ajah),, hehe kita makin punya skill yang mantap buat menjadi perawat yang kereen dan pinter.. :D aamiin

The Beginning of a Beautiful Life :)

Iseng ah,, nulis-nulis kita..

the beginning of a beautiful life

What do you think of this statement??

Maybe, some people will connecting this statement with a new life of human. Maybe Marriage, a new born of baby, a new life as University Student, and soon.

I found this statement in a billboard advertise of a Band in Indonesia. Its Maliq &D'essentials. Yap, I like their songs. Cause its really easy listening and very Jazzy. Oh, really like that music.

Billboard advertise


So, lets continue.. For me, statement of  the beginning of a beautiful life make an inspiration between life and anything around it. In my opinion, the beginning word mean a start of something in my life. Every single day of my life is a beginning. Yeah, day turns when the cock's  scream his crow. When sun start to rise from the east. In morning, we start everything, especially for me Muslim start a day with Subuh pray. 

Beautiful means something makes everyone love it. For me, all the small things that happen in me is a part of puzzle in my livable life. Eventhough, sometimes I also felt a bitter pill of life. But, just take it easy. People live in this world will feel everything happen to them with each perspectif. So, life must go around whatever happen.


The Beginning of a beautiful life is always happen in everyday when you wake up from your sleep. 

Just think that every single day is the beginning of a beautiful life
Its an Positive Affirmation, of course it will help you to have more spirit to live

When you said that statement, follow it with you smile 

a deep one, a pure smile from your heart

then, you'll feel so light.. and spirited



All I want to do now is only to love every single part in my life


because its a gift from Allah



tulisanku yang masuk SINDO

Dear all...

Karena waktu dulu gak sempet membaca tulisan saya yang masuk koran Seputar Indonesi 12 Agustus 2010. Ini saya Re-post isi tulisannya supaya semua pada bisa baca. Mau memberi komentar, silahkan. Karena ini juga hasil ngasal, hehe..

okelah, selamat menikmati!!

Sumber asli: Koran Seputar Indonesia edisi cetak 12 Agustus 2010, halaman 7


Simbiosis Manusia dan Kota

Oleh Shiva Devy

Saat kita berbicara tentang masalah kehidupan di sebuah kota tentunya tak bisa lepas dari satu subjek yang sangat erat yaitu, manusia. Kota merupakan tempat tinggal manusia. Didalamnya semua hal dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup. Manusia menghidupkan kota. Sehingga terjadilah simbiosis mutualisme antara kota dan manusia.

Setiap harinya mulai dari terbit hingga terbenamnya matahari kota dan manusia selalu dalam kesibukan. Sehingga makin lama simbiosis antara kota dan manusia tak lagi bersifat saling menguntungkan. Manusia dengan sifat mau menang sendiri tak lagi memedulikan kondisi kota sebagai tempat tinggalnya. Hal inilah yang membuat kenyamanan kota menurun.

Kehidupan kota mulai dari sistem transportasi, ekonomi, area hijau dan segala aktivitas manusia didalamnya sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup manusia dan kota itu sendiri. Kenyamanan dapat dirasakan jika semua sistem tersebut dapat tertata dengan rapi. Semuanya terintergrasi menjadi sebuah harmoni yang nyaman baik bagi kehidupan manusia dan juga kota. Alangkah idealnya hidup manusia di dalam kota bila manusia dapat mendisiplinkan dirinya.

Kehidupan manusia yang disiplin dapat membuat kehidupan di kota menjadi nyaman. Kedisiplinan dan kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggal akan membawa kehidupan di kota menjadi lebih efisien. Pengaturan terhadap semua sistem pendukung dalam kota saling ketergantungan dengan hidup manusia. Lantas, cara apakah yang baik untuk mengawali kehidupan di kota agar nyaman dan efisien? Menurut pendapat saya, semua itu dapat dimulai dari mengubah perilaku manusia yang hidup di dalam kota.

Sejak SD hingga dewasa kita selalu dijejali oleh pelajaran-pelajaran moral tapi kebanyakan hanya sebatas teori yang jarang dipraktikkan. Sehingga wajarlah jika perilaku kebanyakan manusia belumlah dapat dikategorikan sebagai “perilaku  terdidik” meskipun ia sudah memperoleh pendidikan. Perilaku hidup seenaknya lebih banyak dianut oleh masyarakat sekarang ini, tanpa peduli lagi dengan kondisi tempat tinggalnya. Oleh sebab itu, yang diperlukan agar hidup dapat nyaman dan efisien di kota adalah adanya perubahan perilaku masyarakat untuk peduli dengan lingkungan sekitarnya. Perubahan ini dapat dimulai dengan mendidik masyarakat agar paham akan pentingnya hidup teratur, displin dan selalu peduli akan kelangsungan hidupnya di masa depan.

Satu hal yang juga penting adalah untuk membangun kota yang nyaman dan efisien diperlukan mata, telinga dan hati. Mata yang bukan hanya melihat saja tapi juga sadar untuk melakukan perubahan. Telinga yang selalu ada bukan hanya untuk sekedar mendengar tapi juga mendengar lebih dalam hal-hal yang jarang didengar. Hati untuk menyelami simbiosis antara kehidupan manusia dan kota, yang merasakan bahwa kehidupan memang tak hanya milik manusia sendiri namun juga milik kota yang akan membawa mutualisme bagi keduanya. Oleh karena itu, peran pemerintah dalam hal regulasi kehidupan kota memang penting dan yang lebih penting adalah perilaku masyarakat untuk mau berubah demi terciptanya kota yang nyaman.

Level motivasi


Mari sejenak kita bicarakan tentang motivasi. Sebuah kata yang sering terdengar di lingkungan kita belajar, mungkin kampus, rumah, dan lainnya. Secara umum, banyak yang menafsirkan makna kata motivasi itu sebagai dorongan, sesuatu yang mendorong seseorang. 
Kalau menurut web Princeton Motivation is the psychological feature that arouses an organism to action toward a desired goal; the reason for the action; that which gives purpose and direction to behavior. Yah, mirip-mirip deh, intinya secara psikologis (kejiwaan) motivasi ada di setiap organisme (baca-makhluk hidup) untuk bisa mendapatkan apa yang dia tuju.

Kalau Om Wiki (Wikipedia-nih) bilang motivasi merupakan aktivasi dari perilaku yang mengarah ke tujuan, samaa dah..



Lanjut, kita-kita manusia yang hidup di dunia mestilah punya cita-cita atau harapan atau impian. Semua cita-cita yang baik untuk kehidupan kita. Cita-cita yang tinggi (setinggi bintang-bintang di angkasa [di langit? Udah kaga maen seumur kita mah, hehe]), indah (seindah pantai berpasir putih), mengesankan bahkan terdengar tidak mungkin untuk diraih. Namun, kita tak pernah pedulikan apa kata orang, seberapapun sulitnya kita akan usaha sekeras-kerasnya sampai titik darah penghabisan [jiaah udah kayak mau perang aja]. Tetapi, memang begitu adanya, sesuatu yang tinggi, besar dan indah perlu usaha besar dalam merealisasikannya.

Mungkin, banyak yang punya cita-cita 

Kuliah di Luar Negeri.. Bisa Keliling Dunia GRATIS... 

bisa dapet Rezeki banyak dan jadi orang Tajir..

jadi Presiden..

Perawat yang baik.. Jadi Istri Shalihah.. 

jadi Ilmuwan.. de el el

Sekarang, mari kita perhatikan diri, Seberapa tinggikah LEVEL MOTIVASI Kamu dalam meraih cita-cita untuk urusan dunia? Apakah ada di Full 100%?? Atau masih di level half 50%? Silahkan merenung…
 
Sekarang, marilah kita membicarakan cita-cita lain. Cita-cita untuk urusan akhirat. Beberapa dari kita mungkin pernah mengungkapkan 

“pengen jadi Hafidz Qur’an”

“pengen jadi ahli Sedekah”

“pengen jadi ahli Shalat Malam”

“pengen dicinta Allah terus”

“pengen Mati SYAHID atau Khusnul Khatimah atau dalam keadaan Islam”

“pengen dimudahkan saat hisab”

“pengen Berat timbangan Amal baiknya”

“pengen tersenyum saat di Pengadilan Allah”

“pengen masuk syurga Allah”

Seberapa tinggikah motivasimu untuk mencapai cita-cita akhirat?? Mungkin masih 50%, ada juga yang udah 100%. Mantaaap dah gan!! [saluut]



Nah, sekarang mari kita bandingkan buat masing-masing cita-cita (di dunia dan di akhirat).
Adapun bagi kita yang Muslim, memiliki cita-cita di dunia adalah hal yang baik. Terlebih lagi jika itu dapat bermanfaat untuk kemaslahatan umat. Alangkah lebih baik lagi jika semua cita-cita yang kita miliki baik untuk tujuan dunia maupun akhirat SAMA BESAR dan SAMA KUAT MOTIVASINYA.

Seringkali orang-orang terlalu memikirkan cita-cita untuk di dunia, sibuk mengejarnya setengah mati dengan motivasi yang kuat dan 100 % besarnya. Namun, banyak yang lupa untuk mengatur motivasi juga pada cita-cita akhirat. Sehingga motivasi yang ada untuk meraih cita-cita itu sama kuat dan sama besar. Karena baik cita-cita duniawi ataupun ukhrawi itu mestilah seimbang dalam mengusahakan.

Berlari marathon mengejar cita-cita, harapan untuk di dunia boleh. Asal jangan lupa juga sama harapan kita tentang akhirat. Tempat kita semua pulang yang kekal dan mutlak. Apa yang kita harapkan harus juga diusahakan dengan motivasi yang tinggi dan total 100%. Gak boleh kalah tuh sama motivasi untuk cita-cita dunia.

Siapa sihh yang mau kalau cuma bisa bahagia di dunia tapi di akhirat menderita?? Saya sangat yakin gak ada. Pasti semua pengennya bahagia di dunia dan juga di akhirat. Oleh sebab itu, yuk mari kita RESTART lagi Motivasi buat semua cita-cita kita, baik untuk urusan dunia maupun urusan akhirat agar keduanya sama kuat sama besar, seimbang. Selain itu, USAHA untuk merealisasikannya juga harus besar sehingga gak cuma jadi bahan pembicaraan saja.

Saya, kamu, dan kita semua sama. Kita orang yang punya impian, cita, dan harapan. Tidak hanya satu, bahkan banyak. Marilah kita perbaiki niat dan motivasi kita untuk meraih impian kita itu. Karena akan lebih berkah dan mudah dalam mengusahakan sesuatu jika niat dasarnya sudah kuat dan tepat.

Tulisan ini tidak bermaksud sotoy-sotoy an.. karena yang nulis juga masih sama-sama pemula.. sering salah [makanya perlu diingetin juga].. maaf-maaf lahir batin jikalau ada bagian-bagian yang membuat sakit hepar kamu.. kan masih lebaran ya.. hehe

Yasudahlah, udah kepanjangan kalimatnya.. hanya berharap semoga ini tulisan bermanfaat ya bagi yang baca amiin..

Baiklah, selalu akhiri tulisan dengan doa:
Semoga Allah senantiasa meluruskan niat kita dalam berbuat selama hidup. Karena kadang tanpa disadari niat itu melenceng beberapa derajat dari tujuan awalnya. Semoga Allah memberikan kekuatan buat kita semua yang punya cita-cita untuk merealisasikannya. amiin  

Campur2
Well done @kamar
111110
11:10 pm

Sumber:
Mbah google.com